Connect with us

Opini

Analisis Sosiologis Peluang Partai Ummat dalam Pemilu

Pada 01 Oktober 2020, Prof. Dr. M. Amien Rais mengumumkan ke publik berdirinya Partai Ummat. Partai ini berasaskan Islam rahmatan Lil ‘alamin.

Pada 01 Oktober 2020, Prof. Dr. M. Amien Rais mengumumkan ke publik berdirinya Partai Ummat. Partai ini berasaskan Islam rahmatan Lil ‘alamin.

Amien Rais mengemukakan bahwa Partai Ummat ini berkomitmen untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Situasi Sosial

Masyarakat Indonesia di semua lapisan sosial yaitu kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas bawah (lower class) kelas paling bawah (lower-lower class) sudah terbagi dua kelompok. Pertama, kelompok pendukung pemerintah. Kedua, kelompok yang tidak mendukung pemerintah.

Kelompok yang tidak mendukung pemerintah, semakin lama semakin membesar.

Setidaknya ada 6 (enam) faktor yang menyebabkan semakin lama semakin membesar jumlah masyarakat yang tidak mendukung pemerintah.

Pertama, faktor ideologis. Masyarakat Muslim merasa terancam bangkitnya komunisme. Indikatornya ada upaya mengubah Pancasila dengan Trisila dan Ekasila.

Selain itu, pemerintah cenderung lebih dekat kepada China, sehingga membangkitkan ingatan lama bangsa Indonesia tentang PKI pada saat jaya tahun 1960-an dengan konsep “Jakarta poros Peking,” sehingga memberikan angin kepada tumbuhnya komunisme di Indonesia. Indikasi lain ialah adanya RUU HIP yang diprotes keras masyarakat, kemudian diubah menjadi RUU BPIP.

Kedua, faktor ekonomi. Ekonomi sudah dikuasai pihak lain dan tidak ada upaya maksimal untuk mewujudkan keadilan ekonomi. Bahkan parlemen dan pemerintah membuat undang-undang yang lebih memihak kepada kepentingan pemodal ketimbang kepentingan bangsa dan negara seperti UU Mineral dan Batubara.

Ketiga, faktor krisis ekonomi dan resesi. Dampak covid-19, telah menimbulkan multi krisis, tidak saja krisis kesehatan, tetapi krisis ekonomi dan resesi. Dampak dari itu, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif dan pengangguran yang luar biasa.
Dampak lanjutannya semakin besar jumlah orang miskin di Indonesia dan semakin banyak rakyat yang mengalami kesulitan hidup.

Keempat, runtuhnya KPK sebagai pilar utama pemberantasan korupsi. Sejatinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk pada awal reformasi adalah untuk mencegah dan memberantas korupsi yang dilakukan aparat penegakan hukum dan politisi. Setelah UU KPK direvisi oleh DPR dan pimpinan KPK dipimpin penegak hukum, persepsi publik runtuh terhadap KPK.

Kelima, penegakan hukum yang tidak adil. Persepsi publik bahwa ada ketidakadilan dalam penegakan hukum. Mereka yang dekat kekuasaan, tidak diproses jika menghina mereka yang kritis terhadap penguasa. Sebaliknya, mereka yang kritis terhadap penguasa dengan cepat diproses secara hukum.

Keenam, politik yang tidak menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran. Politik acapkali digunakan dengan menggunakan instrumen hukum untuk menghukum lawan politik seperti yang dialami Habib Rieziq Shihab.

Peluang Partai Ummat

Berdasarkan gambaran sosiologis yang dikemukakan diatas, maka dapat dikemukakan sebagai berikut:

Pertama, kesulitan yang dialami masyarakat dalam segala bidang akan menghadirkan perubahan besar dalam politik. Walaupun media mainstream telah dikuasai, tetapi Media Online tidak bisa dikuasai sehingga menjadi instrumen untuk mewujudkan perubahan. Pada tataran itu, Partai Ummat berpotensi meraih dukungan suara yang signifikan dalam Pemilu.

Kedua, Partai Ummat memiliki tokoh terkenal yang menjadi patron bagi rakyat jelata yaitu Amien Rais seperti halnya Gerindra, patronnya adalah Prabowo, sedang PDIP patronnya adalah Megawati Soekarnoputri.

Ketiga, Partai Ummat bakal didukung kader-kader Muhammadiyah di akar rumput dan mantan pengurus PAN di semua tingkatan, sehingga potensi lulus verifikasi tidak akan mengalami hambatan luar biasa.

Berdasarkan berbagai hal yang dikemukakan diatas, sebagai sosiolog yang independen, saya mengatakan bahwa saat ini tengah terjadi perubahan sosial. Jika perubahan itu berkendali, maka puncaknya akan terjadi pada pemilihan umum (pemilu). Perubahan sosial tersebut akan menguntungkan partai oposisi dan Partai Ummat yang bukan bagian dari kekuasaan.

Baca Juga

Opini

Dihari Ulang Tahun Ibu Megawati Soekarnoputri saya, Musni Umar telah menulis analisa Capres PDIP yang akan di umumkan Bu Mega dan manuver parpol politik...

Opini

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 14 November 2022, telah menetapkan partai politik (parpol) peserta pemilu 2024 berikut nomor urut peserta pemilu.

Lainnya

Catatan yang sangat penting dalam penyelenggaraan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah karena sukses dalam pembukaan, sukses pelaksanaan berbagai acara persidangan, teristimewa sukses pemilihan pengurus PP Muhammadiyah.

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Opini

Saya berharap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dipimpin Ibu Megawati Sukarnoputri tidak mengalami nasib seperti yang dialami Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan.

DKI Jakarta

Salah satu wujud partisipasi dan kolaborasi Transjakarta yang paling mutakhir ialah menyukseskan shalat Idul Adha di JIS dengan menyediakan bus Transjakarta dari berbagai lokasi.

Lainnya

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim...