Connect with us

The Grand Bazar, Istanbul, Turkey - unsplash Rumman Amin

Lainnya

Kalau Tuhan Cuma Satu, Mengapa Agama Banyak?

Menurut teologi Islam, Tuhan itu adalah satu atau esa. Hal itu ditegaskan dalam Alqur’an surat Al Ikhlas ayat 1-4, yang artinya “Katakanlah (Muhammad) Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Kalau Tuhan cuma satu mengapa banyak agama? Kalimat itu menjadi perbincangan yang ramai akhir-akhir ini sehingga populer dan menjadi viral.

Kalimat tersebut menarik diulas karena ada sambungan kalimat “Kalau Tuhan cuma satu mengapa agama banyak?”

Saya ingin mengulas kalimat itu dari perspektif teologi Islam tanpa bermaksud menafikan, merendahkan apalagi menghina agama lain.

Menurut teologi Islam, Tuhan itu adalah satu atau esa. Hal itu ditegaskan dalam Alqur’an surat Al Ikhlas ayat 1-4, yang artinya “Katakanlah (Muhammad) Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Selain itu, banyak lagi ayat dalam Alqur’an yang menegaskan bahwa Allah itu satu atau esa.

Sangat menarik dan wajar, kalau banyak netizen yang mempertanyakan, “Tuhan cuma satu mengapa banyak Agama?”

Agama Allah Hanya Satu

Dalam pembahasan masalah Agama, para pakar Agama membagi dua macam agama. Pertama, Agama Wad’i, yaitu agama dunia (natural religion) yang merupakan hasil ciptaan akal pikiran dan perilaku manusia, yang juga disebut agama budaya atau agama bumi.

Kedua, Agama samawi, yaitu Agama yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, penutup dari para Nabi (khatamul Ambiya).

Dalam perspektif Islam, Agama samawi hanya satu yaitu Islam yang berarti penyerahan diri. Dalam satu masa, setiap kaum, Allah utus seorang Nabi untuk mengajak kaumnya supaya menyembah Tuhan yang satu (esa), melakukan penyerahan diri kepada Tuhan, dan tidak mempersekutukanNya.

Setiap kaum, Allah mengutus seorang Nabi untuk mengajak kaumnya melakukan penyerahan diri hanya kepada Allah yang disebut dengan “Islam.”

Nabi Ayyub diutus oleh mengajak kaum Sadum dan Bani Israil

Begitu pula Musa AS diutus oleh Allah untuk membebaskan Bani Israel dalam menghadapi penindasan bangsa Mesir.

Begitu pula Nabi Isa, diutus oleh Allah untuk kaum Bani Israil karena mereka dikenal sebagai kaum yang sombong, dan berhati keras.

Nabi yang telah diutus untuk mengajak kepada kaumnya beribadah, maka ketika Nabi itu meninggal dunia, maka akan digantikan dengan Nabi berikutnya syariat Islam.

Singkat kata setiap masa, para Nabi dan Rasul diutus oleh Allah untuk mengajak kaumnya pada masa tertentu dan semua Nabi dan Rasul mengajarkan ajaran Islam yang berisi penyerahan diri, tidak menyekutukan Tuhan.

Penutup Nabi

Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi. Tidak ada lagi Nabi sesudah Muhammad SAW.

Ajaran Tuhan sejak Nabi Adam dan terakhir Muhammad SAW sudah disempurnakan. Agama Islam tidak lagi hanya penyerahan diri semata dalam wujud beribadah kepada Allah seperti para Nabi sebelumnya, tetapi Islam sudah disempurnakan oleh Allah. Islam tidak hanya mengandung ajaran ritual semata, tetapi juga mengandung masalah muamalah seperti berniaga, masalah hukum, politik (siyasah), sosial dan sebagainya.

Islam mengandung segala aspek, termasuk doa sejak bangun dari tidur, ketika mau makan, ke WC, keluar rumah, naik kendaraan dan sebagainya.

Jadi Agama samawi yang diwahyukan oleh Allah hanya satu yaitu Islam. Dalam Alqur’an Surat Ali Imran ayat 85 Allah berfirman “Barang siapa yang mencari Agama selain Islam, maka tidak akan diterima disisi Allah, dan di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Baca Juga

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Opini

Publik tidak bisa disalahkan kalau mengatakan bahwa keadilan sosial dari pengamalan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh...

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.

Politik

UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi "Negara Indonesia adalah negara hukum". Konsekuensi Indonesia negara hukum, maka segala kehidupan kenegaraan harus selalu berdasarkan...

Opini

Dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945 dengan tegas disebutkan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Opini

RUU GIP telah menjadi pemicu kemarahan berbagai Ormas keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain-lain.

Budaya

Pada 22 Juni 2020 genap 75 tahun Piagam Jakarta. Piagam Jakarta atau Jakarta Charter adalah merupakan hasil keputusan sidang khusus panitia sembilan.

Opini

Karni Ilyas terpaksa melerai ketika terjadi pedebatan antara Ali Mochtar Ngabalin dengan ustaz Zaitun Rasmin