Connect with us

Anies Baswedan Menyambut Hari Pers Nasional 2021 - youtube Pemprov DKI Jakarta

Opini

Tanpa Pilkada 2022: Anies Tidak Kehilangan Panggung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) yang akan habis masa baktinya tahun 2022 dan 2023.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) yang akan habis masa baktinya tahun 2022 dan 2023.

Jika tidak ada Pilkada tahun 2022, maka ada konsekuensi yang bakal terjadi pada bangsa dan negara.

Pertama, pemerintah pusat akan mengangkat PLT (Pelaksana Tugas) Kepala Daerah. Pada hal PLT tidak bisa memutuskan hal-hal yang bersifat strategis.

Kedua, akan meruntuhkan demokrasi. Mereka yang tidak dipilih dalam Pilkada ditunjuk untuk memimpin daerah tanpa mendapat mandat dari rakyat melalui Pilkada.

Ketiga, akan sangat menguntungkan partai politik penguasa jika tidak ada Pilkada 2022, 2023 karena kader-kader mereka akan diangkat menjadi PLT Kepala Daerah di 100 daerah pemilihan lebih tanpa mengikuti Pilkada.

Keempat, akan sangat menguntungkan penguasa dalam memenangkan kontestasi pemilu 2024 karena bisa mengangkat Gubernur, Bupati dan Walikota sebagai PLT tanpa melalui Pilkada.

Kelima, rakyat sebagai pemilik kedaulatan tidak bisa berdaulat pada hal sejatinya dalam demokrasi, rakyat sebagai pemilik kedaulatan memilih kepala daerah untuk memimpin mereka di daerahnya. Bukan ditunjuk oleh Presiden atau Menteri Dalam Negeri RI.

Anies Tidak Kehilangan Panggung

Saya memastikan ada pemilihan kepala daerah atau tidak ada Pilkada tahun 2022, Anies tidak kehilangan panggung.

Setidaknya ada lima alasan, Anies tidak bakal kehilangan panggung jika tidak ada Pilkada tahun 2022.

Pertama, Anies bisa keliling di seluruh Indonesia untuk bersilaturrahim dengan tokoh Agama dan ceramah di berbagai kampus. Kalau dilarang ceramah di Universitas negeri, banyak perguruan tinggi swasta yang akan berlomba mengundang Anies untuk ceramah. Jika media mainstream tidak memberitakan kegiatan Anies, media sosial seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram akan dipenuhi dengan berita Anies.

Kedua, berbagai lembaga internasional akan mengundang Anies untuk menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan.

Ketiga, berbagai lembaga di Jakarta termasuk Perguruan Tinggi Swasta akan berlomba mengundang Anies untuk menjadi narasumber. Setiap Anies tampil di berbagai forum akan mendapat liputan berita. Kalaupun media mainstream tidak memberitakan, media sosial akan memberitakan secara luas.

Keempat, tidak banyak tokoh diluar pemerintahan sekarang yang memiliki elektabilitas dan kapabilitas selain Anies. Maka, ada Pilkada atau tidak ada Pilkada tahun 2022, Anies akan tetap menjadi magnet pemberitaan media, setidaknya media sosial.

Kelima, isu yang berkembang di publik bahwa ditiadakan Pilkada 2022 untuk menjegal Anies. Isu ini pasti mengundang simpati dan dukungan yang semakin meluas kepada Anies. Hal ini disebabkan, karena masyarakat Indonesia tidak tega melihat siapapun yang dizalimi.

Oleh karena itu, saya tidak percaya yang mengatakan, kalau tidak ada Pilkada di DKI 2022, Anies akan kehilangan panggung dan sepi. Justru menurut saya, kalau tidak ada Pilkada di DKI tahun 2022, Anies mempunyai banyak waktu untuk sosialisasi dan silaturrahim ke berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga

Opini

Perilaku warga yang sering menyebarkan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya harus dikutuk karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukum dan sangat bertentangan...

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Isu sentral yang Digulirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 adalah masalah keadilan sosial. Sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh...

Pemilu

Selama hampir 10 (sepuluh) tahun Partai Keadilan Sejahtera PKS beroposisi. Tidak tergiur untuk masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi.

Opini

Relawan Anies Baswedan dibentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia atas prakarsa dan swadaya masing-masing. Jauh sebelum Anies berakhir masa baktinya sebagai Gubernur DKI Jakarta...

Pemilu

Pamor semakin meroket tinggi setelah Partai Nasdem mengumumkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden Partai Nasdem 2024.