Musni Umar Socmed

Search

Poster pemilu di Phoenix, Arizona Amerika - IG #artactivism #bidenharris2020

Opini

Israel, Dunia Arab dan Muhammad Bin Salman Maunya Donald Trump Menang Pilpres Amerika

Pemilihan Presiden Amerika Serikat tanggal 03 November 2020, menjadi perhatian penduduk Amerika Serikat dan seluruh negara di dunia terutama yang menjadi sekutu.

Pemilihan Presiden Amerika Serikat tanggal 03 November 2020, menjadi perhatian penduduk Amerika Serikat dan seluruh negara di dunia terutama yang menjadi sekutu Amerika Serikat seperti Israel, negara-negara Arab, Muhammad Bin Salman (MBS), putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, serta negara-negara yang selama ini berlawanan dengan Amerika Serikat seperti Iran, China dan lain-lain.

Mengapa seluruh negara di dunia memberi perhatian terhadap pemilihan Presiden Amerika Serikat? Setidaknya ada tiga alasan, dunia memberi perhatian pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Pertama, Amerika Serikat masih merupakan negara super power di dunia, walaupun Rusia dan China berusaha tampil mengimbangi kedigdayaan Amerika Serikat.

Kedua, Amerika Serikat memiliki orientasi yang berbeda jika Partai Republik yang memimpin Amerika Serikat, dan sebaliknya kalau Partai Demokrat yang memegang pemerintahan di Amerika Serikat.

Ketiga, negara-negara Arab yang berbentuk kerajaan, tidak begitu nyaman kalau Joe Biden dari Partai Demokrat yang menang dalam pemilihan Presiden di Amerika Serikat. Mereka merasa terancam dengan isu demokratisasi dan HAM yang biasa digulirkan Partai Demokrat.

Pengalaman mereka menghadapi Arab Spring dengan isu demokratisasi, mereka lebih nyaman jika Donald Trump dari Partai Republik yang menang dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat karena dia tidak peduli demokrasi dan HAM.

Partai Republik Vs Partai Demokrat

Kalau Partai Republik di Amerika Serikat berkuasa, maka orientasi pemerintahan Amerika Serikat melindungi pengusaha besar, negara-negara yang menjadi sekutunya, tidak peduli negara itu mengamalkan hukum dan demokrasi, melakukan pelanggaran HAM dan sebagainya, yang penting Amerika Serikat mendapat manfaat ekonomi yang besar saat menjadi sekutu dan pelindung negara-negara sekutunya.

Sebaliknya, kalau Partai Demokrat yang berkuasa, orientasi pemerintahan condong kepada supremasi hukum, demokrasi dan penegakan hak asasi manusia. Melalui instrumen demokrasi dan hak asasi manusia, Amerika Serikat Serikat masuk mempengaruhi negara lain.

Israel, Negara2 Arab dan MBS

Israel merupakan negara yang paling mendapat keuntungan pada masa pemerintahan Donald Trump.

Pertama, Donald Trump tampil pasang badan membela dan melindungi Israel seperti pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang dimulai dengan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem, yang mendapat reaksi keras dari dunia Arab dan dunia Islam karena Yerusalem Timur merupakan ibukota Palestina yang dicanangkan jika sudah merdeka.

Kedua, Donald Trump sukses memaksa Uni Emirat Arab dan Bahrain untuk berdamai dengan Israel yang langsung diprakarsai oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ketiga, Donald Trump sukses menakut-nakuti negara-negara Arab bahwa Iran merupakan ancaman terhadap mereka. Karena itu, negara-negara Arab mencari perlindungan kepada Amerika Serikat dan Israel.

Keempat, Donald Trump melindungi MBS (Muhammad Bin Salman), putera mahkota Kerajaan Arab Saudi yang di duga keras terlibat dalam pembunuhan Jamal Kashogi, wartawan Saudi, Kolumnis Washington Post Amerika Serikat.

Donald Trump Diujung Tanduk

Harapan Israel, Dunia Arab dan MBS supaya Donald Trump terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat semakin kecil peluangnya.

Semua jajak pendapat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Trump bakal kalah dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat tgl 3 November 2020.

Penanganan wabah Corona yang menimbulkan kematian warga negara Amerika yang sangat besar, menurunkan dukungan pemilih untuk memilih Trump.

Selain itu, tingginya angka pengangguran di Amerika Serikat yang hampir mencapai 50 juta orang, menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pemilih tidak memilih Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 3 November 2020.

Baca Juga

Covid-19

Langkah keadaan darurat diberlakukan setelah demonstran pro-Trump menyerbu gedung Capitol Amerika Serikat dan melakukan kerusuhan (6 Januari 2020) untuk mencegah kongres mensahkan Joe Biden...

Opini

Trump adalah contoh buruk dalam demokrasi. Dia kalah dalam pemilu 3 November 2020, tetapi menuduh pemilu curang tanpa bukti.

Lainnya

Trump memprovokasi para pendukungnya untuk datang ke Gedung Capitol Amerika Serikat menolak pengesahan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai pemenang pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Opini

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tersebut sampai hari ini 3 Januari 2021, belum mau dinerima Donald Trump atas kemenangan Joe Biden, walaupun hasil ellectoral...

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Joe Biden memastikan kemenangannya pada Sabtu (7/11) setelah mengantongi electoral colleges penentu dari Pennsylvania (20) dan Nevada (6), sehingga tokoh kelahiran 20 November 1942...

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...