Connect with us

Selamat pagi, Jakarta! Selamat berkarya wujudkan mimpi.⁣ - IG kreshna

Covid-19

Saya Sedih Tapi Dukung Anies Tarik Rem Darurat Tekan Corona di DKI

Sebagai sosiolog saya sedih diberlakukannya kembali Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) karena dampak ekonominya sangat besar bagi masyarakat. Akan tetapi, saya setuju dan dukung pemberlakuan kembali PSBB.

Sebagai sosiolog saya sedih diberlakukannya kembali Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) karena dampak ekonominya sangat besar bagi masyarakat.

Akan tetapi, saya setuju dan dukung pemberlakuan kembali PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena tidak ada jalan lain selain memberlakukan PSBB yang dikenal diluar negeri dengan istilah “Lockdown.”

PSBB Jakarta – Mengapa Saya Dukung

Sejak awal diberlakukannya PSBB saya ikut kampanye di media sosial untuk mendukung PSBB dalam rangka mencegah dan melawan Corona.

Setidaknya ada 5 alasan saya mendukung pemberlakukan kembali PSBB di DKI Jakarta.

Pertama, sudah terbukti pemberlakuan PSBB yang lalu, mampu menekan dan mencegah penyebaran Corona pada titik terendah. Akan tetapi dengan pelonggaran PSBB menjadi PSBB transisi, Corona meningkat kembali yang amat mengkhawatirkan, sebagaimana dikemukakan Gubernur Anies Baswedan.

Kedua, menyelamatkan nyawa manusia harus menjadi skala prioritas. Oleh karena itu, harus didukung pemberlakuan kembali PSBB untuk menekan dan mencegah penyebaran Corona yang sudah sangat banyak merenggut nyawa manusia.

Ketiga, secara prosentase tingkat kematian di DKI rendah, tetapi secara nominal angka kematian meningkat tiap hari. “Karena itu, setiap satu kematian bukan angka stastitk saja, ini adalah nyawa saudara kita yang harus kita usahkan,” ujar Anies (detikNews, 9/9/2020).

Keempat, fasilitas kesehatan, yakni rumah sakit dan tempat isolasi, Jika tidak dilakukan rem darurat dengan memberlakukan kembali PSBB, maka rumah sakit dan tempat isolasi tidak mampu menampung Kasus aktif Corona berupa OTG bergejala ringan, gejala sedang hingga berat. Kelompok sedang hingga berat butuh fasilifas kesehatan.

Kelima, Indonesia sudah di Lockdown 68 negara dan Australia sudah melarang warganya ke Indonesia akibat meningkatnya penularan Corona di Jakarta dan daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, tidak punya pilihan selain mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta memberlakukan kembali PSBB secara ketat.

WFH Tidak Keluar Daerah

Menarik rem darurat dengan memberlakukan kembali PSBB
seperti pada awal pandemik, memaksa kita terpaksa harus melakukan 5 hal.

Pertama, bekerja dari rumah dengan istilah keren “Work From Home.”

Kedua, tidak keluar rumah jika tidak dalam keadaan terpaksa.

Ketiga, tidak keluar kota dan sebaiknya warga dari daerah lain tidak masuk DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran Corona.

Keempat, pelajar, siswa dan mahasiswa belajar dari rumah. Begitu pula pebisnis bisa dilakukan dari rumah untuk menjual produknya atau jualannya. Pembeli
bisa membeli barang atau makanan dari rumah melalui Online.

Untuk mendukung proses pembelajaran dari rumah, begitu juga jual beli, kita bersyukur dan apresiasi Pemerintah Provinsi DKI telah menyediakan internet gratis bagi warga DKI Jakarta.

Kelima, warga DKI wajib berpartisipasi secara aktif menyukseskan PSBB ke-2 sebagai upaya bersama untuk melawan dan mencegah penyebaran corona di DKI Jakarta.

Terakhir, saya berharap rumah ibadah tidak ditutup dalam PSBB karena dalam darurat Corona masyarakat harus banyak berdoa kepada Allah dan fakta menunjukkan Masjid misalnya bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menjadi pusat penularan Corona.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Covid-19

Sudah dua kali umat Islam Indonesia dan umat Islam diberbagai negara di dunia mengalami lebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Tahun ini lebaran...

Covid-19

Sangat tragis penerbangan internasional rute Wuhan-CGK Jakarta yang membawa TKA China yang dilayani oleh Lion Air telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Cingkareng, Banten

DKI Jakarta

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dengan bijak telah memberi jalan keluar dengan menyarankan umat Islam agar menggelar salat Idul Fitri dilokasi terbuka seperti lapangan...

Covid-19

Dalam upaya jaga jakarta dan mencegah berlanjutnya kerumunan massa untuk berbelanja di pasar Tanah Abang menjelang Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan...

DKI Jakarta

Saya menyaksikan tiap hari dengan sangat senang adanya fenomena kebangkitan ekonomi di Jakarta, walaupun Covid-19 belum berakhir. Banyak lagi fenomena yang dapat dijadikan indikator...

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan mengemukakan beberapa indikator makro yang dicapai mengalami peningkatan, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) warga Jakarta tahun 2020 tercatat sebesar 80,77,...

DKI Jakarta

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...