Connect with us

Presiden Turki Erdogan di Upacara Pembukaan Tahun Yudisial 2020-2021 - Youtube RTErdogan

Lainnya

Turki Siap Perang Melawan Yunani Pertahankan Gas Alam Terbesar di Mediterania Timur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan beberapa waktu lalu telah mengumumkan penemuan gas alam terbesar sepanjang sejarah. Penemuan gas alam terbesar dalam sejarah itu, menimbulkan konflik antara Turki dan Yunani.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan beberapa waktu lalu telah mengumumkan penemuan gas alam terbesar sepanjang sejarah.

Penemuan gas alam terbesar dalam sejarah itu, menimbulkan konflik antara Turki dan Yunani karena kedua negara itu masing-masing melakukan klaim atas ladang gas lepas pantai utama di Mediterania Timur.

Selain itu, Siprus ikut bersaing untuk mendapatkan akses ke cadangan energi besar yang telah ditemukan Turki di wilayah itu.


https://twitter.com/republikaonline/status/1300723203292053506

Perang Melawan Yunani

Presiden Erdogan dalam pidatonya pada peringatan Hari Kemerdekaan Turki, Ahad (30/8), mengingatkan kembali tentang sejarah pertempuran Perang Kemerdekaan Turki tahun 1922 dalam melawan Yunani. Saat ini, menurut Erdogan muncul kembali ancaman konflik baru dengan negara itu yang membayangi di Mediterania timur.

Sebagaimana diketahui, Turki dan Yunani pernah terjadi perang. Perang Yunani-Turki (1919-1922) terjadi setelah perang dunia 1 yang dimenangkan oleh Blok Entente.

Perang dunia 1 merupakan sebuah perang global yang terpusat di Eropa yang dimulai tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918.

Dampak Perang Dunia 1, membawa kehancuran Daulah Ustmaniyah, karena yang memenangkan Perang Dunia 1 adalah Blok Entente, yaitu Inggris, Prancis, Serbia, dan kekaisaran Rusia. Belakangan bergabung Italia, Yunani, Portugal, Rumania, dan Amerika Serikat.

Sedang yang kalah dalam perang dunia 1 adalah Blok Sentral, yaitu Jerman dan Austria-Hungaria, yang belakangan bergabung Turki Ottoman dan Bulgaria.

Dampak kekalahan Blok Sentral, membawa kehancuran Daulah Ustmaniyah, karena didalam negeri Turki timbul gerakan kemerdekaan yang dipimpin Mustafa Kemal Attaturk melawan Daulah Ustmaniyah serta perang melawan Yunani yang disebut Perang Asia Kecil, yaitu konflik militer yang terjadi selama terbaginya Kesultanan Utsmaniyah setelah Perang Dunia I. Perang ini terjadi antara Yunani dan Gerakan Nasional Turki yang kemudian mendirikan Republik Turki.

https://twitter.com/geloraco/status/1300641639405293569
https://twitter.com/VIVAcoid/status/1300588313678508032

Perjuangan Turki

Presiden Turki, Tayyip Recep Erdogan saat berpidato memperingati Hari Kemerdekaan Turki menegaskan
“Perjuangan Turki untuk kemerdekaan dan masa depan, tidak pernah berhenti, bahkan berlanjut hingga hari ini,” kata Erdogan, sebagaimana dikutip dari TRT.

“Ini sama sekali bukan kebetulan bahwa mereka yang berusaha mengeluarkan kita dari Mediterania timur adalah penjajah yang sama dengan mereka yang mencoba menyerang tanah air kita seabad lalu,” tegasnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Turki dan Yunani terlibat dalam serangkaian latihan militer di laut antara Siprus dan pulau Kreta Yunani.

Presiden Erdogan juga mengemukakan bahwa “Turki, di Mediterania timur khususnya, tidak akan tunduk pada bahasa ancaman, intimidasi dan pemerasan, akan terus mempertahankan hak-haknya yang timbul dari hukum internasional dan perjanjian bilateral.”

Selain Presiden Erdogan mengecam Yunani, juga mengecam para pemimpin Prancis yang ikut campur dalam masalah ini. Menurut Erdogan, Prancis dan Yunani tidak kompeten. Mereka menantang eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur.

Presiden Erdogan bertanya:
“Apakah rakyat Yunani menerima apa yang bisa terjadi pada mereka karena pemimpin mereka serakah dan tidak kompeten? Apakah rakyat Prancis tahu harga yang akan mereka bayar karena pemimpin mereka serakah dan tidak kompeten?”

Presiden Erdogan juga menantang Yunani dan Prancis secara khusus, dan berkata: bahwa negaranya dalam posisi siap untuk berperang. “Ketika tiba saatnya untuk berperang, kami tidak akan ragu untuk berkorban.”

https://twitter.com/republikaonline/status/1300365522266062848
https://twitter.com/detikcom/status/1300327549361360897

Penyelesaian Secara Damai

Saya berpendapat, perang harus dihindari karena kalau perang “yang menang jadi arang yang kalah jadi abu.”

Perebutan sumber daya alam di Mediterania Timur sebaiknya diselesaikan secara damai di meja perundingan dengan mediator misalnya NATO, yang diharapkan menghasilkan “Win-Win Solution.”

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta umat Islam bersatu melawan ketidakadilan. Hal tersebut ia katakan dalam pidatonya untuk Pemuda Kerja Sama Islam (ICYF) dalam...

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Opini

Otoritas Prancis merespon pembunuhan seorang guru dengan menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW di gedung pemerintahan Prancis.

Lainnya

Terjadi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang menelan ratusan korban nyawa dan sekitar 4.000 mengalami luka-luka.

Lainnya

Perjuangan umat Islam Turki untuk kembali kepada Islam memerlukan waktu yang panjang, pengorbanan harta dan jiwa raga yang tidak sedikit.

Budaya

Hagia Sophia atau Ayasofia di Istanbul Turki merupakan bekas basilika (gereja) pada masa kekuasaan kekaisaran Byzantium selama 14 abad lamanya.

Budaya

Grand Bazaar di Istanbul sangat terkenal karena semua turis dari manca negara di bawa ke Grand Bazaar berbelanja. Dikawasan itu terdapat 3500 kios yang...

Budaya

Saya tidak menyangka Republik Turki yang diproklamirkan Mustafa Kemal pada tahun 1923, dengan landasan sekukarisme, masyarakat Turki masih sangat kuat cintanya terhadap  sahabat Nabi...