Musni Umar Socmed

Search

IG #baliho

Lainnya

TNI Turunkan Baliho HRS: Penting Politik Merangkul dan Mempersatukan

Dampak penurunan baliho HRS oleh aparat TNI telah menimbulkan masalah baru.

Bangsa Indonesia menghadapi banyak sekali masalah, sehingga kita sulit memilah dan menentukan mana akar masalah dari sekian banyak masalah.

Akibatnya, kita mengatasi yang bukan masalah utama. Kasus penurunan baliho HRS sebagai contoh, ramai diberitakan media mainstream, media sosial dan Kodam V Jaya ramai dapat kirim bunga, tetapi tidak menghadirkan pemecahan masalah utama yang dihadapi bangsa yaitu Covid-19 yang telah menimbulkan kebangkrutan ekonomi, dan sosial. Selain itu, masalah utang Indonesia yang sudah amat besar jumlahnya serta masalah ketidak-adilan dalam segala bidang.

Dampak Penurunan Baliho

Baliho Imam Besar HRS yang tersebar di berbagai sudut jalan, sudah sepatutnya diturunkan karena HRS sudah tiba dengan selamat di Indonesia.

Akan tetapi dampak penurunan baliho HRS oleh aparat TNI telah menimbulkan masalah baru.

Pertama, di satu sisi ada yang memberi apresiasi, tetapi lebih banyak lagi yang mengeritik karena bukan tupoksi TNI menurunkan baliho.

Kedua, TNI dianggap melakukan politik praktis dan tidak netral. Pada hal TNI harus menjadi kekuatan bangsa dan negara yang netral dan mempersatukan.

Ketiga, TNI dianggap menurunkan maruahnya sebagai kekuatan bangsa dan negara karena terlibat langsung menurunkan baliho HRS.

Keempat, semakin memecah-belah masyarakat karena semakin terpolarisasi masyarakat antara yang pro pemerintah dan kontra pemerintah.

Kelima, muncul kesan bahwa TNI menganggap HRS dan para pendukungnya merupakan musuh politik yang harus dihabisi. Pada hal dalam demokrasi, wajar ada kelompok oposisi yang mengeritik pemerintah.

Merangkul dan Mempersatukan

Bangsa dan negara yang sedang menghadapi banyak masalah dampak dari covid-19 telah menghadirkan krisis dalam berbagai bidang, sejatinya kita merangkul dan mempersatukan semua kekuatan bangsa.

Dalam keadaan apapun apalagi dalam kondisi krisis, politik merangkul dan mempersatukan merupakan pilihan strategis yang harus dilakukan.

Setidaknya ada tiga alasan, mengapa politik merangkul dan mempersatukan harus dikedepankan.

Pertama, persatuan Indonesia merupakan sila ke-2 dari Pancasila yang harus selalu diamalkan oleh bangsa Indonesia. Dalam rangka pengamalan sila ke-2 dari Pancasila, TNI harus berada di garda terdepan.

Kedua, untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa dan negara yang sangat banyak, apalagi dalam masa resesi seperti sekarang, diperlukan partisipasi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, penting mewujudkan politik merangkul.

Ketiga, bangsa Indonesia sangat majemuk. Oleh karena itu, penting merangkul dan mempersatukan semua kelompok dari berbagai etnis, suku, agama, ras dan golongan.

Dalam hubungan itu, TNI dan ulama dapat berperan merangkul dan mempersatukan masyarakat, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan terpelihara di tengah-tengah masyarakat.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.

Opini

Menurut Natalius Pigai, negara wajib mencari bukti dugaan pelanggaran HAM berat terhadap tewasnya enam laskar FPI.

Politik

UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi "Negara Indonesia adalah negara hukum". Konsekuensi Indonesia negara hukum, maka segala kehidupan kenegaraan harus selalu berdasarkan...

Lainnya

Bukan saja teringat kebaikan FPI dalam bidang kemanusiaan, tetapi salut atas kesikapan FPI yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang mengalami...

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.

Opini

Saya bukan anggota apalagi pengurus Front Pembela Islam (FPI). Akan tetapi, sebagai sosiolog dan akademisi, saya merasa sangat prihatin atas pembubaran dan pelarangan FPI...