Debat Terakhir Presiden AS dan Hasil Survei Kekalahan Donald Trump

 In Opini, Politik

Kita telah menyaksikan debat terakhr antara Presiden Donald Trump dari Partai Republik dengan Wakil Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat.

Debat Presiden Amerika Serikat sangat menarik dan dapat menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia. Debat terakhir ini mengusung tema tentang penanganan pandemi Covid-19; keamanan nasional, pemilihan umum dan Cina; keluarga Amerika, kemiskinan dan bantuan negara; imigrasi; ras di Amerika; dan perubahan iklim.

Pertama, moderator debat Presiden Amerika Serikat sangat hebat karena bisa mengendalikan jalannya debat secara baik.

Kedua,. Presiden Donald Trump lebih tenang dan tidak lagi melakukan seperti debat kusir.

Ketiga, Wakil Presiden JoeBiden sangat tenang dalam debat terakhir.

Keempat, Presiden Trump dan Wakil Presiden JoeBiden saling menyerang tidak hanya kebijakan dan program yang diserang, tetapi juga pribadi dan keluarga

Kelima, ruang lingkup yang dijadikan bahan perdebatan yang ditanyakan moderator, dari strategi menangani covid-19 yang menimbulkan sangat banyak meninggal dunia sampai pemecahan masalah ras dan perubahan iklim.

Pemenang Debat dan Pilpres?

Saya menillai Donald Trump dan Joe Biden sama-sama tampil dengan sangat baik.

Walaupun begitu, sangat menilai dalam debat terakhir pemilihan Presiden Amerika Serikat, masih dimenangkan oleh Joe Biden dengan kemenangan yang tipis.

Setidaknya ada tiga alasan Joe Biden menang dalam debat terakhir pemilihan Amerika Serikat.

Pertama, Trump tidak mampu meyakinkan publik Amerika Serikat yang telah gagal menanggulangi covid-19 jika terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat mampu melawan Covid-19.

Kedua, kemerosotan ekonomi yang amat dalam, sehingga menimbulkan pemutusan hubungan kerja yang besar dan pengangguran yang sangat banyak. Trump tidak mampu meyakinkan publik kalau.dia terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat sanggup mengatasi kemerositan ekonomi.

Ketiga, Joe Biden pada sesi terakhir dalam debat Presiden bisa memanfaatkan momen yang amat penting untuk merayu pemilih dengan mengatakan ketika menjawab pertanyaan seperti yang ditanyakan, berbicara langsung kepada orang Amerika tentang bagaimana dia akan menjadi presiden untuk semua.

“Saya akan mengatakan, saya adalah seorang presiden Amerika. Saya mewakili kalian semua. Apakah Anda memilih saya atau tidak. Saya akan memastikan bahwa Anda terwakili,” ucap Biden.

Hasil Survei 9 Negara Bagian

Presiden terpilih Amerika Serikat tidaknya haruskan popular vote tetapi juga electoral.vote.

Pemilihan Presiden 2016 yang lalu, untuk popular vote dimenangkan oleh Hillary Clinton, tetapi.untuk.electoral vote dimenangkan oleh Donald Trump.

Setidaknya ada 9 Negara Bahagian yang menjadi kunci kemenangan. Menurut hasil survei RCP, 2 minggu sebelum pemilihan Presiden Amerika Serikat, 9 Negara Bahagian ini sudah dimenangi Joe Biden

1. Arizona
Biden unggul 4,0%

2. North Carolina
Biden unggul 2,7%

3. Pennsylvania
Biden unggul 5,6 %

4. Michigan
Biden unggul 7,2%

5. Wisconsin
Biden unggul 6,3%

6. Florida
Biden unggul 1,4%

7. Iowa
Biden unggul 1,2%

8. Georgia
Biden unggul 1,2%

9. Ohio
Biden unggul 0,6%

Selain itu, 700 ekonom Amerika Serikat dan 7 pemenang Hadiah Nobel minta rakyat Amerika Serikat tidak memilih Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat (Merdeka.com, 23 Oktober 2020).

Pertanyaan terakhir, apakah hasil debat (22/10) bisa mengubah hasil survei yang memberi kemenangan kepada Joe Biden.dan permintaan 700 ekonom dan 7 pemenang hadiah Nobel? Penentunya rakyat Amerika Serikat yang berdaulat.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search