Connect with us

Chart data saham di laptop - unsplash chris liverani

DKI Jakarta

Pencabutan Lampiran PP Miras dan Saham PT Delta Djakarta yang Merosot

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah tiga kali mengirim surat kepada Ketua DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan proposal penjualan saham pemerintah provinsi DKI Jakarta pada perusahaan Bir PT Delta Djakarta.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah tiga kali mengirim surat kepada Ketua DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan proposal penjualan saham pemerintah provinsi DKI Jakarta pada perusahaan Bir PT Delta Djakarta.

Gubernur DKI Jakarta itu mengajukan proposal penjualan saham pemerintah provinsi DKI Jakarta di perusahaan bir itu untuk mewujudkan janjinya dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

Akan tetapi, untuk mewujudkan janji tersebut ditolak Ketua DPRD DKI Jakarta dari PDIP, karena menurut ketentuan bahwa penjualan saham di perusahaan bir tersebut harus mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI Tolak

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi telah menolak keinginan Pemprov DKI yang ingin menjual saham di PT Delta Djakarta, yang tak lain produsen bir (KompasTV 3/3/2021).

Menurut politikus PDIP ini, tidak ada masalah dengan memiliki saham itu bahkan menguntungkan. “Masalahnya apa? Kalau saya, kalau ada kebijakan eksekutif seperti itu, mana BUMD-BUMD yang tidak mampu, itu dicabut. Ini (PT Delta Djakarta) enggak ada salahnya,” kata Pras di Gedung DPRD, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Menurut Pras, Pemprov DKI bahkan tidak pernah memberikan hibah kepada perusahaan tersebut. Sebaliknya, malah menguntungkan karena selalu membagikan deviden setiap tahun.

Selain itu, dengan masuknya Pemprov di perusahaan bir tersebut, justeru bisa memantau peredaran minuman tersebut hingga ke tingkat RT/RW. “Nah, pemerintah masuk di situ supaya mengukur minumnya sejauh mana. Kan kalau kita enggak tahu sama sekali bahaya, ini liar,” tambahnya.

Keberadaan PT Delta Djakarta juga bukanlah sebuah masalah bagi Pemprov DKI dan jangan selalu dikaitkan dengan agama tertentu, dengan label halal dan haram. Pras meminta kepada pihak-pihak yang mendorong penjualan saham agar tidak mengaitkannya dengan ranah keyakinan. “Sekali lagi bukan masalah agama, halal tidak halal. Jangan dimasukan ke ranah itu,” katanya.

PAN Dorong Untuk Dijual

Presiden Jokowi setelah mencabut lampiran Perpres terkait miras, yang mengatur investasi minuman beralkohol, Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Bambang Kusumanto mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melepas saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta.

Menurut Bambang, fraksinya sudah mendorong pelepasan saham itu sejak 2019 silam. Dukungan itu bulat untuk mengalihkan ke investasi lain yang tak menimbulkan sentimen sosial.

Pemprov DKI Versus DPRD DKI

Persoalan kepemilikan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di perusahaan bir menjadi polemik karena Ketua DPRD DKI menolak penjualan saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT. Delta Djakarta.

Alasan yang dikemukakan karena kepemilikan saham itu menambah pendapatan APBD Jakarta. Dia memberi contoh, pada 2019 silam, Jakarta menerima deviden Rp100,48 miliar.

Sementara Gubernur Anies Baswedan sudah berjanji akan menjual kepemilikan saham tersebut dengan alasan Jakarta lebih butuh air bersih.

Sebaiknya Jual Saham, Tapi Jangan Ketika Merosot

Indonesia adalah negara yang berketuhanan. Secara ideologis Sila pertama dari Pancasila adalah “Ketubanan Yang Maha Esa.”

Pasal 29 UUD 1945 ayat 1 menegaskan bahwa Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan Yang Maha Esa bersumber dari ajaran agama.

Konsekuensi dari itu, maka seluruh Undang-undang, Peraturan maupun Peraturan Daerah (Perda) tidak boleh bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa yang merupakan sila pertama dari Pancasila. Miras termasuk investasi serta membeli saham Miras bertentangan dengan sila pertama dari Pancasila yang bersumber dari ajaran agama.

Secara teologis, semua agama menganggap haram Miras termasuk investasi serta membeli saham Miras.

Secara sosiologis, Miras lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Maka, saham DKI di PT Delta Djakarta sebaiknya dijual. Dananya bisa dimanfaatkan kepada yang lebih bermanfaat bagi warga DKI Jakarta seperti penyediaan air minum.

Kalau akhirnya Ketua DPRD DKI Jakarta dari PDIP dan seluruh Fraksi di DPRD DKI Jakarta setuju saham DKI di PT Delta Djakarta dijual ke pihak lain, maka sahamnya harus pada saat sedang naik (tinggi).

Saham DKI di PT Delta Djakarta sebaiknya tidak dijual sekarang ini karena harga sahamnya sedang anjlok akibat pencabutan lampiran Perpres terkait miras oleh Presiden Jokowi. Pencabutan tersebut karena besarnya protes dari berbagai Ormas Islam, tokoh masyarakat dan kaum cendekiawan.

Baca Juga

DKI Jakarta

Buku yang diberi tajuk Maju Kotanya Bahagia Warganya merupakan reportase tentang pelaksanaan 23 janji Anies-Sandi setelah menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI...

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...

DKI Jakarta

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DKI Jakarta

Suhu politik di DKI Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia memanas, setelah 2 Fraksi secara resmi mengajukan interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan menyangkut Formula E.