Musni Umar Socmed

Search

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) - politik.rmol.id

In Memoriam

In Memoriam Letjen TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si.: Jenderal & Akademisi

Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, yang wafat pada 14 Februari 2021 karena sakit dalam usia 67 tahun. Civitas Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, keluarga besar TNI dan seluruh bangsa Indonesia merasa kehilangan atas wafatnya Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si.

Tidak ada kata dan kalimat yang layak kita ucapkan kecuali “Innaa lillahi wa Inna ilaihi Raji’un” (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepadanya).

Kalimat itu kita sampaikan untuk mengiringi kepergian selamanya Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, yang wafat pada 14 Februari 2021 karena sakit dalam usia 67 tahun.

Pengalaman Militer dan Akademisi yang Handal

Civitas Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, keluarga besar TNI dan seluruh bangsa Indonesia merasa kehilangan atas wafatnya Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si.

Beliau tidak saja Letnan Jenderal TNI Purn yang sarat dengan pengalaman dalam dunia kemiliteran, tetapi juga seorang akademisi yang handal.

Dia menyelesaikan pendidikan Doktoral di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan memperoleh gelar Profesor dari universitas tersebut.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didirikan Universitas Pertahanan (UNHAN) Republik Indonesia. Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, diberi amanah menjadi Rektor Universitas Pertahanan yang pertama.

Pengangkatan beliau menjadi Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia merupakan pengakuan bahwa almarhum adalah juga seorang akademisi yang handal.

Setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai Rektor UNHAN, beliau ditawari menjadi Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta dan beliau menerima tawaran tersebut.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta

Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si menjadi Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada saat yang sangat berat.

Pertama, akibat konflik di Yayasan, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta di nonaktifkan oleh pemerintah.

Kedua, status yayasan yang menaungi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta tidak diakui oleh pemerintah karena pengurus yayasan yang lama tidak mengurus perpanjangan status yayasan akibat lahirnya UU Yayasan yang baru. Justeru mereka menghidupkan yayasan lama yang sudah dibubarkan dan digantikan dengan Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC).

Ketiga, dampak di nonaktifkannya Universitas Ibnu Chaldun sangat berat. 1) jumlah mahasiswa sangat minim, 2) tidak memperoleh layanan dari pemerintah (LLDIKTI), 3) tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintahan, 4) kondisi keuangan Universitas Ibnu Chaldun sangat berat.

Berkat jaringan yang luas, almarhum memperoleh bantuan dari berbagai pihak termasuk dari H. M. Jusuf Kalla, Wapres RI ke-10 saat itu.

Beratnya tantangan yang dihadapi, almarhum hanya mengabdi di Universitas Ibnu Chaldun selama satu tahun.

Beliau kemudian melanjutkan pengabdiannya di Universitas Jayabaya menjadi Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Jayabaya sampai beliau wafat.

Pada suatu saya silaturrahim dengan almarhum, dia mengatakan kepada saya bahwa pengabdian yang hakiki adalah di Universitas Ibnu Chaldun, karena sangat banyak tantangan.

Sebagai pelanjut dari kepemimpinan beliau dan Drs. Urgen Lukman, MA, saya patut bersyukur kepada Allah berkat kolaborasi dengan Ketua Umum Yayasan, saya dapat membawa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta keluar dari berbagai macam tantangan dan kesulitan, sehingga dapat bangkit dan maju.

Semoga amal bakti Letnan Jenderal TNI Purn Prof Dr Syarifuddin Tippe, M.Si, diterima oleh Allah, Tuhan Yang Esa dan keluarga yang ditinggal tetap sabar dan tabah.

Diiringi doa, kami ucapkan selamat jalan menghadap Allah sebagai tempat kita kembali.

Baca Juga

In Memoriam

Kepergian Artidjo Alkostar menyedihkan kita semua, karena kita kehilangan seorang tokoh yang gigih menegakkan keadilan dan kebenaran pada saat dia menjadi hakim agung RI.

In Memoriam

Tidak ada kata dan kalimat yang patut kita ucapkan selain Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita kembali)...

In Memoriam

Saya amat terkejut membaca di media sosial bahwa Ustaz Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

In Memoriam

Tidak ada yang mengira Muhammad Suaib Didu, yang baru berumur 55 tahun meninggal dunia begitu cepat karena beberapa waktu lalu, ditemani Dr. Muhammad Sulhan,...

In Memoriam

Prof Dr H Beddu Amang, MA yang lahir di Ujung Pandang, 7 Agustus 1936 – meninggal 9 Januari 2021 dalam umur 84 tahun) adalah...

In Memoriam

Dr. KH. Noer Iskandar, SQ adalah adik kelas saya di Perguruan Tinggi Ilmu Alqur'an (PTIQ). Tidak hanya teman satu sekolah, teman satu asrama, tetapi...

In Memoriam

Perkenalan saya dengan Dr. Johannes Rumeser melalui gerakan mahasiswa 77/78 yang saat itu saat populer dewan mahasiswa/senat mahasiswa.

In Memoriam

"Inna lillahi wa Inna ilaihi raji'un." Kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya. Kalimat tersebut kita sampaikan untuk menghantarkan kepergian Dr. H. Saefullah,...