Connect with us

Terimakasih kepada rekan rekan yang bertugas & warga sipil yang ikut membantu di Puskesmas Kecamatan Ciracas - IG bbr_jakarta

Covid-19

DKI Jakarta: Bersama Kita Bisa Melawan Covid-19

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

Jakarta merupakan daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Akan tetapi patut bersyukur, tingkat kematian warga cukup rendah. Bersama kita bisa melawan Covid-19.

Masalah tersebut saya angkat dalam tulisan ini, karena sangat menarik dikaji, sebab pada umumnya, daerah yang mengalami pandemi Covid-19 cukup banyak, tingkat kematian warga cukup besar.

3T dan 3M Diterapkan Untuk Melawan Covid-19

Setidaknya 3T dan 3M harus diamalkan warga DKI dan bangsa Indonesia dalam melawan Covid-19.

3T yaitu testing (pemeriksaan dini), tracking (pelacakan) dan treatment (perawatan) mutlak diamalkan.

Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Masalah ini yang banyak dilakukan di Jakarta. Testing sangat tinggi dilakukan.

Oleh karena testing (pemeriksaan dini) banyak dilakukan, maka banyak ditemukan terindikasi Covid-19, sehingga segera dilakukan pelacakan (tracking) yang terindikasi Covid-19, dan segera pula dilakukan kontak dengan siapa?

Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien dengan siapa, dilakukan isolasi atau perawatan (treatment). Itulah yang dilakukan di DKI Jakarta, sehingga tingkat kematian rendah.

Untuk memutus penyebaran Covid-19, maka masyarakat sebaiknya diwajibkan melakukan 3 M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan Dan Menjaga jarak serta 3T seperti dikemukakan di atas.

Memutus Covid-19

Salah satu kelebihan DKI memiliki banyak fasilitas untuk rapid test dan tes swab.

Akan tetapi, tantangan yang dihadapi di DKI Jakarta untuk memutus penyebaran Covid-19 antara lain.

Pertama, kejenuhan masyarakat dalam mengamalkan 3 M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Ini terjadi pada masyarakat bawah.

Kedua, masih rendah pemahaman dan pengamalan tentang 3 T yaitu Testing, Tracking dan Treatment. Petugas kesehatan dan aparat terkait sangat aktif menjalankan 3T, tetapi partisipasi masyarakat masih tergolong rendah.

Kapasitas tes di Jakarta sangat memadai, akan tetapi kendalanya pada individu, ketika seseorang menunjukkan gejala COVID-19, kontak eratnya takut untuk memeriksakan diri (testing).

Ketiga, mereka yang positif Covid-19 di stigma negatif, dijauhi dan diasingkan. Dampaknya, masyarakat cenderung menyembunyikan kalau yang bersangkutan terkena Covid-19.

Keempatnya, belum menyeluruh dan merata kesadaran masyarakat bawah untuk mencegah agar tidak terserang Covid-19.

Kelima, partisipasi masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 penting ditingkatkan.

Tanpa partisipasi aktif masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan penuh kesadaran menerapkan 3M dan 3T, sulit mengakhiri Covid-19.

Menurut pengamatan saya, tingkat pemahaman dan pengamalan terhadap 3T masih rendah. Sebaliknya pemahaman dan pengamalan terhadap 3M sangat tinggi pada masyarakat menengah ke atas.

Oleh karena itu, kampanye pengamalan 3M dan 3T harus kembali digalakkan. Tidak hanya pengamalan 3M tetapi juga 3T secara bersamaan.

Pengamalan 3M dan 3T secara simultan merupakan kunci memutus mata rantai penularan COVID-19.

Akhirnya, saya mengajak kita bersama menjaga diri kita, keluarga dan masyarakat kita dari Covid-19 dengan memperkuat ketahaanan pisik dengan berolah raga secara rutin, tidur dan makan yang cukup, dan selalu berdoa kepada Allah, dan tidak lupa selalu melakukan kampanye pengamalan 3M dan 3T.

Dengan partisipasi masyarakat dalam melawan Covid-19, kita yakin dan optimis bisa. Kita harapkan DKI Jakarta dan Indonesia, dalam waktu yang tidak lama, Covid-19 bisa berakhir. Itulah harapan dan doa kita semua.

Baca Juga

DKI Jakarta

Saya bersyukur pasca pandemi Covid-19 di Jakarta, pada Car Free Day (22/5) saya dapat berpartisipasi olahraga jalan kaki dari Dukuh Atas Jalan Jenderal Sudirman...

DKI Jakarta

Untuk mempromosikan bahwa Jakarta dan Indonesia, pandemi Covid-19 sudah bisa dikendalikan, sehingga Balap Mobil Listrik Formula E bisa dilaksanakan di Jakarta.

DKI Jakarta

Pesan Anies itu disampaikan kepada mahasiswa doktoral yang sedang belajar di London, Inggris, ketika memberi kuliah kepada mereka, saat Anies melakukan kunjungan kerja di...

DKI Jakarta

Menurut saya, demi menjaga ketahanan pangan, warga lebih memerlukan tersedianya pangan murah bersubsidi, ketimbang mereka diberi Bantuan Tunai Langsung (BLT) dengan harga bahan pokok...

DKI Jakarta

Jakarta telah dicanangkan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sebagai global city (kota global). Jakarta Go Global, Jakarta mendunia harusnya dijadikan acuan, prime mover...

DKI Jakarta

Anies bersama Transjakarta berharap perjanjian kerjasama memperluas akses Transjakarta pada penyedia bus elektrik, tidak hanya lokal tapi juga dari belahan dunia lain, terutama Inggris....

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...