Swasta Menengah dan Besar Saatnya Turun Gunung Bantu Rakyat Kecil di Sektor Informal, Usaha Mikro dan Kecil

 In Covid-19, Opini, Sosial

Ekonom Atifah Thaha, Ph.D mengatakan bahwa resesi ekonomi telah memberi dampak negatif yang besar terhadap usaha informal, mikro dan kecil. Pada hal jumlah usaha disektor tersebut sekitar 60% dari seluruh sektor usaha di Indonesia.

Dia membagi dua jenis usaha yaitu usaha informal, mikro dan kecil serta usaha menengah dan besar. Menurut dia, ada usaha menengah dan besar yang mengalami kesulitan, tetapi masih banyak yang sehat dan kuat, yang diharapkan turun gunung membantu rakyat kecil yang bergerak di sektor informal, usaha mikro dan kecil untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Alumnus Australian National University (ANU) itu mengatakan bahwa saat ini amat diperlukan bantuan swasta menengah dan besar untuk berkontribusi mengatasi dampak resesi ekonomi yang dialami rakyat kecil.

Pemerintah telah berbuat secara maksimal, tetapi memiliki keterbatasan, maka swasta menengah dan besar diharapkan berperan karena kalau ekonomi segera tumbuh dan berkembang, mereka juga yang akan menikmati pertumbuhan dan kemajuan yang lebih besar.

Hal tersebut dikemukakan Atifah pada webinar seminar nasional dalam rangka memperingati Milad ke-54 KAHMI yang bertema “Resesi Ekonomi Dampak dan Solusinya” yang dilaksanakan Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera (Fordis ICS), Majelis Nasional Kahmi dan Universitas Ibnu Chaldun (11/9/2020).

Jangan PHK, Bantu Distribusi Barang ke Konsumen

Atifah lebih lanjut mengatakan bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) jangan dilakukan. Boleh dirumahkan dengan gaji 50 persen, tetapi karyawan jangan di PHK karena akan memberi dampak negatif yang besar kepada keluarga, masyarakat dan bangsa.

Memang ada persoalan produksi karena daya beli masyarakat merosot, sehingga hasil produksi tidak terserap pasar, tetapi ini sifatnya sementara.

Swasta menengah dan besar tidak melakukan PHK menurut dia merupakan sumbangsih yang tidak terhingga untuk mencegah semakin memburuknya keadaan.

Dia juga menyarankan agar karyawan yang dirumahkan diberdayakan untuk membantu distribusi hasil produksi industri sampai ke tingkat konsumen dengan memberi potongan harga yang memadai kepada konsumen. Ini akan membantu meningkatkan produksi industri dan mengurangi kemiskinan yang banyak dialami rakyat kecil.

Subsidi Karyawan

Selanjutnya ekonom itu menyatakan ketidaksetujuannya memberi subsidi kepada karyawan yang bergaji Rp5 juta ke bawah. Dia harapkan justru diperbanyak paket sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada rakyat kecil yang terpapar kemiskinan dan resesi ekonomi.

Bantu Petani

Sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan. Akan tetapi pertumbuhannya tidak besar.

Oleh karena itu, Atifah meminta supaya petani dibantu agar tetap berproduksi. Ada masalah disaat resesi karena daya beli masyarakat melorot, sehingga harga hasil produksi tanaman rakyat mengalami kemerosotan.

Kalau petani tidak dibantu, mereka bisa berhenti memproduksi pangan. Jika ini terjadi, maka akan timbul kelangkaan pangan di masyarakat dan sangat berbahaya.

Dia juga mengusulkan agar didorong tumbuhnya usaha baru, ekonomi daerah dibantu, kredit usaha rakyat (KUR) digelontorkan dengan suku bunga yang rendah.

Semua yang dikemukakan adalah untuk mendorong meningkatnya konsumsi rakyat. Kalau konsumsi rakyat meningkat secara sustainable (berkelanjutan), maka akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan Indonesia akan segera keluar dari resesi ekonomi.

Webinar seminar nasional ini menampilkan pembicara selain Atifah Thaha, Ph.D., turut berbicara Gamari Sutrisno, Ph.D., Taufik Bahaudin, dan Prof. Musni Umar

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Berikut foto-foto kegiatan

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search