Connect with us

kelas uic jakarta - twitter musni umar

Pendidikan

Di Masa Pak Jokowi, Mahasiswa (i) UIC Tidak Akan Dapat Pekerjaan: Apa Benar Pak Rektor?

Mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun calon penerima beasiswa diundang ke UIC, disamping urusan akademik, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mendengarkan ceramah rektor Universitas Ibnu Chaldun.

Saya memulai tulisan ini dengan mengemukakan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020. Di Jakarta, ada yang memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan demo di Istana Negara, demo di Depan Gedung DPR/DPD/MPR RI., demo di Tugu Proklamasi Jakarta dan berbagai aktivis lain.

Di daerah, mahasiswa memperingati Sumpah Pemuda dengan demo di DPRD, long march di jalanan, diskusi dan lain sebagainya.

Mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun, calon penerima beasiswa, memperingati Hari Sumpah Pemuda, berkumpul di Aula Prof Dr Bahder Djohan, Universitas Ibnu Chaldun dengan menerapkan 3 M yaitu Menjaga jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan.

Mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun calon penerima beasiswa diundang ke UIC, disamping urusan akademik, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mendengarkan ceramah rektor Universitas Ibnu Chaldun.

Tantangan Berat

Sebagai rektor dan sosiolog yang memimpin Universitas Ibnu Chaldun yang tengah tumbuh dan berkembang setelah terpuruk akibat dilanda konflik, Musni Umar menyadari beratnya tantangan yang dihadapi akibat persaingan bebas di segala bidang kehidupan.

Oleh karena itu, untuk eksis ditengah persaingan keras dan terbuka dalam segala bidang kehidupan, saya harus kerja keras.

Secara internal, saya memperbaiki akademik dan akreditasi program studi dan institusi, meningkatkan jumlah mahasiswa, mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Secara eksternal, saya menulis tiap hari yang dipublikasikan di arahjaya com, membuat konten yang dipublikasikan di You tube, Instagram, aktif di Twitter, Facebook, dan wawancara dengan media serta menjadi narasumber.

Semua itu saya lakukan dalam upaya menarik gerbong UIC guna menaikkan posisinya ditengah-tengah persaingan yang keras.

Selain itu, sebagai rektor dan sosiolog tidak ingin termarjinalisasi dalam persaingan, sehingga harus bekerja keras.

Harus Bersyukur

Selanjutnya Musni Umar menyampaikan kepada para mahasiswa calon penerima beasiswa, pertama, untuk bersyukur kepada Allah karena melalui Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Kedua, bisa menerima beasiswa, yang tidak semua orang bisa memperolehnya.

Ketiga, Universitas Ibnu Chaldun merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia yang didirikan para tokoh terkemuka di masa dahulu seperti Parada Harahap, wartawan senior/pendiri LKBN Antara, H. Zainal Abidin Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, Dr. Ali Akbar, tokoh Muhammadiyah.

Adapun yang memberi nama Universitas Ibnu Chaldun adalah Prof. Dr. Osman Raliby, cendekiawan Muslim kelahiran Aceh yang lama belajar di Mesir dan Jerman dan banyak menguasai bahasa asing.

Keempat, Universitas Ibnu Chaldun telah melahirkan banyak tokoh terkemuka di Indonesia seperti Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI., Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Agama RI, H. Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI, AM. Fatwa dan lain-lain.

Tidak Dapat Pekerjaan

Dalam tanya jawab, seorang mahasiswa bertanya bahwa dia dapat postingan di YouTube bahwa mahasiswa UIC tidak akan dapat pekerjaan di era Jokowi.

Saya menjawab, pada periode l saya adalah relawan Jokowi, menulis buku “Jokowi Satrio Piningit Indonesia.”

Pada periode ke ll, saya mendukung Prabowo Subianto, tapi saya tidak pernah menjelekkan Jokowi.

Postingan di YouTube itu, bukan saja mahasiswa UIC yang tidak bisa dapat pekerjaan, tetapi seluruh mahasiswa dan alumni Perguruan Tinggi tidak bisa mendapat pekerjaan karena pertumbuhan ekonomi kita minus.

Akibat covid-19 banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), banyak pengangguran lama yang belum dapat pekerjaan, serta pencari kerja baru setiap tahun sekitar berjumlah 3 juta orang.

Pilihan paling tepat mempersiapkan diri dengan belajar.

Selain itu, sejak menjadi mahasiswa (i) sudah bangun usaha baru yang diharapkan bisa menggerakkan ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Sebagai bentuk keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggelar Istighotsah doa bersama. Dengan harapan, semoga Allah mengabulkan doa kita sehingga bangsa Indonesia yang...

Pendidikan

Pada 11 Juni 2021 Universitas Ibnu Chaldun dengan akronim UIC, memperingati milad ke-65 tahun secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pendidikan

Dalam rangka memperingati 50 Tahun YISC Al-Azhar, pada 6 Juni 2021 saya, Tony Rasyid dan Faisal Basri diundang menjadi pembicara dengan topik Literasi Sebagai...

Opini

Pendidikan adalah investasi yang mahal dan bersifat jangka panjang. Maka, pemimpin yang tidak memiliki visioner, lebih memilih pembangunan ekonomi dengan membangun jalan, jembatan dan...

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Pendidikan

Sejak lama saya berpendapat bahwa kunci kemajuan Indonesia terletak pada pendidikan yang berkualitas. Agar kita dapat menjadikan Indonesia Emas 2045 milik rakyat Indonesia, kita...

Pendidikan

Saya berharap kepada umat Islam dimanapun berada dan apapun profesi yang ditekuni untuk berlomba menyumbangkan sebagian kecil rezekinya, ikut membangun Masjid Hikmatul Ilmi Universitas...

Pendidikan

Dr. Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation, yang juga imam Masjid di New York, WNI kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan mempunyai gagasan besar dan luar biasa...