Connect with us

BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama dukungan dari TNI, Polri, SAR Jakarta, Sudin Damkar, Sudin DSDA, Sudin LH, Sudinsos, PPSU Kelurahan dan para relawan kebencanaan serta masyarakat (19/02/2021) - IG bpbddkijakarta

DKI Jakarta

Apresiasi Petugas: Ayo Cegah dan Atasi Banjir di DKI Jakarta #OperasiSiagaIbukota

Saya menyaksikan hujan lebat disertai angin kencang menghantam kawasan GBK DKI Jakarta. Saya berpendapat sangat diperlukan partisipasi serta kolaborasi masyarakat untuk cegah dan atasi banjir di DKI Jakarta.

Sudah beberapa hari ini, tiap malam bahkan terkadang pagi sampai siang, juga sore hari turun hujan yang sangat lebat disertai kilat dan petir. Ayo cegah dan atasi banjir di DKI Jakarta.

Tadi malam dan saat saya menulis artikel pagi ini (20/2/2021), di area tempat makan dekat GBK Jakarta, tengah turun hujan yang cukup lebat.

Saya menyaksikan hujan lebat disertai angin kencang menghantam kawasan GBK DKI Jakarta. Saya berpendapat sangat diperlukan partisipasi serta kolaborasi masyarakat untuk cegah dan atasi banjir di DKI Jakarta.

Kolaborasi Atasi Banjir

Setelah keliling jalan kaki dikawasan GBK Jakarta dengan sahabat saya Soekotjo Soeparto (penasehat BPPT/mantan Komisioner Yudisial RI), saya mampir di Food Court UMKM GBK, saya ngopi sendiri karena mas Soekotjo meneruskan jalan kaki di kawasan GBK.

Saya terinspirasi menulis artikel ini ditengah hujan lebat sebagai bentuk partisipasi saya untuk mencegah dan mengatasi banjir di DKI Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.

Kita patut bersyukur di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tidak terjadi banjir yang dahsyat seperti di berbagai daerah di Indonesia. Pada hal intensitas hujan sangat tinggi dan terus-menerus beberapa hari ini.

Di DKI Jakarta, ada kawasan yang alami banjir, tetapi genangan air segera surut karena petugas segap dan pompa air dioperasikan dengan baik.

Selain itu, berbagai sungai sebelum musim hujan sudah dikeruk dengan eskavator dan petugas membersihkan selokan dan parit.

Tidak hanya itu, tetapi sejak tiga tahun terakhir terutama di masa Gubernur Anies Baswedan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat parit atau selokan serta reservoar air, sehingga air hujan sederas apapun bisa masuk ke dalam tanah.

Kita mengakui Gubernur Anies dan jajarannya belum bisa mengatasi banjir 100 %, karena banjir kiriman dari Puncak dan Bogor belum sepenuhnya bisa diatasi karena memerlukan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah dengan daerah.

Akan tetapi, hujan yang amat deras disertai intensitas yg tinggi tidak sampai menenggelamkan DKI Jakarta seperti di masa lalu.

Partisipasi Warga

Hujan lebat merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah.

Akan tetapi, kita bisa cegah dampaknya negatifnya. Berikut ini saya sampaikan kiat cegah banjir.

Pertama, setiap warga DKI Jakarta pada khususnya, sebaiknya dihalaman rumah dibuat reservoar air hujan. Jika hujan turun, air hujan bisa masuk ke dalam tanah.

Kedua, setiap warga dilarang membuang sampah dikali atau sungai, digorong-gorong dan disembarang tempat.

Ketiga, setiap warga wajib membuang sampah di bak sampah.

Keempat, warga tidak boleh buat rumah di pinggir kali atau sungai.

Kelima, seluruh warga harus bergotong-royong membantu warga lain yang alami banjir.

Keenam, kita memberi apresiasi yang tinggi kepada para petugas yang telah bekerja keras mencegah dan mengatasi banjir.

Kerja keras mereka patut kita berikan apresiasi dan semoga Allah memberi imbalan berupa pahala yang berlipat ganda atas pengabdian dan kerja keras mereka.

Baca Juga

DKI Jakarta

Buku yang diberi tajuk Maju Kotanya Bahagia Warganya merupakan reportase tentang pelaksanaan 23 janji Anies-Sandi setelah menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI...

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra...

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...

DKI Jakarta

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DKI Jakarta

Suhu politik di DKI Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia memanas, setelah 2 Fraksi secara resmi mengajukan interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan menyangkut Formula E.

DKI Jakarta

Dalam 4 tahun terakhir perencanaan dan pembangunan tata kota Jakarta dilakukan dengan memperhatikan lingkungan yang sehat dan asri.