Fikom UIC Yudisium Sarjana Baru Melalui Virtual: 6 Pesan Rektor UIC

 In Pendidikan

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (FIKOM UIC) pada 19 September 2020 menyelenggarakan yudisium.

Dalam kegiatan yudisium, pihak fakultas mengumumkan nilai akhir mahasiswa yang telah menyelesaikan semua mata kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi dan ujian skripsi, sehingga mereka yang di yudisium berhak menyandang titel Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Sapta Maryati, S.Sos., M.I.Kom. Dia juga mengumumkan Sri Fitria Novita, lulus cum laude dengan
IPK : 3,93 pada Yudisium Fakultas Ilmu Komunikasu Tahun Ajaran 2019 / 2020.

Turut memberi sambutan Dr. Baharuddin, Wakil Rektor Bidang Akademik yang menekankan pentingnya para sarjana ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun meningkatkan profesionalisme dalam bidang ilmu yang telah dipelajari. Apalagi ilmu komukasi sangat diperlukan di era sekarang. Dia juga meminta supaya mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan di Fikom UIC untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2).

6 Pesan Rektor

Sementara itu, Adjunct Professor Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, dalam sambutannya menyampaikan 6 pesan.

Pertama, bersyukur kepada Allah karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik dan berhak menyandang gelar sarjana. Sarjana di Indonesia tergolong elit karena jumlah sarjana hanya 8,79 persen dari total penduduk Indonesia.

Kedua, supaya menjadi sarjana yang membanggakan UIC, membanggakan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Ketiga, teruslah belajar karena Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk menuntut ilmu dari ayunan sampai liang lahat. Hadist Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan konsep life long education (belajar sepanjang massa harus kita amalkan.

Hamka mengatakan “Semakin banyak ilmu semakin lapang hidup, semakin kurang ilmu semakin sempit hidup.

Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan berkata “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia.”

Oleh karena itu, sarjana Fikom UIC harus terus belajar agar bisa mengubah diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara.

Keempat, jadilah pembela rakyat, pembela Islam dan pembela ulama. Sekarang ini banyak sarjana Islam yang tidak peduli rakyat, membiarkan Islam dan ulama dihujat dan dipersekusi.

Kelima, tumbuhkan kepercayaan diri bahwa anda bisa. Jangan merasa rendah diri apalagi merasa tidak mampu.

Keenam, jangan pernah lupa Allah karena penolong kita dalam keadaan suka dan duka hanya Allah semata. Apalagi dalam masa pandemik corona seperti sekarang ini, kita harus banyak berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah.

Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Berikut foto-foto kegiatan


Recommended Posts

Start typing and press Enter to search