Musni Umar Socmed

Search

Pesan Beddu Amang: Mengurus KKSS Harus Ikhlas dan Jangan Ada Kepentingan - pinisi.co.id

Lainnya

In Memoriam Prof. Dr. H. Beddu Amang, MA, Pejuang dan Kabulog RI

Prof Dr H Beddu Amang, MA yang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936 – meninggal 9 Januari 2021 dalam umur 84 tahun) adalah putera terbaik bangsa Indonesia.

Betapapun hebatnya manusia, tidak ada yang mampu menolak kematian. Allah telah menegaskan dalam Alqur’an surat Al ‘Ankabut ayat 57:
“Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja’ụn.” Artinya: Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Manusia menganggap bahwa kematian adalah sebagai musibah. Maka Allah mengajarkan kepada manusia yang beriman dengan firmanNya sebagaimana tercantum dalam Alqur’an surat Ali Imran ayat 156:

Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn.” Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepadaNya).

Prof Dr H Beddu Amang, MA yang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936 – meninggal 9 Januari 2021 dalam umur 84 tahun) adalah putera terbaik bangsa Indonesia.

Wafatnya Prof Dr Beddu Amang, MA beliau, bangsa Indonesia kehilangan puteranya terbaiknya. Begitu pula, keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), keluarga besar masyarakat Sulawesi Selatan serta umat Islam Indonesia pada umumnya.

Beddu Amang sejak muda sudah aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Setelah menjadi mahasiswa aktif di HMI. Puncak keaktifannya menjadi Ketua PB HMI.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (1977), lalu pendidikan S2 dan S3 dalam bidang Pembangunan Ekonomi dari University of California, Davis di Amerika Serikat, masing-masing pada tahun 1981 dan 1984.

Beddu Amang pernah menjadi Asisten I Menteri Negara Pangan (1993-1996), sebelum diangkat sebagai Kepala Bulog periode 1995-1998. Ia pernah juga menjadi Deputi Pengadaan dan Penyaluran Bulog (1998-1999). Beddu pernah menjabat pula sebagai Ketua Umum PP PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) selama dua periode: 1993-1996 dan 1996-1999.

Selain itu ia pernah menjabat sebagai Presiden ASAE (Asian Society of Agricultural Economist) periode 1996-1999. Sejak Juli 1997 diangkat sebagai Guru Besar Luar Biasa di Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang. Ia menulis banyak artikel pada berbagai Jurnal Ilmiah dan Semi-Ilmiah, menulis sejumlah buku yang terkait dengan pangan diterbitkan oleh PT Dharma Karsa Utama Jakarta, dan menyampaikan berbagai makalah dalam pertemuan ilmiah di dalam dan luar negari, serta menjadi ketua penyunting untuk buku Ekonomi Kedelai (1996) dan Ekonomi Minyak Goreng (1996) yang diterbitkan oleh IPB Press.

Aktif Bidang Sosial

Prof Dr H Beddu Amang, selain aktif di bidang pemerintahan, juga aktif dalam bidang sosial.
Bersama Akbar Tandjung ikut mendirikan Yayasan Bina Insan Cita, tempat pelatihan para kader HMI yang terletak di Jalan Lafran Pane Depok, Jawa Barat.

Selain itu, bersama para alumni HMI seperti Dr (HC) Muhammad Jusuf Kalla, Dr. Akbar Tandjung, Dr. Ahmad Ganis, Dr. Fahmi Idris dan lain-lain ikut mendirikan KAHMI Center di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, tempat berkantornya Majelis Nasional KAHMI, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Dengan demikian, tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa Prof. Dr. Ir. H. Beddu Amang, MA adalah pejuang bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

Selamat jalan Prof Dr Ir Beddu Amang, MA. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya dan mengampuni segala dosa dan kesalahannya.
“Allahummagfir lahu warhamhu, ma ‘afihi wa’fu anhu….”

Baca Juga

Lainnya

Saya amat terkejut membaca di media sosial bahwa Ustaz Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Covid-19

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

Lainnya

Dr. KH. Noer Iskandar, SQ adalah adik kelas saya di Perguruan Tinggi Ilmu Alqur'an (PTIQ). Tidak hanya teman satu sekolah, teman satu asrama, tetapi...

Lainnya

Perkenalan saya dengan Dr. Johannes Rumeser melalui gerakan mahasiswa 77/78 yang saat itu saat populer dewan mahasiswa/senat mahasiswa.

Lainnya

Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera (Fordis ICS) KAHMI dan Universitas Ibnu Chaldun menggelar Webinar yang membahas topik "Membaca Arah Politik Pasca Omnibus Law Disahkan"...

Covid-19

"Inna lillahi wa Inna ilaihi raji'un." Kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya. Kalimat tersebut kita sampaikan untuk menghantarkan kepergian Dr. H. Saefullah,...

Lainnya

Pepatah mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama". Pepatah tersebut patut disematkan kepada Prof Dr Abdul Malik Fadjar...

Covid-19

Bangsa Indonesia sedang mengalami multi krisis yaitu krisis kesehatan (covid-19), krisis ekonomi (pertumbuhan minus 5,32%), krisis sosial (pengangguran dan kemiskinan yang masif) dan resesi...