Connect with us

Libur panjang berakhir, saatnya beraktivitas kembali. - IG yassir_fahmi #jakartaterkini

DKI Jakarta

Politik Identitas: Jakarta Amburadul?

Salah satu momentum yang dipergunakan untuk menghajar Anies ialah pernyataan Megawati Soekarno Puteri yang mengatakan bahwa “Jakarta Amburadul.”

Kemarahan para loyalis Ahok belum reda. Mereka belum move on, walaupun sudah berlalu 3 tahun, saat Ahok kalah dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

Salah satu momentum yang dipergunakan untuk menghajar Anies ialah pernyataan Megawati Soekarno Puteri yang mengatakan bahwa “Jakarta Amburadul.”

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut mengundang komentar pendukung Ahok dengan mengatakan bahwa Jakarta amburadul karena memilih Anies, menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan “politik identitas.”

Immanuel Ebenezer, Ketua Relawan Jokowi Mania Jo-man dalam diskusi di RRI Pro 3 (12/11), menyerang politik identitas yang digunakan dalam pemilihan Gubernur DKI sehingga terpilih Gubernur yang hanya bisa berkata-kata yang membuat Jakarta amburadul.

Diamalkan Dimana-mana

Di Indonesia, dalam era demokrasi, rakyat sudah lazim menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan.

Sulawesi Tenggara sebagai contoh, Suku Tolaki yang mendiami daratan Sulawesi Tenggara, setiap pemilihan Gubernur, mereka selalu menggunakan suku sebagai politik identitas untuk mempersatukan mereka dalam kontestasi pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara.

Papua, dalam pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota, saya menduga rakyatnya menggunakan politik identitas sebagai warga Papua yang mayoritas beragama Nasrani, dalam memilih pemimpin dari kalangan mereka.

Begitu pula di Manado dan Nusa Tenggara Timur (NTT), wajar dan tidak pernah kita persoalkan, rakyat di daerah itu memilih pemimpin dari kalangan mereka yang mayoritas beragama Nasrani.

Begitu pula rakyat Jakarta, tidak ada yang salah, kalau mereka memilih Gubernur berdasarkan politik identitas, yang mayoritas warga Jakarta adalah Muslim.

Malaysia, negara jiran dalam mengamalkan demokrasi, mereka mengamalkan politik identitas dengan isu “Pribumi” atau “Bumiputra.”

UMNO (United Malay National Organization) merupakan partai politik bertua di Malaysia yang menggunakan politik identitas Melayu dan Islam.

Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia mendirikan Parti Pribumi Malaysia Bersatu (Parti Bersatu) melaksanakan politik identitas untuk menggalang pemilih dari etnis Melayu.

India, Partai Bharatiya Janata yang sedang berkuasa di India, juga menggunakan politik identitas untuk menggalang rakyat India yang mayoritas beragama Hindu.

Amerika Serikat, Donald Trump dari Partai Republik menjalankan politik identitas dengan supremasi kulit putih dan anti imigran.

Jakarta Tidak Amburadul

Untuk melawan pernyataan ibu Megawati bahwa Jakarta amburadul, sangat mudah, diantaranya dengan mengemukakan sebagian kecil prestasi yang ditorehkan Jakarta saat dipimpin Anies Baswedan, Ph.D., antara lain:

Pertama, berpuluh-puluh penghargaan yang diraih Jakarta dari instansi pemerintah seperti BPK, KPK, KemenpanRB RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI serta penghargaan dari swasta dalam dan luar negeri.

Kedua, Jakarta Raih Top 50 Smart City Government dari. 140 kota di dunia (2019).

Ketiga, Jakarta Raih Penghargaan Kota Terbaik di Dunia dalam Suistanable Transport Award (2021).

Keempat, Jakarta borong 9 penghargaan di bidang Kehumasan dari Public Relations Indonesia Award (2020).


https://www.instagram.com/p/CHJxwJbg2UX/

Mereka mengatakan bahwa berbagai penghargaan yang diraih Jakarta merupakan hasil kerja Jokowi, Ahok dan Djarot, Anies hanya melanjutkan.

Satu hal yang aneh, kalau keberhasilan dalam membangun DKI diaku sebagai karya mereka. Sebaliknya kalau ada masalah dianggap sebagai kegagalan dan tanggung jawab Anies.

Akan tetapi, papun yang dikatakan, rakyat Jakarta sudah cerdas. Mustahil Jakarta meraih berpuluh-puluh penghargaan jika Jakarta amburadul yaitu centang perenang, berantakan, dan porak-peranda.

Walaupun begitu, sebaiknya Gubernur, Wakil Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov. DKI sampai di Kelurahan, Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), pernyataan ibu Megawati dijadikan sebagai cambuk dan pendorong untuk bekerja lebih keras lagi guna mewujudkan jargon Anies “maju kotanya bahagia warganya.”

Baca Juga

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

DKI Jakarta

Peresmian empat gedung sekolah Net Zero 2022 dari SD Negeri Ragunan 08, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2022) merupakan karya yang luar biasa karena...

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.