PSBB Jilid II: Tak Obahnya Obat Sangat Pahit, Tapi Harus Ditelan Agar Sembuh

 In Covid-19, DKI Jakarta, Opini, Sosial

Kita ini sedang sakit. Penyakit yang menyerang kita adalah corona. Untuk Sembuh mesti minum obat. Obatnya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid ll yang mulai diberlakukan di DKI Jakarta pada 14 September 2020.

PSBB jilid 2 sangat pahit karena sudah lama dikampanyekan kita sudah masuk New Normal.

Akan tetapi, fakta menunjukkan sebagaimana dikemukakan Gubernur Anies Baswedan bahwa dalam rentang waktu sejak 3 Maret 2020 saat pertama kali ada kasus positif Corona diumumkan sampai dengan 11 September 2020 lebih dari 190 hari, terdapat 12 hari terakhir kemarin menyumbangkan 25 persen kasus positif Corona walaupun yang sembuh juga kontribusinya 23 persen, yang meninggal dalam 12 hari terakhir itu 14 persen.

Jadi dalam 12 hari di bulan September 2020 ada lonjakan positif Corona yang sangat signifikan.

DKI Tes PCR Terbanyak

Di seluruh Indonesia sudah dilakukan tes PCR sebanyak 1,049 juta dan Jakarta melakukan 732 ribu lebih dari seluruh jumlah tes di Indonesia.

Gubernur Anies Baswedan menjelaskan, masifnya tes yang dilakukan ini dalam rangka menyelamatkan nyawa warga Jakarta. Beberapa hari terakhir, kita menyaksikan angka kematian yang meningkat, walau tingkat kematiannya menurun. Tingkat kematian itu angka statistiknya, persentase yang meninggal, jumlah orang yang meninggal dibagi jumlah kasus memang menurun. Tapi nominalnya, jumlah orang yang meninggal mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Lebih lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjelaskan bahwa dengan dilakukan masif testing, kita berharap bisa nantinya kita menyelamatkan lebih banyak nyawa di Jakarta, karena itulah tugas utama kita.

Jadi kalau dihitung dengan standar yang diharuskan oleh WHO, di Jakarta ini sudah dilakukan pengetesan lebih dari 4 kali lipat standar WHO, dan kita akan terus tingkatkan testing. Bahkan ke depan, dua pekan ini khusus tracing akan dilakukan peningkatan secara sangat signifikan.

Ini adalah gambaran situasi di Jakarta, bahwa 12 hari terakhir kita menghadapi masalah yang cukup menantang.

PSBB Diberlakukan Kembali

Berdasarkan data lapangan yang dikemukakan, maka walaupun banyak yang tidak setuju diberlakukan PSBB bahkan Ketua Fraksi DPRD DKI dari PDIP mendesak untuk membatalkan PSBB di DKI, tetapi karena tidak ada pilihan lain, maka terpaksa langkah-langkah
pembatasan tetap dilaksanakan.

Mantan Rektor Paramadina ini lebih lanjut menjelaskan bahwa pengelolaan PSBB di Jakarta, diatur tiga peraturan Gubernur. Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ditetapkan pada 9 April 2020 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 ditetapkan tanggal 19 Agustus terkait dengan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Lalu Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 ditetapkan tanggal 13 September 2020 tentang Perubahan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020.

Prinsipnya, dalam masa PSBB yang berlaku di Jakarta sejak tanggal 10 April dan sampai dengan hari ini Jakarta masih berstatus PSBB. Sesuai Permenkes PSBB itu berlaku dua mingguan dan dapat diperpanjang.

Gubernur Anies menegaskan “selama masa PSBB sebisanya tetap berada di rumah. Dianjurkan untuk tidak bepergian kecuali untuk keperluan mendesak, kecuali untuk aktivitas dalam usaha esensial yang memang diperbolehkan.”

Akhirnya, kita berharap kepada seluruh warga DKI Jakarta supaya menaati PSBB, sehingga setelah 14 hari ke depan terjadi penurunan secara signifikan positif Corona.

Kita berdoa semoga dalam waktu singkat Corona bisa dikendalikan di DKI Jakarta dan berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search