Connect with us

Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D.

In Memoriam

In Memoriam Prof. Firmanzah, Sahabat Yang Baik Dan Rendah Hati

Tidak ada kata dan kalimat yang patut kita ucapkan selain Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali) atas wafatnya Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D.

Tidak ada kata dan kalimat yang patut kita ucapkan selain “Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un.” (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali) atas wafatnya Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D.

Kita semua merasa sangat kehilangan atas wafatnya Prof. Firmanzah, Ph.D. Setidaknya ada lima alasan kita merasa amat kehilangan.

Pertama, sangat baik, rendah hati dan masih muda berumur 44 tahun.

Kedua, memiliki pendidikan yang sangat baik. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Peraih gelar doktor dari University of Pau et Pays de l’Adour, Prancis.

Ketiga, menjadi dekan termuda Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan mengalahkan para calon yang lebih senior.

Keempat, salah satu tokoh muda sekaligus Rektor Universitas Paramadina. Menurut SBY, Presiden RI ke-6, “Saya mengenal kepribadian & pemikiran almarhum ketika bertugas di lembaga kepresidenan sebagai Staf Khusus Presiden bidang ekonomi.”

Kelima, keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang baru saja merayakan Milad ke-74, merasa amat kehilangan karena Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D. adalah kader HMI.

Kehilangan Besar

Sebagai pakar.ekonomi, Prof Firmanzah sering dimintai pandangan oleh media cetak dan media elektronik tentang masalah ekonomi.

Bukan hanya itu, tetapi pada masa Presiden SBY memimpin Indonesia, dia pernah diangkat menjadi Staf Khusus Presiden dalam bidang ekonomi.

Oleh karena itu, pada saat Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi bahkan resesi ekonomi, wafatnya Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D. merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia

Wafatnya Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D. Indonesia kehilangan pemikir ekonomi yang sangat diperlukan untuk menyampaikan pemikiran apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah dan rakyat Indonesia untuk mengatasi resesi ekonomi.

Kehilangan ilmuan yang dalam Alqur’an disebut “ulama” (jamak), tidak mudah menggantikannya karena mencetak ulama memerlukan waktu yang lama.

Patah Tumbuh Hilang Berganti

Untuk menggantikan mereka yang wafat, tidak mudah seperti kata pepatah “Patah tumbuh hilang berganti.”

Akan tetapi, wafatnya Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D. harus dijadikan sebagai inspirator dan motivator bagi mahasiswa (i) untuk belajar lebih giat dan mencari peluang untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri agar pepatah yang kita kemukakan di atas segera menjadi kenyataan.

Untuk mewujudkan peoatah “Patah tumbuh hilang berganti,” perguruan tinggi harus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat khususnya perusahaan besar untuk memberi beasiswa kepada para dosen muda untuk melanjutkan Program Doktoral di dalam dan luar negeri.

Dengan demikian kepergian Prof. Firmanzah, S.E., M.M., M.Phil., Ph.D. untuk selamanya segera lahir kader baru yang bisa menggantikannya.

Akhirnya, kita ucapkan selamat jalan menghadap Allah dengan iringan doa dari keluarga, sahabat, Sivitas Akademika Universitas Paramadina, umat Islam khususnya keluarga besar HMI dan KAHMI mari kita doakan Prof. Firmanzah, SE., M.M, M.Phil., Ph.D dengan membacakan surat Al Fatihah. Semoga Allah menerima segala amal ibadah. Aamiin.

Baca Juga

Opini

Melalui Munas KAHMI, bersama harus menjadi lokomotif perubahan bersama rakyat Indonesia. Pilpres 2024 menjadi waktu terbaik bagi KAHMI untuk menempatkan kadernya menjadi pemimpin nasional.

In Memoriam

Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., MA.، CBE, yang lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, 4 Maret 1955, dan wafat pada 18...

In Memoriam

Warga Muhammadiyah dan bangsa Indonesia merasakan bahwa kepergian Prof Dr H. Ahmad Syafii Maarif, MA telah meninggalkan begitu banyak jasa yang akan dikenang selama...

Politik

Peluncuran logo Munas KAHMI ke XI oleh Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam RI yang juga Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, didampingi Akbar Tandjung,...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

In Memoriam

Sangat merasa sangat sedih dan kehilangan yang luar biasa atas wafatnya Prof. Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A (18/12/2021).

In Memoriam

Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Direktur Utama PT Transjakarta telah berpulang kehadiratNya untuk selamanya pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 dalam umur yang relatif masih muda...

In Memoriam

Saya amat terkejut membaca ucapan duka cita yang disampaikan Majelis Nasional KAHMI di media sosial atas wafatnya Prof.Dr. Muchlis R. Luddin, MA.