Connect with us

logo majelis ulama indonesia

Lainnya

MUI Garda Pemersatu: Indonesia Kini Lebih Terpecah Belah

MUNAS MUI ini dipandang sangat penting karena bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim harus berpartisipasi dalam pembangunan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25-27 November 2020 akan menggelar Musyawarah Nasional MUNAS MUI bertempat di Hotel The Sultan, Jakarta.

MUNAS MUI ini dipandang sangat penting karena bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim harus berpartisipasi dalam pembangunan.

Salah satu bentuk partisipasi yang penting dilakukan adalah selalu memberi nasihat kepada umat dan pemerintah untuk mewujudkan amar ma’ruf nahi munkar.

Selain itu, memandu umat untuk terus mewujudkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah.

Kita Terpecah Belah

Bangsa Indonesia saat ini semakin terpecah belah. Sebagai sosiolog, saya melihat Indonesia dengan penuh prihatin.

Adapun penyebab Indonesia semakin terpecah belah antara lain:

Pertama, politik belah bambu. Salah satu penyebab bangsa Indonesia semakin pecah belah karena diamalkan politik belah bambu. Mereka yang dianggap mendukung penguasa diangkat setinggi-tingginya dan diistimewakan, sementara mereka yang dianggap tidak mendukung penguasa ditekan dan diperlakukan tidak adil bahkan ditindas dengan cap radikal, intoleran, ekstrim dan sebagainya.

Politik belah bambu yang bersifat devide et impera terus dipelihara dan diamalkan, sehingga ukhuwah Islamiyah hancur, begitu pula ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah.

Kedua, penggunaan buzzerp untuk melawan mereka yang menyampaikan kritik, saran, nasihat kepada pemerintah. Apalagi para buzzerp menyerang pribadi ulama, pemimpin, cendekiawan dan siapapun yang dianggap berseberangan dengan istana. Mereka menulis serangan di media sosial seperti di YouTube, Twitter, Facebook dan lain sebagainya untuk menghancurkan yang dianggap lawan atau pesaing istana, sehingga bangsa Indonesia semakin pecah belah.

Ketiga, ketidakadilan dalam segala aspek telah menambah perpecahan di kalangan bangsa Indonesia. Dalam bidang hukum sebagai contoh pelanggaran protokol kesehatan dengan kerumunan massa yang dilakukan Gibran, putera sulung Presiden Jokowi dalam Pillada Di Solo, dan Bobby Nasution, mantu Presiden Jokowi di Medan, beda perlakuan hukum dengan pesta pernikahan puteri Habib Rizieq Syihab dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petambutan, Jakarta.

Begitu pula ketidakadilan dalam bidang ekonomi sangat menyayat hati karena segelintir orang menguasai ekonomi Indonesia dan tidak ada kebijakan dan upaya maksimal untuk mengatasi ketidakadilan ekonomi. Dalam realitas, justeru berkolaborasi penguasa dan pengusaha dalam mengendalikan Indonesia. Kondisi demikian semakin memecah belah bangsa Indonesia.

Keempat, ketimpangan sosial. Ketimpangan sosial tidak lain adalah keadaan yang timpang dan tidak seimbang di masyarakat yang mengakibatkan perbedaan yang mencolok terutama berkaitan dengan perbedaan penghasilan yang sangat tinggi antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah. Ketimpangan sosial ini mengerikan karena bisa menjadi bom waktu.

Kelima, produk hukum yang memihak kepada yang kuat dan pemodal seperti Undang-undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan sebagainya.

Peran MUI

Majelis Ulama Indonesia sebagai tempat berhimpunnya para pakar dalam dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sangat diharapkan peran mereka, tidak hanya dalam bidang keagamaan dalam arti sempit, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara luas.

Oleh karena itu, tidak ketua umum yang harus dipilih dalam Munas MUI, tetapi juga para pakar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sebaiknya diundang untuk menjadi pengurus, tim pakar, dan atau anggota dewan pertimbangan MUI pusat.

Ini sangat penting dalam upaya mewujudkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai institusi yang handal, selalu berada digarda terdepan dalam mempersatukan bangsa Indonesia dengan tiga pendekatan yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah.

Baca Juga

DKI Jakarta

Salah satu wujud partisipasi dan kolaborasi Transjakarta yang paling mutakhir ialah menyukseskan shalat Idul Adha di JIS dengan menyediakan bus Transjakarta dari berbagai lokasi.

Lainnya

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim...

Pemilu

Sudah puluhan kali Presidential Threshold (PT) digugat ke Mahkamah Konstitusi (PK), tetapi baru kali ini PKS sebagai partai politik yang dianggap memiliki legal standing...

Politik

Presiden PKS Ahmad Syaikhu: bangsa Indonesia membutuhkan politik kolaborasi, bukan segregasi apalagi polarisasi. Politik yang menjadikan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan individu,...

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

Politik

Hari ini 28 Syawal 1443 H bertepatan dengan 29 Mei 2022, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaksanakan perayaan Milad PKS ke-20. Perayaan ini dilaksanakan di...

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.