Connect with us

Din Syamsuddin saat mengisi pengajian dan silaturahim tahunan di Leeds, Inggris, (26/01/2019) - jatengpos.co.id

Opini

Stop Jualan Radikalisme: Memecah Belah Kita, Saya Dukung Prof Din Syamsuddin

Sekarang ini amat banyak yang mendukung Prof Din. Seluruh elemen dari berbagai kelompok masyarakat dan partai politik yang lintas agama, lintas suku, organisasi massa, perguruan tinggi memberi dukungan kepada Prof. Din Syamsuddin.

Sangat ramai perbincangan di media sosial tentang radikalisme setelah Prof Din Syamsuddin dilaporkan oleh GAR ITB ke KASN sebagai radikal.

Sejak pemberitaan dimuat di media sosial, saya sudah protes dan memastikan bahwa Prof Din.tidak radikal. Hanya saya katakan kalau masalah korupsi, ketidak-adilan dan ketidak-benaran, Prof Din sangat tegas dan vokal.

Sekarang ini amat banyak yang mendukung Prof Din. Seluruh elemen dari berbagai kelompok masyarakat dan partai politik yang lintas agama, lintas suku, organisasi massa, perguruan tinggi memberi dukungan kepada Prof. Din Syamsuddin.

Menko Polhukam Bersuara

Prof Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI telah menegaskan bahwa surat GAR ITB ke KASN dan berbagai lembaga pemerintah, tidak akan ditindaklanjuti.

Menko Polhukam juga mengemukakan bahwa pemerintah tidak pernah menganggap Prof Din Syamsuddin radikal.

Lebih lanjut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan proses hukum terhadap mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Mahfud mengatakan hal itu menanggapi tudingan radikal terhadap Din Syamsuddin oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Pemerintah tetap menganggap Pak Din Syamsuddin itu adalah tokoh yang kritis, yang kritik-kritiknya harus kita dengar. Coba kapan pemerintah pernah menyalahkan pernyataan Pak Din Syamsuddin, apalagi sampai memprosesnya secara hukum? Tidak pernah. Dan Insya Allah tidak akan pernah, karena kami anggap beliau itu tokoh.”

Label Radikalisme

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mereka yang mengeritik pemerintah diberi label radikal, ekstrim, teroris dan sebagainya.

Mereka yang memberi label kepada pengeritik penguasa sebagai radikal, ekstrimis bahkan teroris adalah para buzzer, kelompok-kelompok pendukung penguasa dan ormas partisan.

Sesuai pengakuan, mereka dibayar untuk menyerang dan menstigma para pengeritik penguasa dengan tulisan kasar dan brutal.

Ketika mereka dilaporkan kepada aparat, mereka tidak pernah diproses sebagaimana yang dialami para pengeritik penguasa yang langsung diproses jika ada laporan terhadap mereka.

Tidak hanya pengeritik pemerintah yang diserang, tetapi juga yang mendukung Gubernur Anies Baswedan. Pada hal yang mendukung Anies tidak pernah menjelekkan siapapun.

Stop Jualan Radikalisme

Publik menganggap bahwa isu radikalisme telah menjadi komoditi yang diperjualbelikan.

Jika ingin menghentikan para pengeritik pemerintah, mereka dilabeli dengan sebutan radikal, ekstrim dan bahkan teroris.

Sehubungan itu, saya mendukung tagar stop Jualan Radikalisme yang viral di media sosial.

Ada tiga alasan saya mendukung tagar stop jualan radikalisme.

Pertama, merusak nama tokoh yang dilabeli radikal seperti Prof Din Syamsuddin.

Kedua, memecah belah bangsa dan negara.

Ketiga, mereka menuduh saudara.sebangsa, setanah air, apalagi seagama, tak obahnya memakan bangkai saudaranya karena mendapatkan uang dengan cara memfitnah, menista, menjelekkan dengan membuat framing saudaranya sebagai radikal, ekstrim dan tidak jarang disebut teroris.

Baca Juga

Politik

Saya sangat prihatin terjadinya demonstrasi di berbagai tempat yang menuntut Suharso Monoarfa, mundur sebagai Ketua Umum PPP.

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...