Connect with us

Webinar Nasional Mahasiswa Yang Berakhlak Qur'ani Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (2/3/2021) - twitter musniumar

Pendidikan

Republik ini Akan Maju Kalau Dibimbing Ulul Albab (Orang Yang Selalu Berzikir dan Berpikir)

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir dan berpikir).

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir dan berpikir).

Hal itu dia kemukakan saat menjadi narasumber bersama Prof Dr Firdaus Syam dan Dr Amsori dalam Webinar Nasional memperingati Milad 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang bertema “Membangun Mahasiswa Yang Berakhlak Qur’ani” yang dilaksanakan Lembaga Pengkajian Islam Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (2/3/2021).

Dalam Webinar Nasional tersebut Ubedilah Badrun dan Firdaus Syam mengemukakan ciri-ciri Ulul Albab yang dikutip dari surat Ali Imran ayat 191 yaitu orang yang selalu berzikir kepada Allah dan berpikir – memikirkan penciptaan langit dan bumi. Menyadari, semua ciptaan Allah tidak sia-sia, rendah hati dan selalu berlindung agar terhindar dari azab neraka.

Menurut kedua tokoh pergerakan itu, Ulul Albab pasti orang yang cerdas, berilmu, rendah hati, tidak korupsi, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Firdaus Syam, mengatakan bahwa Ulul Albab adalah orang yang istiqamah (konsisten), tunduk kepada Allah, sang Pencipta alam, dan orang yang berilmu. Ketua Program Pasca Sarjana Universitas Nasional itu menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki banyak ilmu, mesti rajin membaca dan berdiskusi.

Mahasiswa sejatinya menurut dia adalah Ulul Albab. Mereka memiliki posisi yang amat penting karena jumlah mereka amat berbatas, hanya sekitar 0,2 % dari total penduduk Indonesia.

Pemimpin Perubahan

Ubedilah Badrun mengemukakan bahwa posisi mahasiswa sebagai Ulul Albab sangat penting. Mereka adalah pemain penting dalam perubahan.

Pengajar Universitas Negeri Jakarta itu menceritakan bahwa para Nabi adalah pembawa perubahan. Kaum muda memiliki keberanian melawan kekuasaan seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim di masa muda yang berani melawan raja Namrud, begitu pula para pemuda “Ashabul Kahfi” yang di tulis dengan tinta emas dalam Alquran karena keberanian mereka melawan kezaliman.

Dalam sejarah peradaban manusia menurut Ubedilah Badrun, aktor perubahan adalah kaum muda. Akan tetapi kaum muda saat ini khususnya mahasiswa sudah masuk perangkap pragmatisme.

Mantan aktivis ini menegaskan bahwa mahasiswa yang yang hilang idealis, pada umumnya jauh dari Alquran.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Covid-19

Sebagai bentuk keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggelar Istighotsah doa bersama. Dengan harapan, semoga Allah mengabulkan doa kita sehingga bangsa Indonesia yang...

Pendidikan

Pada 11 Juni 2021 Universitas Ibnu Chaldun dengan akronim UIC, memperingati milad ke-65 tahun secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pendidikan

Dalam rangka memperingati 50 Tahun YISC Al-Azhar, pada 6 Juni 2021 saya, Tony Rasyid dan Faisal Basri diundang menjadi pembicara dengan topik Literasi Sebagai...

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Politik

Demo besar dukung Palestina terjadi di Amerika Serikat untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Demo terjadi di seluruh kota di Amerika Serikat seperti di New...

Politik

Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran...

Politik

Kita mengecam dan mengutuk keras serbuan tentara Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa. Telah diberitakan bahwa dalam bentrokan sejak jumat, jumlah korban saat ini mencapai...

Ramadan 1442H

Islam mengajarkan pentingnya damai. Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaaman yang berarti taat, tunduk, patuh, pasrah, berserah diri kepada Allah. Menurut etimologi, kata...