Musni Umar Socmed

Search

Berita duka M. Suaib Didu dan Mulyadi P. Tamsir

In Memoriam

In Memoriam Suaib Didu (Adik Said Didu) dan Mulyadi P. Tamsir: Tokoh Muda- Pejuang Islam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan, Wakil Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibnu Chaldun, datang bersilaturrahim ke saya di Universitas Ibnu Chaldun.

Tidak ada yang tahu kapan ajal manusia akan datang, di mana dan apa penyebabnya.

Allah hanya menegaskan dalam Alqur’an Surah Al-‘Ankabut ayat 57:
Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja’ụn. Artinya: Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Selain itu, dalam Surah Annisa ayat 78 Allah berfirman: “Ainama takunu yud rik kumul mautu walau kuntum fi burujim musayyadah.” Artinya: “Dimanapun engkau berada, mati akan datang juga, meskipun kamu bersembunyi didalam benteng yang kuat”

Dua ayat tersebut, itulah yang dialami Muhammad Suaib Didu, mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang wafat karena Covid-19.

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan, Wakil Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibnu Chaldun, datang bersilaturrahim ke saya di Universitas Ibnu Chaldun.

Masalah yang kita bicarakan, kontribusi apa yang bisa disumbangkan kepada rakyat, bangsa dan negara dalam kondisi Covid, sebab tidak ada tahu secara pasti kapan covid akan berakhir.

Almarhum menawarkan gagasan untuk berkolaborasi membangun sektor pertanian karena Universitas Ibnu Chaldun memiliki Fakultas Pertanian. Menurut dia, masa depan kita pada sektor pertanian.

Untuk mewujudkan gagasan Alm. Muhammad Suaib Didu, saya minta Dr. Akrab Najamuddin, Dekan Fakultas Pertanian untuk bersama dengan beliau dan Dr. Muhammad Sulhan untuk mendirikan koperasi sebagai wadah usaha bersama dengan para petani untuk merealisasikan pembangunan sektor pertanian.

Dr. Akrab Najamuddin, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ibnu Chaldun telah melaporkan bahwa Koperasi sudah dibentuk dan tahun 2021 akan mulai jalan.

Akan tetapi Allah menentukan lain, karena pada 9 Januari 2021, Muhammad Suaib Didu, telah dipanggil oleh Allah untuk selamanya. Kita merasa kehilangan karena beliau sulit digantikan oleh siapapun. Sebagai aktivis, dia memiliki semangat untuk maju, kaya akan gagasan, luas pergaulan, tinggi tingkat solidaritas terhadap sahabat seperjuangan, rendah hati, cerdas dan ketaqwaannya kepada Allah luar biasa.

Mulyadi P. Tamsir

Tidak ada yang mengira Mulyadi P. Tamsir, Ketua Umum PB HMI periode 2015 – 2017, akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya karena musibah Sriwijaya Air yang jatuh diperairan Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Mulyadi P. Tamsir yang lahir di Lampung 39 tahun yang lalu, baru bulan November 2020 melangsungkan pernikahan dengan Makrufatul Yeti Srianingsih.

Suami isteri beserta mertua perempuan berada di pesawat Sriwijaya Air yang mengalami musibah dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Pada masa Mulyadi P. Tamsir menjabat Ketua Umum PB HMI beberapa kali saya undang untuk menghadiri diskusi bulanan dengan Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera KAHMI yang saya pimpin. Para senior KAHMI ingin mendengar perkembangan HMI terutama proses pengkaderan.

Mulyadi P. Tamsir, orangnya sederhana, cerdas dan banyak informasi yang amat penting untuk melindungi umat, bangsa dan negara.

Dia adalah kader HMI yang mumpuni, yang telah bermetamorfosis menjadi kader bangsa dan negara di masa depan, tetapi seperti halnya dengan Muhammad Suaib Didu, keduanya menemui ajal dalam umur yang masih muda.

Walaupun begitu, Mulyadi P. Tamsir dan Muhammad Suaib Didu telah mewakafkan hidup dalam perjuangan memajukan Islam dan umat Islam di Indonesia melalui HMI dan GPII.

Pelajaran dan kenangan yang bisa dipetik dari kedua tokoh tersebut ialah jadikan hidup ini sebagai tempat berjuang sejak muda sampai tua untuk memajukan Islam, umat Islam, bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Selamat jalan Muhammad Suaib Didu dan Mulyadi P. Tamsir. Semoga Allah menerima perjuangannya selama hidup dan menjadi amal ibadah kepada Allah yang pahalanya berlipat ganda. Aamiin

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

Covid-19

Ada perbedaan perlakuan yang amat menyolok menikah saat pandemi, antara resepsi perkawinan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dengan Syarifah Najwa Syihab (Puteri HRS) dan...

In Memoriam

Ustaz Nawir, ustaz Abdul Salam dan ustaz Muhiddin adalah alumni Pondok Pesantren Al Khairat, Palu, Sulawesi Tengah. Saya mengajak ketiga ustaz tersebut bersama tokoh...

DKI Jakarta

Untuk menggerakkan kembali ekonomi yang lesu akibat Covid-19 tidak mungkin kalau warga tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

In Memoriam

Kepergian Artidjo Alkostar menyedihkan kita semua, karena kita kehilangan seorang tokoh yang gigih menegakkan keadilan dan kebenaran pada saat dia menjadi hakim agung RI.

Covid-19

Suka tidak suka dan mau tidak mau harus diakui bahwa Jakarta leader dalam melawan Covid-19.

Covid-19

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

In Memoriam

Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, yang wafat pada 14 Februari 2021 karena sakit dalam usia 67 tahun. Civitas Universitas Ibnu...