Musni Umar Socmed

Search

pelantikan joe biden di capitol hill dipenuhi bendera amerika - IG #inauguration2021

Politik

Donald Trump: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Donald Trump masih menghadapi pemakzulan di parlemen Amerika Serikat. Anggota DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat sudah memakzulkan Trump. Untuk mensahkan pemakzulan Trump diperlukan persetujuan Senat Amerika Serikat.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke-45, tak obahnya kata pepatah “Sudah jatuh tertimpa tangga pula.”

Maksudnya Trump sudah kalah dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 3 November 2020, dan sudah dilantik Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat 21 Januari 2021.

Akan tetapi, Donald Trump masih menghadapi pemakzulan di parlemen Amerika Serikat. Anggota DPR Amerika Serikat yang didominasi Partai Demokrat sudah memakzulkan Trump. Untuk mensahkan pemakzulan Trump diperlukan persetujuan Senat Amerika Serikat.

Pemakzulan pertama Donald Trump tidak berhasil karena Anggota Senat yang didominasi Partai Republik menolak pemakzulan Trump.

Akan tetapi hasil pemilu Amerika Serikat 3 November 2020, Partai Demokrat memenangkan kursi Senat, sehingga kongres (DPR) dan Senat dikuasai sepenuhnya oleh Partai Demokrat, yaitu partainya Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Dengan demikian, peluang pemakzulan Presiden Donald Trump diperkirakan akan diloloskan oleh Anggota Senat Amerika Serikat.

Biden Restui Pemakzulan

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat dalam wawancara CNN
di Gedung Putih pada Senin (25/1) mengatakan bahwa
“Saya pikir ini (persidangan pemakzulan) harus dilaksanakan.”

Itu merupakan komentar paling vokal Biden sejauh ini dalam menanggapi polemik pemakzulan Trump.

Dalam wawancara itu, Biden menyadari sejumlah risiko dan konsekuensi yang harus dihadapi pemerintahan serta partainya, Demokrat, jika sidang pemakzulan Trump terus dilanjutkan.

Namun, ia mengatakan “akan ada efek yang lebih buruk” jika persidangan pemakzulan tidak dilaksanakan.

Resiko Pemakzulan

Semua menyadari bahwa melakukan pemakzulan Donald Trump mempunyai resiko sosial, politik dan keamanan.

Resiko sosial yang bakal terjadi jika Donald Trump dimakzulkan, pertama, para pendukung fanatik Trump akan semakin marah terhadap Biden dan para anggota Kongres serta Anggota Senat dari Partai Demokrat.

Kedua, resiko politik bakal terjadi jika Trump dilengserkan oleh parlemen Amerika Serikat. Akan semakin tajam perpecahan di kalangan politisi dan rakyat Amerika Serikat. Perpecahan sebagai dampak negatif dari pemilihan Presiden Amerika Serikat akan semakin diperparah dengan Pemakzulan Trump.

Ketiga, resiko keamanan. Tidak tertutup kemungkinan, para pendukung Trump berusaha membunuh Biden. Oleh karena itu, faktor keamanan sangat penting untuk diperhatikan agar keamanan dalam negeri Amerika Serikat terjamin dan keselamatan Biden, Kamala Harris, Pimpinan Kongres dan Senat terjaga dengan baik.

Mengapa Trump Dimakzulkan?

Presiden Biden, Kamala Harris dan para Anggota Kongres dan Senat dari Partai Demokrat menyadari bahwa pemakzulan Trump butuh upaya besar agar Senat mendukung pemakzulan dan menghukum Trump.

Setidaknya ada 17 senator Partai Republik, yang diduga keras tidak akan mendukung usulan pemakzulan Trump. Akan tetapi, keadaan sudah berbeda karena mayoritas Anggota Senat dari Partai Demokrat, sehingga peluang memakzulkan Trump terbuka lebar.

Dewan Perwakilan Amerika Serikat telah mengirimkan konsep pasal pemakzulan Trump ke Senat pada Senin malam waktu Amerika.

Konsep itu berisi satu pasal dakwaan terkait dugaan Trump menghasut kerusuhan massa pendukungnya di Gedung Capitol 6 Januari lalu. Kerusuhan itu menyebabkan satu orang polisi Capitol Hill dan empat orang lainnya meninggal dunia.

Baca Juga

Politik

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tgl 3 November 2020 yang dimenangkan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris, puncaknya akan dilaksanakan pada 21 Januari 2021...

Covid-19

Langkah keadaan darurat diberlakukan setelah demonstran pro-Trump menyerbu gedung Capitol Amerika Serikat dan melakukan kerusuhan (6 Januari 2020) untuk mencegah kongres mensahkan Joe Biden...

Opini

Trump adalah contoh buruk dalam demokrasi. Dia kalah dalam pemilu 3 November 2020, tetapi menuduh pemilu curang tanpa bukti.

Lainnya

Trump memprovokasi para pendukungnya untuk datang ke Gedung Capitol Amerika Serikat menolak pengesahan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai pemenang pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Opini

Hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat tersebut sampai hari ini 3 Januari 2021, belum mau dinerima Donald Trump atas kemenangan Joe Biden, walaupun hasil ellectoral...

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Joe Biden memastikan kemenangannya pada Sabtu (7/11) setelah mengantongi electoral colleges penentu dari Pennsylvania (20) dan Nevada (6), sehingga tokoh kelahiran 20 November 1942...

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...