Evaluasi Kritis Kegagalan Atau Kesuksesan Anies Wujudkan 23 Janji Kampanyenya – Bagian pertama

 In DKI Jakarta, Opini, Top

Pada 16 Oktober 2020, Anies Baswedan genap 3 tahun memimpin DKI Jakarta. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyebut Anies telah gagal memenuhi janji kampanyenya (detikNews, Jum’at, 16 Oktober 2020).

View this post on Instagram

Di balik foto-foto halte yang telah kembali beroperasi ini, ada ratusan orang yang bekerja keras 24 jam. Siang malam, pagi sore, tanpa henti. Semua turun tangan untuk memulihkannya. Tak cuma urun angan. Ya. Kita semua ikut geram karena halte kebanggaannya rusak berat. Apalagi halte yang rusak adalah halte terbaik, tercantik, dan tercanggih di Jakarta, mungkin di Indonesia. Tapi kegeraman itu tak boleh mengalahkan kepentingan warga. Semua fokus bekerja agar warga dapat kembali memanfaatkan fasilitas publik hari ini untuk aktivitas mereka. Apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Pemprov DKI dan BUMD, juga pihak-pihak lain yang membantu dalam gerebek halte ini. Kerjanya kolosal, seragamnya warna-warni, tapi semangatnya satu. Api boleh membakar haltenya, tapi ilmu dan semangat membangun kembali demi warga tak ikut hangus terbakar, malah semakin menguat. Mari kita jaga fasilitas publik darurat ini sama-sama, dan seterusnya nanti sampai kembali berdiri lengkap seperti sebelumnya.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Supaya obyektif menilai gagal atau sukses Anies wujudkan janji kampanyenya, saya tulis kembali 23 janji Anies-Sandi dalam kampanye.

1. Merevisi dan memperluas manfaat KJP dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun), yang juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Janji ini sudah diwujudkan dengan baik

2. Merevisi dan memperluas manfaat KJS dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah dan pemuka agama.

Janji tersebut sudah diwujudkan dengan baik..

3. Membuka 200.000 lapangan kerja baru, membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga untuk menghasilkan 200.000 pewirausaha baru, selama lima tahun.

Janji ini sudah dilakukan, tapi dalam 2 tahun sisa masa kepemimpinan Anies-Ariza harus dituntaskan.

4. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas Pendidikan Kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya, untuk menghasilkan lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja dan berwirausaha.

Janji kampanye tersebut sudah diwujudkan, sisa waktu Anies-Ariza bisa semakin dituntaskan.

5. Mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku dan menyederhanakan rantai distribusi, serta menyediakan Kartu Pangan Jakarta untuk meningkatkan daya beli warga tidak mampu serta merevitalisasin pasar-pasar tradisional dan Pedagang Kali Lima untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

Janji kampanye ini sudah dilaksanakan dengan baik, sehingga tidak ada kenaikan sembako dipasaran di DKI Jakarta.

6. Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta.

Janji kampanye ini sudah dilakanakan yaitu menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.

7. Membangun pemerintahan yang bersih, modern dan melayani berbasis transparansi, akuntabilitas dan keteladanan dengan mengoptimalkan pelibatan publik dan pemanfaatan teknologi (Smart City).

Janji kampanye ini sudah diwujudkan dengan baik. Dampaknya Pemprov. DKI Jakarta memperoleh piagam perhargaan dari KPK bebas korupsi yang sebelumnya tidak pernah diperoleh.

8. Mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan untuk merealisasikan rencana kerja hingga 95 persen, mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam audit laporan keuangan, mencapai predikat 80 dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), menghentikan praktik penyelewengan di dalam birokrasi, dan memperbaiki manajemen aset-aset milik Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Janji kampanye ini telah diwujudkan. Dampaknya, Pemprov DKI memperoleh WTP secara berturut-turut.

9. Meningkatkan Realisasi Rencana Program (daya serap anggaran) untuk memperluas cakupan dan efektivitas program-program penanggulangan banjir dan kemacetan, rehabilitasi dan pemeliharaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah.

Point 9 ini sudah dilaksanakan, tinggal ditingkatkan.

10. Memuliakan perempuan dengan mendukung Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Ekslusif, melakukan pendataan dan pemantauan dini ibu-ibu hamil dan balita yang memerlukan bantuan khusus, memberikan cuti khusus bagi suami selama proses kelahiran anak, serta menyediakan fasilitas-fasilitas publik khusus seperti Ruang Menyusui dan Tempat Penitipan Anak yang dikelola secara sehat, profesional dan bisa diakses seluruh warga.

11. Memberdayakan perempuan Jkt dengan mendukung sepenuhnya partisipasi perempuan dalam perekonomian, antara lain melalui pemberian Kredit Usaha Perempuan Mandiri.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search