Connect with us

Selamat Hari Pahlawan ?? - IG doneight #10november2020

Dunia Usaha

Utang Menggunung: Besar Pasak Dari Tiang, Bagaimana Mengatasinya?

Dalam bulan November 2020, setidaknya ada tiga negara yang memberi pinjaman (utang) kepada pemerintah Indonesia.

Dalam bulan November 2020, setidaknya ada tiga negara yang memberi pinjaman (utang) kepada pemerintah Indonesia.

Pertama, pemerintah Australia memberi pinjaman (utang) kepada pemerintah Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 15,4 triliun ( Republika.co.id., Rabu , 18 Nov 2020, 10:12 WIB)

Kedua, pemerintah Jerman memberi pinjaman (utang) kepada pemerintah Indonesia sebesar 550 juta euro atau sekitar Rp 9,1 triliun (Tempo.co., Kamis, 19 November 2020 11:57 WIB)

Ketiga, pemerintah Indonesia mendapat pinjaman dari Amerika Serikat US$ 7500 juta atau Rp 10,5 triliun (CNBC Indonesia,19 November 2020 07:51)

Utang Menggunung

Pada 12 Oktober 2020 Bank Dunia mengeluarkan data International Debt Statistics. Dalam data itu, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan Utang Luar Negeri (ULN) terbesar di antara negara berpendapatan menengah dan rendah

Jumlah utang Indonesia mencapai USD 402 miliar, atau sekitar Rp 5.889 triliun (kurs Rp 14.650 per dolar Amerika Serikat).

Sedangkan berdasarkan data Bank Indonesia, pada Agustus 2020, jumlah utang luar negeri Indonesia mencapai USD 413,4 miliar (LIPUTAN6, 20 Okt 2020, 18:15 WIB).

Dr. Bhima Yudhistira, peneliti INDEF mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mewariskan utang kepada setiap WNI debesar Rp20,5 Juta. “Utang pemerintah Indonesia Rp5.594,9 triliun per Agustus 2020 dibagi 272 juta penduduk,” kata Bhima kepada IDN Times, Selasa (20/10/2020).

Jumlah tersebut belum termasuk utang baru dalam bukan November 2020 yang didapat pemerintah Indonesia dari Australia, Jerman dan Amerika Serikat.

Pemberi Utang

Berbagai negara telah memberi utang kepada pemerintah Indonesia. Negara pemberi utang terbesar kepada pemerintah Indonesia:

Pertama, Singapura. Total pinjaman yang digelontorkan Negeri Singa untuk Indonesia mencapai US$ 69,1 miliar atau setara dengan Rp 977 triliun.

Singapura merupakan salah satu pusat keuangan di kawasan Asia Tenggara. Banyak negara yang mendapat pinjaman atau utang dari negara itu termasuk Indonesia.

Kedua, Amerika Serikat (AS). Negara adidaya itu sering disebut sebagai kiblat kapitalisme global. Total utang luar negeri Indonesia kepada AS mencapai US$ 29,3 miliar atau setara dengan Rp 414,2 triliun per September 2020. Jumlah tersebut belum termasuk Rp 10 triliun lebih yang baru saja (bulan November 2020) ditandatangani di Washington, Amerika Serikat.

Ketiga, Jepang. Negeri Sakura terkenal sebagai negara pemberi utang kepada dunia. Utang luar negeri Indonesia kepada Jepang tercatat mencapai US$ 28,7 miliar (Rp 405,8 triliun) atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan utang luar negeri Indonesia kepada Amerika Serikat.

Ada laporan yang menyebutkan bahwa Jepang merupakan pemberi utang terbesar kepada Indonesia.

Besar Pasak Dari Tiang

Saya bukan pakar utang sehingga tidak punya konsep bagaimana membayar utang yang sudah menggunung.

Akan tetapi kalau belajar dari kehidupan rumah tangga, maka kalau sebuah rumah tangga seperti kata pepatah “besar pasak daripada tiang, maka rumah tangga itu rapuh dan mudah berantakan.

Demikian juga, negara kalau pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, maka negara itu lemah dan potensi untuk pecah dan berantakan cukup besar.

Oleh karena, negara kita sudah seperti kata pepatah tersebut, maka kita harus hidup sederhana, hidup prihatin, tidak boros, tidak korupsi, tidak membeli sesuatu yang tidak urgent, tidak membangun apapun jika sumber pembiayaannya dari utang.

Selanjutnya, kita harus mencari sumber penerimaan negara yang bisa menutupi seluruh pengeluaran, harus ada inovasi dan kreativitas untuk membangun yang sumber pembiayaannya bukan dari utang. Jika perlu sebuah pulau dikontrakkan kepada pihak asing untuk jangka 50 tahun lamanya agar ada penerimaan dana untuk negara.

Kalau pola yang dilakukan seperti sekarang, terus berutang dan berutang, maka umur Indonesia bisa tidak mencapai 100 tahun. Maka, berhentilah berutang dan mulailah hidup baru dengan hemat, sederhana dan efisien.

Baca Juga

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.

Dunia Usaha

Investasi China kini telah menggantikan Jepang sebagai mitra dagang terbesar Indonesia. Di era Jokowi, pemerintah menggandeng China untuk berinvestasi di sejumlah proyek infrastruktur besar...

Lainnya

Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) supaya dilakukan penyederhanaan birokrasi termasuk penyetopan rekrutmen CPNS.

Sosial

Dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan baik dalam sebuah negara maupun antar negara, harus selalu siap sebagaimana ungkapan "Si vis Pacem Para Bellum" (Jika...

Politik

Media beritakan, alasan utama Jenderal TNI Purn. Fachrul Razi ditunjuk menjadi Menteri Agama RI untuk menangani radikalisme. Alasan pengangkatan Jenderal TNI Pur n. Fachrul...

Dunia Usaha

Pada tahun 2020, pemerintah akan kembali menarik utang baru sebesar Rp351 triliun. DPR RI telah merestui pemerintah untuk menarik utang baru. Mengadakan utang baru...

Sosial

Wacana mau beli mobil baru, sah-sah saja, tetapi harus dilihat dari kemampuan keuangan negara. Sebaiknya dana untuk membeli mobil mewah untuk para menteri dan...

Pemilu

Dalam debat Calon Wakil Presiden RI  17 Maret 2019 di Hotel The Sultan Jakarta, KH. Ma'ruf Amin, Cawapres RI No. 1 menjanjikan jika Jokowi-Ma'ruf...