Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW: tumbuh dari ketertarikan dan kekaguman Terhadap Sifat dan Akhlaknya

 In Lainnya, Opini

Cinta kepada Nabi Muhammad SAW tumbuh dan berakar dikalangan umat Islam, karena dorongan iman dan takwa kepada Allah dan Rasulnya, serta ketertarikan dan kekaguman atas sifat-sifat Muhammad SAW yang mulia dan agung seperti sidiq, amanah, tabligh dan fathanah.

Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Universitas Ibnu Chaldun Jakarta secara virtual dengan pembicara Dr. HM. Gamari Sutrisno, MPS dan Dr. H. Muhammad Sidiq, M.Si (4/11/2020).

Meneladani Rasulullah

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun saat memberi sambutan mengemukakan bahwa cinta kepada Rasulullah harus selalu diperbaharui dan ditingkatkan. Cinta akan menghadirkan semangat, pembelaan dan kerelaan untuk berkorban.

Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta dan umat Islam diharapkan selalu meningkatkan cinta kepada Rasulullah. Dengan mencintai beliau, kita semakin bersemangat untuk meneladani kejuangan dan pengorbanannya dalam membangun kebesaran dan kejayaan Islam dan umat Islam.

Tantangan yang Dihadapi

Wakil Rektor Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri Universitas Ibnu Chaldun Dr. HM. Gamari Sutrisno dalam ceramahnya mengemukakan beratnya tantangan yang dihadapi, tidak saja menghadapi orang-orang kafir tetapi juga orang-orang munafik.

Orang-orang munafik (munafikum) sangat berbahaya. Dia mengemukakan dua macam orang-orang munafik. Pertama, munafik i’tiqady. Kedua, munafik ‘amaly.

Munafik i’tiqady yaitu
pelakunya menampakkan keislaman tetapi menyembunyikan kekufuran. Sedang munafik ‘amaly adalah melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik, tetapi masih tetap ada iman di dalam hatinya.

Oleh karena itu, diperlukan persatuan, kekuatan politik dan perjuangan untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Cinta Ukasyah kepada Nabi

Dekan Fakultas Agama Islam Dr. H. Muhammad Sidiq menceritakan dengan penuh haru dan menggetarkan hati, kisah Ukasyah, sahabat Nabi Muhammad SAW dari kaum Muhajirin ikut dalam perang Badar yang dimenangkan kaum muslimin.

Cintanya dan pembelaannya terhadap Nabi Muhammad SAW, Ukasyah bin Mihshan digaransi oleh Rasulullah masuk ke dalam syurga.

KH. Imam Zakwan, wakil dekan Fakultas Agama Islam sebelum menutup peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan doa, dia menceritakan kisah nyata tiga jenazah di lokasi yang berbeda diantaranya di Bogor sudah meninggal bertahun-tahun lamanya kain kafan dan jenazahnya masih utuh tidak hancur.

Ada yang meneliti apa yang dilakukan tiga orang itu dimasa hidupnya. Ditemukan 1) Suka shalat tahajjud 2) suka shalat jamaah 3) suka baca Al-Qur’an 4) suka shalat Dhuha 5) Suka jaga wudhu 6) suka bersedekah 7) suka istigfar (minta ampun kepada Allah).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara virtual yang dilaksanakan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta diikuti Dr. Sri Sugiarti, Wakil Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC), Dr Baharuddin, wakil rektor bidang akademik, Dr. Farizal Marlius, wakil rektor bidang keuangan dan administrasi, Dr Rahmah Marsinah, wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni, para dekan, wakil dekan, kaprodi, dosen dan para mahasiswa (i) Universitas Ibnu Chaldun.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search