Connect with us

KDYMM Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong (25/10/2020) - IG istana_negara

Opini

Raja Malaysia Tolak Berlakukan Keadaan Darurat: Rakyat Malaysia dan Anggota Parlemen Bersyukur

Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

Rakyat Malaysia terutama partai politik dan para anggota parlimen Malaysia pasti menyampaikan rasa syukur yang amat dalam kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah Ahmad Shah karena setelah bermusyawarah pada Ahad 25/10/2020 dengan Raja-raja Melayu dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia telah menolak usulan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk memberlakukan darurat di Malaysia.

PM menyatakan keadaan darurat diperlukan sebagai tanggapan pemerintah terhadap krisis virus Corona.

Akan tetapi, raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah setelah bermusyawarah dengan Raja-raja dari berbagai Negara Bahagian di Malaysia menegaskan dirinya tidak melihat perlunya keadaan darurat.

PM dan Kabinet PN

Keputusan memberlakukan keadaan darurat oleh pemerintah Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah disetujui oleh kabinet yang menggelar sidang darurat pagi hari ini (Ahad, 25/10) menurut laporan The Malaysian Insight.

Ikut hadir dalam sidang kabinet adalah Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia, Kepala Kepolisian Malaysia, dan Jaksa Agung.

Adapun keadaan darurat disebutkan untuk menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19 yang kembali melesat tinggi di Malaysia, serta mengakhiri kemelut politik perebutan kekuasaan yang melanda “Negeri Jiran.”

Semua Ikut Raja

Dalam Undang-Undang Perlembagaan Negara Malaysia, yang berwenang menyatakan “keadaan darurat” bukan Perdana Menteri, tetapi raja Malaysia yang saat ini adalah Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah Ahmad Shah.

Dengan adanya penolakan Raja Malaysia untuk memberlakukan keadaan darurat, maka otomatis keputusan pemerintah tadi pagi (25/10) untuk memberlakukan keadaan darurat di Malaysia tidak dapat diberlakukan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Rakyat Malaysia terutama para anggota Parlemen pasti sangat bahagia karena kalau jadi diberlakukan keadaan darurat, maka akan dilakukan berbagai pembatasan dan boleh jadi parlemen akan dibekukan untuk mengakhiri kemelut politik.

Dengan adanya penolakan Raja Malaysia untuk memberlakukan keadaan darurat, maka pemerintah Perikatan Nasional serta seluruh rakyat Malaysia akan patuh dan mengikuti titah Raja.

Sebaliknya posisi pemerintahan Perikatan Nasional (PM) akan semakin sulit karena para pimpinan partai politik yang mendukung pemerintah (kerajaan) ataupun oposisi (pembangkang) serta para anggota (ahli) parlemen pasti tidak suka adanya usulan Perdana Menteri kepada Raja untuk memberlakukan keadaan darurat dengan alasan covid-19 yang melesat tinggi.

Pasti mereka menganggap, usulan untuk memberlakukan keadaan darurat pada hakikatnya untuk membungkan parlemen Malaysia yang kemungkinan besar tidak meloloskan Budget 2021, yang berarti pemerintah Malaysia jatuh.

Semoga semua masalah yang dihadapi diselesaikan dengan baik melalui mesyuarat (musyawarah) demi bangsa dan negara Malaysia yang maju dan damai.

Baca Juga

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Kamis, 19 Januari 2023, di Putra Jaya, Malaysia menyampaikan pidato yang bertema Membangun Malaysia Madani.

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Malaysia

Kita berharap lawatan PM Anwar Ibrahim di Indonesia yang berlangsung 8-9 Januari 2023 memberi manfaat yang besar, semakin mempererat dan memperkukuh hubungan Indonesia Malaysia di...

Malaysia

Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini, Ahad 8 Januari 2023 melakukan lawatan resmi dua hari di Indonesia.

Malaysia

Besarnya sokongan anggota Parlemen Malaysia kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, dan adanya Undang-Undang yang melarang Ahli Parlimen Malaysia untuk pindah blok seperti dari...

Malaysia

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia menegaskan prioritas saya sekarang adalah mengatasi biaya hidup. Isu dalam kampanye pemilu (PRU) ke-15 adalah meningkatnya biaya hidup (kos...

Malaysia

Dalam rangka memenuhi janjinya, Anwar Ibrahim tolak mobil dinas mewah Mercedez Benz S600, tidak ambil gaji sebagai Perdana Menteri, turunkan gaji menteri.

Malaysia

Anwar Ibrahim merupakan satu-satunya presiden partai dan pimpinan kumpulan partai-partai politik yang berhimpun di Pakatan Harapan) yang berkampanye di seluruh Malaysia.