Connect with us

Masks save lives (masker penyelamat hidup) - IG Kamala Harris

Lainnya

Cawapres Amerika Serikat Keduanya Berpendidikan Hukum: Kamala Harris Lebih Menarik Dalam Debat

Kamala Harris adalah politisi dari Partai Demokrat, jebolan dari Howard University dan University of California, Hastings College of the Law.

Saya menonton debat Calon Wakil Presiden Amerika Serikat antara Mike Pence dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat.

Ada tiga alasan saya suka debat Calon Wakil Presiden Amerika Serikat antara Mike Pence, Wakil Presiden Amerika Serikat yang kembali dipilih Presiden Donald Trump untuk mendampinginya dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 3 November 2020 sebagai Calon Wakil Presiden melawan Joe Biden, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, kini menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Kamala Harris.

Pertama, penampilan Kamala Harris yang selalu senyum dalam debat dan simpatik. Sementara Mike Pence, tidak pernah senyum. Pada hal dalam debat kandidat Wakil Presiden tidak saja kemampuan mendebat lawan, tetapi juga penampilan dengan senyum besar pengaruhnya untuk menarik simpati publik.

Kedua, kedua kandidat Wakil Presiden Amerika Serikat adalah orang hebat, sama-sama memiliki latar belakang pendidikan dan karir dalam bidang hukum. Mike Pence adalah politisi yang hebat dari Partai Republik. Ia menyelesaikan di Hannover College (BA) dan Indiana University, Indianapolis (JD), menjalani karir sebagai pengacara selama 48 tahun, pernah menjadi Gubernur Indiana ke-50 tahun 2013-2017 serta anggota DPR selama 12 tahun, dari 2001- 2013. Kini menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat.

Sementara Kamala Harris adalah politisi dari Partai Demokrat, jebolan dari Howard University dan University of California, Hastings College of the Law. Dia memulai karir sebagai jaksa dan jabatan terakhir adalah Jaksa Agung negara bagian California (attorney general of California) pada 2010 dan dipilih kembali pada 2014. Jabatan terakhir sebagai senator dari daerah pemilihan California sebelum dipilih menjadi kandidat Wakil Presiden dari Partai Demokrat mendampingi Joe Biden.

Ketiga, kedua Calon Wakil Presiden Amerika Serikat seperti Wakil Presiden AS Mike Pence mampu menjawab pertanyaan Jurnalis Senior Susan yang sulit dalam bidang yang tidak didalami dalam pendidikan dan karir misalnya penanganan virus Corona.

Begitu juga, Kamala Harris mampu menjawab pertanyaan moderator Susan Page dengan baik dalam debat Wakil Presiden Amerika Serikat.

Serang Pence dan Trump

Kamala Harris menggunakan kesempatan dalam debat l untuk menyerang Wapres Mike Pence, yang dianggapnya terlalu melindungi Presiden Donald Trump. Selain itu, Senator dari California mengatakan bahwa Trump dan Pence sudah mengetahui parahnya virus corona sejak Januari lalu.

Harris mengeritik, Gedung Putih sengaja menutupinya. Presiden Trump kepada jurnalis Bob Woodward mengatakan dia ingin “rakyat tetap tenang.”

Pence berusaha menginterupsi Harris untuk memberikan sanggahan atas tudingan itu. Harris diluar dugaan mengatakan “Tuan Wakil Presiden, saya sedang berbicara.”

Senator berusia 55 tahun itu menyatakan pemerintahan Trump dan Pence baru bisa dikatakan menghormati rakyat Amerika Serikat jika mengutarakan kebenaran.

“Kalian baru bisa menghormati rakyat Amerika Serikat jika mempunyai keberanian dan kepemimpinan untuk mengatakan yang memang tidak ingin dikatakan, tapi harus,” kata Harris.

Harris kemudian menyatakan pemerintah Amerika Serikat saat ini sudah menyembunyikan informasi terkait wabah Covid-19 kepada masyarakat.

Harris lebih jauh menjelaskan, pukulan telak bagi orangtua atau para pekerja yang tidak mempunyai banyak cadangan uang.

“Akibatnya, kalian harus mengantre untuk mendapatkan makanan karena pemerintahan saat ini tak berniat memberi tahu yang sebenarnya.”

Senator Kamala Harris melanjutkan kecamannya, rakyat Amerika Serikat sudah menderita dan berkorban begitu besar karena pemerintahan Trump yang dianggapnya tak kompeten.

Baca Juga

Politik

Donald Trump masih menghadapi pemakzulan di parlemen Amerika Serikat. Anggota DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat sudah memakzulkan Trump. Untuk mensahkan pemakzulan Trump...

Politik

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tgl 3 November 2020 yang dimenangkan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris, puncaknya akan dilaksanakan pada 21 Januari 2021...

Covid-19

Langkah keadaan darurat diberlakukan setelah demonstran pro-Trump menyerbu gedung Capitol Amerika Serikat dan melakukan kerusuhan (6 Januari 2020) untuk mencegah kongres mensahkan Joe Biden...

Opini

Trump adalah contoh buruk dalam demokrasi. Dia kalah dalam pemilu 3 November 2020, tetapi menuduh pemilu curang tanpa bukti.

Lainnya

Trump memprovokasi para pendukungnya untuk datang ke Gedung Capitol Amerika Serikat menolak pengesahan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai pemenang pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Opini

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tersebut sampai hari ini 3 Januari 2021, belum mau dinerima Donald Trump atas kemenangan Joe Biden, walaupun hasil ellectoral...

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Joe Biden memastikan kemenangannya pada Sabtu (7/11) setelah mengantongi electoral colleges penentu dari Pennsylvania (20) dan Nevada (6), sehingga tokoh kelahiran 20 November 1942...