Musni Umar Socmed

Search

Fahmi Idris saat menjabat sebagai Menteri Perindustrian - fajar-aryanto.blogspot.com

Opini

Apresiasi Fahmi Idris Dirikan Akademi Tahfiz Alquran: Pengalaman Saya Hafal Alquran

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Pada Senin, 22 Februari 2021 menjelang shalat Magrib, sepulang dari Universitas Ibnu Chaldun, saya membaca media online untuk bahan tulisan karena tiap hari saya menulis artikel untuk dimuat di arahjaya.com

Salah satu media online yang saya baca, Viva.co.id dengan judul “Fahmi Idris Buka Beasiswa Akademi Tahfiz Alquran.”

Fahmi Idris menurut saya sangat hebat. Sukses sebagai pebisnis, sukses di politik dengan menjadi Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu di masa BJ Habibie dan SBY.

Selain itu, Fahmi Idris juga sukses menjadi ilmuan dengan meraih dua gelar Doktor yaitu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan di Universitas Indonesia (UI) dalam ilmu filsafat.

Kini beliau mendirikan Akademi Alquran Fahmi Idris dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Apresiasi Akademi Tahfiz Alquran Fahmi Idris

Saya sangat apresiasi pendirian Akademi Alquran Fahmi Idris. Ada 6 alasan, saya memberi apresiasi.

Pertama, investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang berkualitas, beriman dan hafiz Alquran.

Kedua, membangun kader umat dan bangsa Indonesia yang hafiz Alquran dan unggul dalam persaingan seperti mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursy dan Presiden Turki, Tayyep Recep Erdogan yang hafiz Alquran.

Ketiga, memberi beasiswa kepada putera-puteri terbaik untuk menghafal Alquran dan menimbah ilmu pengetahuan untuk meraih masa depan yang gemilang.

Kelima, untuk membangun pemuda pemudi dengan akhlak yang baik dan juga mendoakan Fahmi Idris, jika sudah tiba waktunya dipanggil Allah untuk menghadap diharibaanNya.

PTIQ dan Pengalaman Hafal Alquran

Pada tahun 1972 saya mengikuti seleksi di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk belajar di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta.

Alhamdulillah saya terpilih menjadi utusan dari Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk belajar di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta.

Saya mendapat beasiswa dari Pemprov. Sulawesi Tenggara dan dari Yayasan Ihya Ulumuddin, kemudian Yayasan Pendidikan Alquran (YPA).

Semua mahasiswa PTIQ adalah utusan dari seluruh daerah di Indonesia dan utusan dari berbagai organisasi Islam dan Pondok Pesantren. Jumlah mahasiswa PTIQ pada tahun awal didirikan sekitar 45 orang.

Menghafal Alquran dan belajar ilmu keislaman

Seluruh mahasiswa PTIQ tinggal di asrama. Saya menghafal Alquran siang malam dan diberi makan tiga kali sehari.

Saya dan mahasiswa PTIQ dibimbing para hafiz Alquran untuk menghafal Alquran dan taqrir (mengulang hafalan).

Selain menghafal Alquran, juga belajar ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu umum.

Disamping itu, mahasiswa PTIQ juga belajar berorganisasi karena mahasiswa PTIQ selain dipersiapkan sebagai ulama, juga pemimpin umat dan bangsa.

Kuasai 9 M

Prof Dr Nasarudin Umar, Rektor PTIQ dalam webinar memperingati Milad 50 Tahun PTIQ Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan: “setelah 50 tahun PTIQ Jakarta, para alumninya sudah menguasai 9 M antara lain:

Pertama, kuasai Mihrab. Mihrab adalah tempat untuk Imam memimpin shalat berjamaah dalam suatu masjid. Mayoritas masjid yang menjadi imam adalah alumni PTIQ.

Kedua, kuasai Mimbar. Mimbar masjid tempat penceramah menyampaikan dakwah, banyak dikuasai alumni PTIQ.

Ketiga, kuasai Musabaqah. Setiap Musabaqah Tilawatil Qur’an, dikuasai alumni PTIQ.

Keempat, kuasai Majlis Taklim. Berbagai majelis taklim didirikan dan dikuasai alumni PTIQ.

Kelima, kuasai Massa. Banyak alumni PTIQ terjun dalam bidang sosial keagamaan, sehingga Prof Dr Nasarudin Umar, rektor PTIQ mengatakan banyak alumni PTIQ kuasai Massa.

Keenam, kuasai Mushalla. Banyak Mushalla di kantor dan berbagai tempat dikuasai alumni karena mereka fasih dan bagus bacaannya, mereka dipercaya menjadi imam bahkan pengurusnya.

Ketujuh, kuasai MPR. Karena alumni PTIQ banyak di masyarakat, cukup banyak yang dipilih menjadi anggota parlemen. Bahkan periode sekarang ada menjadi Wakil Ketua MPR.

Selain itu, banyak alumni PTIQ menjadi Rektor seperti Prof Dede Rosyada, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dedi Ismatullah, Rektor UIN Sunan Gunung Jati, Bandung, Prof Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Dr TGH L Abdul Muhyi Abidin MA., Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dan banyak yang menjadi direktur Sekolah Tinggi.

Disamping itu, banyak alumni PTIQ yang menjadi da’i, pegawai, pebisnis serta guru.

Alhamdulillah alumni PTIQ sangat banyak yang sudah meraih Doktor dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, tidak ada yang menganggur dan setiap shalat lima waktu selalu mendoakan para orang tua ideologis yang pernah memberi beasiswa sewaktu belajar dan memberi ilmu seperti para Dosen, Kiai, dan Profesor.

Baca Juga

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Lainnya

Bukan saja teringat kebaikan FPI dalam bidang kemanusiaan, tetapi salut atas kesikapan FPI yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang mengalami...

Opini

Sekarang ini amat banyak yang mendukung Prof Din. Seluruh elemen dari berbagai kelompok masyarakat dan partai politik yang lintas agama, lintas suku, organisasi massa,...

Lainnya

Bikin Mimpi Jadi Reality akan menjadi kenyataan, jika suatu bangsa dan negara mempunyai pemimpin yang mempunyai visi yang merupakan mimpi besar untuk direalisasikan.

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Opini

Kemuliaan adalah satu konsep dalam Islam, yang jika diamalkan, maka kita akan meraih kemuliaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Bagaimana cara meraih kemuliaan...

Opini

Islamfobia sangat merugikan karena Islam dan umat Islam dicitrakan serba negatif - seolah tidak ada baiknya. Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka,...

Lainnya

Luar biasa Filipina. Negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, amat menakjubkan karena seluruh anggota Kongres Filipina bersepakat menetapkan 1 Februari 2021 sebagai Hari Hijab...