Connect with us

Stadion yg akan jadi kebanggaan warga jakarta - IG #jakartainternationalstadium

DKI Jakarta

Pembangunan di DKI Jakarta Tumbuhkan Semangat Dan Antusiasme Masyarakat

Dalam pelaksanaan Pembangunan Di DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur DKI mengemukakan jargon menarik yang coba diamalkan di DKI yaitu Membesarkan yang kecil dan tidak mengecilkan yang besar.

Pembangunan sejatinya dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Akan tetapi, dalam realita pembangunan lebih banyak untuk kepentingan elit, sehingga pembangunan dapat dikatakan dari elit oleh elit untuk elit.

Melencengnya tujuan pembangunan tidak lain karena masyarakat hanya dijadikan obyek pembangunan. Tidak ada partisipasi apalagi kolaborasi.

Realitas Pembangunan

Proses perencanaan pembangunan selama ini di mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan/Desa Kecamatan, Kabupaten/Walikota sampai Provinsi yang kemudian diolah oleh Bappeda.

Pada tingkat pusat Perencanaan Pembangunan dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Proses perencanaan pembangunan yang dilaksanakan selama ini, lebih banyak didominasi elit birokrasi.

Setelah hasil Musrenbang diolah oleh pemerintah daerah melalui Bappeda kemudian dibawah ke DPRD, maka sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik anggota DPRD.

Begitu pula pada tingkat pusat, Perencanaan Pembangunan dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Di era reformasi dasar pembuatan rencana pembangunan adalah dari program Kepala Daerah terpilih yang dikampanyekan dalam pemilihan Kepala Daerah. Pada tingkat pusat, program Presiden yang terpilih dalam pemilihan Presiden, programnya menjadi acuan dalam menyusun program pembangunan.

Dampak dari itu, maka pembangunan tidak membawa perbaikan nasib masyarakat bawah karena sangat dipengaruhi kepentingan para pemodal dan penguasa.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Pembangunan sejatinya dirancang sedemikian rupa sehingga dipahami secara baik oleh masyarakat, tidak dianggap pembangunan sebagai perusak masyarakat yang masih konvensional. Selain itu, harus dicegah jangan sampai kemarahan masyarakat semakin meningkat karena pembangunan justru menciptakan budaya korupsi dan mengesampingkan kepentingan mereka sebagai wong cilik.

Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan agar pembangunan meningkatkan semangat dan menciptakan antusiasme masyarakat untuk terlibat di dalamnya.

Pertama, pembangunan harus memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat lemah dan tidak mencabut mereka dari lingkungan socio kulturalnya.

Kedua, tidak menyinggung sensibilitas religio kultural masyarakat.

Ketiga, proses pembangunan harus benar-benar menguntungkan masyarakat banyak.

Pembangunan di DKI

Dalam pelaksanaan pembangunan di DKI, Anies Baswedan, Gubernur DKI mengemukakan jargon menarik yang coba diamalkan di DKI yaitu Membesarkan yang kecil dan tidak mengecilkan yang besar.

Dalam proses pelaksanaan pembangunan di DKI Jakarta, setidaknya dilakukan 5 hal untuk meningkatkan semangat dan menciptakan antusiasme masyarakat untuk terlibat didalamnya.

Pertama, proses pembangunan yang dilaksanakan di DKI di masa Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta tidak ada penggusuran. Kebijakan ini sangat menyenangkan masyarakat bawah. Kalau ada lahan yang diperlukan untuk kepentingan pembangunan, bukan menggusur tetapi berunding dengan membeli tanah warga dengan “harga ganti untung.”

Kedua, warga diajak kolaborasi untuk membangun DKI Jakarta seperti pengelolaan transportasi massal di DKI, Transjakarta berkolaborasi dengan berbagai perusahaan swasta dan koperasi yang selama ini bergerak di bidang transportasi di bawah branding Jak Lingko.

Ketiga, dalam rangka mengurangi kepadatan lalulintas dan polusi udara di DKI, digalakkan kendaraan sepeda. Bahkan dibuatkan jalur sepeda di jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, ternyata disambut antusiasme masyarakat.

Keempat, integrasi kendaraan di DKI yaitu Transjakarta, MRT, KAI, Bus Rapid Transit, angkutan umum lainnya dan ojek online (ojol).

Kelima, penataan trotoar dan pedestrian di jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, jalan Cikini Raya dan berbagai jalan lainnya.

Dengan pembangunan kota yang mewujudkan kolaborasi, maka tumbuh semangat dan antusiasme warga, sehingga semakin cepat terwujud “maju kotanya bahagia warganya.”

Baca Juga

Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Covid-19 belum selesai. Kalau positif rate bisa 5% insya Allah kita masuk zona aman.

Covid-19

Tugas mulia yang kita harus emban saat ini dan di masa yang akan datang adalah mempertahankan prestasi yang dicapai dalam menurunkan penyebaran Covid-19, secara...

DKI Jakarta

Melalui kolaborasi, yakin rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta dapat atasi Covid-19 yang semakin berbahaya.

Covid-19

Saya mendesak supaya Indonesia menghentikan seluruh penerbangan internasional sementara. Demi kesuksesan PPKM Darurat dan terhindarnya Indonesia sebagai negara Episentrum Covid-19 Se-Dunia.

Covid-19

Alhamdulilah DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria mencapai rekor kesembuhan tertinggi di Indonesia sebanyak 14.856 orang.

Covid-19

Dalam upaya demi keselamatan warga DKI Jakarta pada masa kondisi darurat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria telah membuat 6...

Covid-19

Gubernur Anies Baswedan telah melakukan antisipasi untuk mengatasi ancaman krisis oksigen dan tabung di DKI Jakarta, sehingga rumah sakit di Jakarta semoga tidak akan...

Covid-19

Kebijakan Masjid ditutup dan rumah ibadah lain ditutup tidak tepat karena tidak dibarengi dengan di tutupnya sumber masuk varian Covid-19 terbaru di Indonesia dari...