Musni Umar Socmed

Search

dihadapan pimpinan LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta dan staf LL Dikti - twitter musniumar

Lainnya

UIC Klarifikasi Mengapa Memberhentikan Empat Mahasiswanya?

UIC klarifikasi dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ibnu Chaldun (12/1/2020) tentang pemberhentian empat mahasiswa UIC.

Pimpinan LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Wilayah III DKI Jakarta yang diwakili Dr. Yaya Jakaria, S.SI, MM, Sekretaris LLDIKTI telah melakukan diskusi dan UIC klarifikasi dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ibnu Chaldun (12/1/2020) tentang pemberhentian empat mahasiswa UIC.

Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun menjelaskan dihadapan pimpinan LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta dan staf LL Dikti bahwa pemberhentian empat mahasiswa UIC bukan karena mereka berjilid-jilid melakukan demo di kampus dan di luar kampus, tetapi karena melakukan tindak pidana, yaitu mengancam pimpinan fakultas (Dekan), mencemarkan nama baik universitas dengan menulis ditembok “kampus ilegal” dan merusak fasilitas kampus.

Selain itu, mereka tidak mempunyai reputasi akademik karena jarang kuliah bahkan ada yang tidak pernah kuliah. Padahal sudah dilakukan pembinaan oleh pimpinan fakultas. Bahkan Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Wakil Rektor Bidang Hubungan Antar Lembaga sudah berdialog langsung dan menasehati mereka.

Disamping itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni surat mengeluarkan surat peringatan l dan ll, tetapi mereka tidak pedulikan bahkan semakin beringas, maka untuk menyelamatkan Universitas Ibnu Chaldun, dengan sangat terpaksa melalui rapat pimpinan universitas, keempat mahasiswa diberhentikan.

UIC Bangkit dan Maju

Universitas Ibnu Chaldun pernah di nonaktifkan oleh pemerintah selama dua kali karena konflik, tetapi sejak Musni Umar menjadi Rektor Universitas Ibnu Chaldun, berbagai permasalahan UIC telah diselesaikan satu persatu dengan baik termasuk semua program studi yang tadinya mati telah diakreditasi oleh BAN PT dan mayoritas akreditasi B.

Selain itu, jumlah mahasiswa UIC telah meningkat 400 persen. Saat ini jumlah mahasiswa UIC 2.240 orang. Tahun 2020, UIC menerima mahasiswa baru dan pindahan sebanyak 800 orang.

Tahun 2021, Rektor UIC dalam Rapat Kerja Tahunan UIC tanggal 28 Desember 2020 telah menargetkan jumlah mahasiswa baru tahun 2021 sebanyak 1000 orang.

Selain itu, UIC telah menambah program studi perbankan syariah, program studi farmasi dan telah mendirikan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibnu Chaldun. Tahun 2021 UIC akan membuka program studi baru S1 dan S2 dan melakukan akreditasi institusi (AIPT).

Tahun 2021, Universitas Ibnu Chaldun genap 65 tahun, Musni Umar, rektor UIC telah mencanangkan sebagai tahun kebangkitan dan kemajuan Universitas Ibnu Chaldun.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Pendidikan

Seminar internasional Universitas Ibnu Chaldun yang bertema "Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid" pada 11 Februari 2021.

Lainnya

Saya amat terkejut membaca di media sosial bahwa Ustaz Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Pendidikan

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun mengingatkan kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun bahwa UIC tahun 2021 genap 65 tahun. Ditengah bangsa Indonesia...

Covid-19

Universitas Ibnu Chaldun Jakarta bukan saja bisa survive (bertahan) ditengah badai Covid-19, tetapi bisa bangkit dan maju.

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar dalam sambutan Wisuda Sarjana Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (22/12/2020) mengatakan supaya para sarjana menjadi insan akademik pencipta, pengabdi,...

Pendidikan

Wisudawan dan wisudawati Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menjadi pencipta, pengabdi, pencerah dan penyadar masyarakat Indonesia.

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, pada 18 Desember 2020 telah mengangkat Hj. Ir. Atifah, MSc., Ph.D menjadi Dekan Fakultas Ekonomi UIC periode 2020-2024.

Pendidikan

Diskusi virtual dengan Dr. Sheikh Mas'oud, Cendekiawan Muslim Arab Saudi serta Sheikh Hilal Bahri dan Sheikh Marhum keduanya pengusaha, yang dipandu Hartono Subirto.