Connect with us

Webinar Nasional UIC - Ekonomi Rakyat Ditengah Pandemi Covid-19 - IG fakultas_ekonomiuic

Pendidikan

Ekonomi Rakyat Paling Terpuruk Di Era Pandemi Covid-19: Hasil Webinar Nasional UIC Jakarta

Ekonomi rakyat atau juga dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) merupakan sektor usaha yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan dalam Webinar Nasional UIC Jakarta.

Ekonomi rakyat atau juga dikenal dengan istilah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) merupakan sektor usaha yang paling terpuruk di era pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan dalam Webinar Nasional UIC Jakarta yang bertema “Ekonomi Rakyat Ditengah Pandemi Covid-19” (5/2/2021).

Tampil menjadi narasumber: Rahmatina A. Kasri, Ph.D, Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI, Dr. Pramudya Ananta, mantan Dekan FE UIC, Atifah Thaha, Ph.D, Dekan FE UIC dan Dr Pandoyo, Dosen UIC dan STIAMI.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, ketika memberi sambutan pada pembukaan Webinar Nasional Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun mengatakan bahwa ekonomi rakyat yang pelakunya mayoritas rakyat Indonesia sangat terpuruk di era pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 menghantam seluruh sektor kehidupan. Akan tetapi yang paling terpuruk adalah sektor ekonomi rakyat. Situasi sekarang, sangat berbeda dengan krisis ekonomi tahun 1998. Pada saat itu, yang menjadi pilar penyelamat ekonomi Indonesia adalah sektor ekonomi rakyat.

Paling Terdampak

Rahmatina A. Kasri dalam presentasinya mengemukakan bahwa UMKM paling terdampak akibat Covid-19.

Menurut dia, pelaku UMKM menghadapi tantangan yang berat di era pandemi.

Pertama, kesulitan mendapat bahan baku.

Kedua, mengalami penurunan pendapatan. Ketiga, kesulitan mendapatkan pinjaman modal.
Keempat, anjoknya permintaan. Pelaku usaha 63,9 % mengalami penurunan omzet usaha.

Akan tetapi, ekonomi syariah lebih mampu menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Atifah Thaha, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun menegaskan bahwa ekonomi rakyat paling parah. Mengapa rakyat kecil paling parah dan miskin.

Pertama, mereka tergantung pada bantuan.
Kedua, pengeluaran mereka 60% untuk konsumsi.
Ketiga, bantuan yang mereka peroleh, dikembalikan ke pengusaha besar untuk membeli gula, minyak, beras dan sebagainya.

Narasumber lain, Pramudya Ananta mengemukakan keprihatinan yang mendalam terhadap nasib ekonomi rakyat dan meminta supaya dilakukan revitalisasi pasar rakyat.

Narasumber terakhir, Pandoyo mengemukakan bahwa yang mendorong pertumbuhan ekonomi ialah investasi, daya beli masyarakat dan ekspor.

Akan tetapi, tidak mudah mendorong investasi di era pandemi Covid-19 karena semua negara mengalami kesulitan, tidak terkecuali para pengusahanya.

Begitu pula daya beli masyarakat sulit didongkrak karena ekonomi terpuruk, dampaknya banyak perusahaan mengalami kesulitan, sehingga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, tidak mudah meningkatkan ekspor saat pandemi Covid-19 menjangkiti hampir semua negara di dunia, karena permintaan negara-negara tujuan ekspor mengalami penurunan.

Solusi Yang ditawarkan

Para narasumber menyampaikan solusi.

Pertama, ekonomi dan keuangan syariah memiliki pondasi yang lebih kokoh untuk bertahan disaat krisis. Oleh karena itu, sangat penting digalakkan dan diamalkan.

Kedua, pelaku UMKM harus melakukan digitalisasi dan mengubah bisnis yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ketiga, para pelaku UMKM harus mampu merespon perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen.

Keempat, pemerintah daerah sebaiknya merevitalisasi semua pasar tradisional layaknya pasar modern di wilayahnya.

Kelima, masing-masing kelurahan mengatur warganya untuk membuka pasar dadakan digilir tiap RT/RW, dilaksanakan Hari Senin-Sabtu mulai pukul 05.00-10.00

Keenam, sebaiknya setiap daerah menyelenggarakan bazar atau Expo Produksi Dalam Negeri di Balai Pertemuan.

Ketujuh, mereka yang memiliki dana sebaiknya melakukan investasi bersama rakyat.

Kedelapan, sangat mendesak kita membangun negara yang berkeadilan, membangun rasa keadilan dan menata rasa keadilan.

Download File Kegiatan:
DOKUMENTASI WEBINAR FE FEB2021.docx

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

DKI Jakarta

Rocky Gerung, akademisi yang disebut para mahasiswa sebagai presiden akal sehat, dalam peluncuran buku karya Musni Umar yang diberi judul Maju Kotanya Bahagia Warganya.

Pendidikan

Rocky Gerung menggemparkan UIC. Saya tidak sangka seluruh mahasiswa universitas Ibnu Chaldun Jakarta mengidolakan Rocky Gerung.

Pendidikan

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menegaskan bahwa komunis sudah bangkit, komunis masuk di mana-mana menyusup ke kekuatan Bangsa Indonesia.

Pendidikan

Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan 2016-2020 menegaskan jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan komunis.

Pendidikan

Fakta sosiologis bahwa Soeharto memimpin penumpasan dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Dikemukakan dalam webinar yang bertajuk Melawan Lupa Pemberontakan Komunis di Indonesia (G30S...

Lainnya

Dalam Webinar yang bertajuk "Mencari Keadilan Untuk Rakyat Kecil Dalam Tragedi KM50," (9/9/2021) Prof. Suteki, Guru Besar Universitas Diponegoro, Semarang mengemukakan bahwa prospek pengusutan...

Covid-19

Sebagai bentuk keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggelar Istighotsah doa bersama. Dengan harapan, semoga Allah mengabulkan doa kita sehingga bangsa Indonesia yang...

Covid-19

Dalam rangka memperingati HUT Jakarta ke-494, The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) pada 21 Juni 2021 menyelenggarakan webinar series yang bertema Pindah Ibu Kota Negara.