Connect with us

Pesona Jakarta di Malam hari di Halte/JPO GBK - IG mukhlis_k2010 #buswayfansclub #busrapittransit

DKI Jakarta

Bang Yos Pencetus Trans Jakarta Sampai Era Basuki.T.P

Sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) yang dipilih merupakan pertama di Asia Tenggara dan Selatan. Sistem ini didesain berdasarkan sistem Trans Milenio yang sukses di Bogota, Kolombia.

Ide untuk mengembangkan sistem transportasi yang maju dan modern di DKI Jakarta muncul saat Gubernur Sutiyoso yang populer dengan sapaan Bang Yos memimpin DKI Jakarta.

Gubernur Sutiyoso mempunyai cita-cita membangun sistem transportasi massal di DKI yang maju untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Setidaknya ada dua konsep pengembangan moda transportasi di DKI Jakarta yang dia usulkan. Pertama, membangun sistem transportasi berbasis rel Monorel. Kedua, sistem transportasi bus cepat atau bus rapid transit (BRT).

Akhirnya sistem yang dipilih ialah transportasi bus cepat atau bus rapid transit (BRT).

Sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) yang dipilih merupakan pertama di Asia Tenggara dan Selatan. Sistem ini didesain berdasarkan sistem Trans Milenio yang sukses di Bogota, Kolombia.

Sistem tersebut kemudian diikuti Jepang dan Australia. Di dua negara tersebut angkutan massal cukup sukses. DKI Jakarta mencoba meniru Transportasi di Bogota Kolombia, ternyata jalur busway di DKI Jakarta jauh lebih panjang dibanding di Bogota dan negara-negara lain. Jalur busway di Jakarta merupakan yang terbanyak dan terpanjang di dunia.

Mulai Operasi

Tahun 2004 saat mulai beroperasi Trans Jakarta, hanya Koridor I (BlokM – Kota). Jalur di koridor ini cukup padat karena berhimpitan dengan ruas jalan protokol Jakarta seperti Hayam Wuruk, Gajah Mada, Monas, MH Thamrin, Sudirman, dan Senayan.

Setahun berjalan, ternyata kehadiran Trans Jakarta mendapat sambutan yang positif dari warga ibu kota. Gubernur Sutiyoso semakin percaya diri untuk mengembangkan sistem ini dengan membangun koridor-koridor baru di jalur utama di Jakarta.

Pada awal 2006, dua koridor Trans Jakarta yaitu Koridor II (Pulo Gadung – Harmoni) dan Koridor III (Harmoni – Kalideres) kembali diresmikan. Bermodal keyakinan bahwa sistem transportasi ini bakal banyak peminat, di tahun itu kembali dibangun empat koridor.

Pada Januari 2007, empat koridor yaitu Koridor IV (Pulo Gadung – Dukuh Atas), Koridor V (Kampung Melayu – Ancol), Koridor VI (Ragunan – Dukuh Atas) dan Koridor VII (Kampung Rambutan – Kampung Melayu) kembali diresmikan.

Menjelang masa jabatan Gubernur Sutiyoso berakhir pada Agustus 2007, dia kembali membangun satu koridor yaitu Koridor VIII (Lebak Bulus – Harmoni). Koridor itu belum selesai, Gubernur Sutiyoso sudah lengser yang digantikan Wakil Gubernur Fauzi Bowo.

Era Foke dan Jokowi

Fauzi Bowo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Sutiyoso, melanjutkan pengembangan moda transportasi di DKI Jakarta.

Gubernur Fauzi Bowo yang populer dengan panggilan Foke meneruskan pembangunan koridor busway yang sudah dimulai oleh Gubernur Sutiyoso. Akan tetapi, pembangunan koridor baru tidak seagresif Gubernur Sutiyoso.

Joko Widodo dengan panggilan populer Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Foke.

Gubernur Jokowi menggebrak dengan melakukan pembelian 656 bus dari China melalui lelang pengadaan bus Trans Jakarta.

Akan tetapi, bus-bus yang dibeli dari China, ternyata bus-bus bekas. Pada awal Februari 2014, Kejaksaan Agung mengusut dugaan kasus korupsi pengadaan bus Trans Jakarta. Kejaksaan turun tangan setelah ketahuan bus-bus dari China rusak dan berkarat.

Hasil penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung RI menetapkan Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan dua anak buahnya, yaitu Setiyo Tuhu dan Drajad Adhyaksa menjadi tersangka korupsi proyek pengadaan bus Tans Jakarta.

Era Ahok

Setelah Gubernur Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, Basuki.T.P yang populer dengan sapaan Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI.

Bus merek Zhong Tong buatan China, pernah bermasalah era Gubernur DKI Basuki.T.P (Ahok) kemudian digantikan dengan merk Yutong.

Bus-bus itu terpaksa ditarik paksa setelah terbakarnya bus tersebut pada 28 Agustus 2014.

Gebrakan Ahok, dia minta seluruh jenis bus yang digunakan Trans Jakarta adalah bus-bus kelas dunia yang diproduksi Merzedes Benz, Scania, Volvo.

Baca Juga

DKI Jakarta

Dari obrolan sepanjang jalan menuju Balaikota sampai di depan dan di halaman Balaikota, saya sangat kagum atas semangat rakyat untuk dukung Anies.

DKI Jakarta

Halte Transjakarta Bundaran HI merupakan satu dari ratusan warisan Anies Baswedan selama 5 tahun memimpin DKI Jakarta yang akan berakhir 16 Oktober 2022.

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...