Connect with us

Kebun bunga dan HP ??? - unsplash c.cooper

Lainnya

Promosikan Dakwah dan Ajaran Islam di Social Media dan Internet

Pemanfaatan social media dan internet untuk mempromosikan ajaran Islam di era digital yang sangat berkembang terutama saat wabah Corona, karena banyak yang pakai internet dan social media.

Pada 31 Januari 2021 pagi, saya menelepon sahabat saya Drs. Avid Solihin, M.M, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dengan sebutan Dewan Dakwah.

Salah satu materi pembicaraan saya dengan Bung Avid adalah pemanfaatan social media dan internet untuk mempromosikan Dewan Dakwah dan ajaran Islam di era digital yang sangat berkembang terutama saat wabah Corona, karena banyak yang pakai internet dan social media.

Saya memberi contoh tentang Universitas Ibnu Chaldun, pada saat saya menjadi rektor akhir tahun 2016, jumlah mahasiswa UIC sangat minim, citranya amat jelek karena konflik internal, semua program studi mati kecuali hukum dengan akreditasi C. Penyebabnya karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Kementerian Ristek Dikti RI dua kali menonaktifkan UIC.

Berkat kerja keras yang dilakukan dengan menggunakan social media dan internet untuk mempromosikan Universitas Ibnu Chaldun, maka citra UIC menjadi baik. Dampaknya, jumlah mahasiswa meningkat 400 %. Semua program studi sudah terakreditasi dan mayoritas akreditasi B. Selain itu, kepercayaan publik meningkat luar biasa.

Promosikan Ajaran Islam

Saat ini, saya mulai promosikan Ajaran Islam yang dimulai dengan ajakan untuk menunaikan shalat lima waktu.

Setiap azan berkumandang, saya share poster ajakan shalat sesuai firman Allah dalam Alqur’an.

Saya pikir kalau Universitas Ibnu Chaldun bisa melakukan promosi melalui social media dan internet untuk membangun citra positif di tengah-tengah masyarakat serta melancarkan dakwah tentang ajaran Islam, maka Dewan Dakwah dan berbagai organisasi Islam, sangat bisa melakukannya.

Bagaimana merealisasikan gagasan yang dikemukakan tersebut?

Pertama, menerima konsep dakwah dan menyiarkan ajaran Islam melalui sosial media dan internet.

Kedua, menyiapkan sejumlah narasumber yang setiap hari menulis artikel untuk di dipublikasikan di media sosial dan internet atau selalu siap diwawancara untuk dimuat hasil wawancaranya di YouTube, Instagram dan di Twitter.

Ketiga, membayar petugas yang mahir IT untuk mempublikasikan semua tulisan, hasil wawancara para tokoh untuk dipublikasikan ke social media (Twitter, Facebook, Instagram, YouTube) dan sebagainya.

Keempat, para penulis, pewawancara dan narasumber harus mengikuti perkembangan sosial, politik, ekonomi, agama, kesehatan, ilmu pengetahuan dan sebagainya agar yang ditulis, hasil wawancara adalah sedang aktual agar ramai yang membacanya.

Kelima, dakwah dan penyiaran ajaran Islam di social media dan internet harus dikelola secara profesional, tekun, sabar, bekerja keras, dan yakin akan sukses.

Ormas Islam

Semua organisasi Islam yang sangat banyak jumlahnya harus melek social media dan internet.

Setidaknya ada lima alasan organisasi massa Islam dan lembaga-lembaga dakwah serta takmir Masjid harus melek social media dan internet.

Pertama, Covid-19 telah mengubah budaya dakwah dan penyiaran ajaran Islam dari tatap muka (offline) menjadi online atau virtual, karena protokol kesehatan melarang untuk berkumpul (berkeremun).

Kedua, masa pandemi Covid-19, tidak ada yang tahu kapan akan berakhir. Ada ilmuan yang memprediksi bahwa pandemi Covid-19 bisa berlangsung lama sampai 8 tahun. Maka, dimasa Covid-19 harus mengubah budaya dakwah dari tatap muka (offline) ke digital dengan menggunakan social media dan internet.

Ketiga, pasca Covid-19, hampir dipastikan mengubah budaya tatap muka menjadi budaya online atau daring. Ini akan terjadi di semua sektor kehidupan.

Oleh karena itu, para pemimpin ormas Islam, Dewan Dakwah, aktivis dakwah dan takmir Masjid harus menyadari perubahan yang tengah terjadi dalam di era digital agar kita tidak tergilas dan termarjinalisasi dalam dakwah dan penyiaran Islam.

Semoga tulisan ini menyadarkan organisasi massa Islam, Dewan Dakwah, Aktivis dakwah, Takmir Masjid dan sebagainya untuk segera melek internet dan social media demi dakwah dan syiar Islam.

Baca Juga Artikel Ini

Baca Juga

Pendidikan

Dalam rangka memperingati 50 Tahun YISC Al-Azhar, pada 6 Juni 2021 saya, Tony Rasyid dan Faisal Basri diundang menjadi pembicara dengan topik Literasi Sebagai...

Wisata

Pada pukul 11.00 WIT kami mengunjungi Istana Kesultanan Islam Bacan. Kesultanan Islam Bacan didirikan pada 1521 dan dibubarkan setelah Indonesia merdeka 1945. Kami diterima...

Wisata

Alhamdulillah kami silaturrahim ke Keraton Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Awalnya, Pak Abu, sang sopir yang menjemput, kemudian membawa kami keliling kota...

Wisata

Di sebutkan bahwa kesultanan Islam yang pertama dan tertua di Nusantara adalah kesultanan Ternate, yang didirikan Murhum tahun 1257. Kesultanan Gapi atau yang lebih...

Wisata

Sahabat saya Usman Sidik, SH, Bupati Halmahera Selatan terpilih yang akan dilantik Gubernur Maluku Selatan tanggal 24 Mei 2021, mengundang saya, Edy Haryanto, Ketua...

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Politik

Demo besar dukung Palestina terjadi di Amerika Serikat untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Demo terjadi di seluruh kota di Amerika Serikat seperti di New...

Politik

Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran...