Connect with us

Halte Gelora Bung Karno Jalan Sudirman - IG planter_forester #haltetransjakarta

DKI Jakarta

DKI Kolaborasi Bangun Musholla di Halte Transjakarta & Kelola Stasiun di Ibu Kota

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan UNU Indonesia patut diapresiasi karena pembangunan yang menghadirkan kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi merupakan wujud dari pembangunan partisipatif. Hasilnya diharapkan positif karena rakyat sebagai subyek pembangunan merasa dilibatkan, sehingga timbul rasa memiliki.

Anies Baswedan telah menandatangani Nota kesepahaman bersama (Memorandum Of Understanding/MOU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi untuk membangun Musholla di Halte Transjakarta.

Hal yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan kerjasama dengan Menteri Perhubungan RI untuk mengelola stasiun kereta api di DKI Jakarta.

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan UNU Indonesia patut diapresiasi karena pembangunan yang menghadirkan kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi merupakan wujud dari pembangunan partisipatif. Hasilnya diharapkan positif karena rakyat sebagai subyek pembangunan merasa dilibatkan, sehingga timbul rasa memiliki.

Kalau rakyat sudah merasa memiliki, maka akan tumbuh rasa bertanggungjawab untuk menjaga, memelihara dan merawatnya.

Hebatnya Transjakarta

Anies menyampaikan Pemprov DKI tengah mengembangkan sistem transportasi terintegrasi yang disebut Jak Lingko. Melalui sistem tersebut, lanjut Anies, masyarakat bisa berpindah-pindah moda transportasi dengan hanya membayar 1 kali perjalanan selama 3 jam.

Anies menjelaskan betapa pentingnya sistem transportasi terintegrasi diimplementasikan di Ibu Kota. Dia memandang warga DKI kerap menghabiskan pengeluarannya hanya untuk ongkos transportasi.

Di Jakarta, hampir bisa dikatakan pengeluaran keluarga bisa sampai 30 persen untuk transportasi. Kalau terima uang bulanan, 30 persen bisa habis untuk transportasi. Kenapa? Karena transportasi umum, massal, tidak terbangun dengan baik.”

Menurut Anies, dengan cara seperti ini, alhamdulillah, dari mana saja, bisa pergi ke mana saja satu biaya. Biaya Rp 5.000, dengan biaya segitu, selesai semua.

Begitu kita lakukan, apa yang terjadi di Jakarta? Akhir tahun 2016, jumlah ridership per hari 340 ribu orang naik kendaraan umum lewat TransJakarta.

Di awal 2020 naik 3,5 kali lipat menjadi menjadi 1 juta lebih sekarang mencapai 1,2 juta.” {DetikNews, 02/3/2021).

Mengelola Stasiun

Hal yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan kerjasama dengan Menteri Perhubungan RI untuk mengelola stasiun kereta api di DKI Jakarta.

Hal tersebut bisa terwujud karena atas petunjuk Presiden Jokowi, DKI Jakarta diberi kewenangan mengelola stasiun di Jakarta.

Anies bercerita pada saat Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. Sulitnya menata transportasi berbasis rel karena tak memiliki kewenangan. Anies kemudian meminta agar Pemprov DKI diberi kewenangan untuk ikut mengelola stasiun yang ada di Ibu Kota.

Akhirnya, kata Anies, Jokowi memberi lampu hijau untuk mengurus persoalan stasiun bersama PT KAI. Jokowi, kata Anies, juga pernah merasakan susahnya mengatur stasiun di Ibu Kota.

“Jadi, ketika beliau dengar langsung, ‘Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun’. Karena pintu stasiun yang ngurusin stasiun, kemacetannya yang ngurusin DKI.”

“Alhamdulillah kemudian pengelolaan stasiun di Jakarta diserahkan kepada DKI sekarang.” (DetikNews, 02 April 2021).

Pengelolaan stasiun di Jakarta oleh Pemprov DKI Jakarta patut di apresiasi dan didukung karena stasiun bisa diperindah oleh Pemprov. DKI Jakarta.

Selain itu, kesemrawutan di stasiun bisa diatasi oleh DKI karena mempunyai aparat Satpol PP. Lebih penting dari itu, hubungan antara DKI Jakarta dengan pemerintah pusat bisa semakin baik karena selama ini dikesankan seolah ada “persaingan,” pada hal tidak ada. Bahkan ada pihak tertentu yang selalu mempertentangkan antara Anies dengan Presiden Jokowi.

Dengan penyerahan pengelolaan stasiun dari pemerintah pusat ke Pemprov. DKI Jakarta, maka akan menepis segala macam tuduhan negatif kepada Anies, Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...

Opini

Momentum pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai Nasdem, mereka mengambil peluang untuk kembali bersinar 2024 mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden RI 2024.

Opini

Fenomena dukungan Anies Baswedan sebagai capres oleh Forum Kakbah Membangun (FKM) yang diikuti banyak kader PPP merupakan suatu bentuk upaya para kader PPP menyuarakan...

Pemilu

Isu sentral yang Digulirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 adalah masalah keadilan sosial. Sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh...

Pemilu

Selama hampir 10 (sepuluh) tahun Partai Keadilan Sejahtera PKS beroposisi. Tidak tergiur untuk masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi.

Opini

Relawan Anies Baswedan dibentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia atas prakarsa dan swadaya masing-masing. Jauh sebelum Anies berakhir masa baktinya sebagai Gubernur DKI Jakarta...

Pemilu

Pamor semakin meroket tinggi setelah Partai Nasdem mengumumkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden Partai Nasdem 2024.

Pemilu

Anies Baswedan, Calon Presiden RI dari Partai Nasdem telah mengemukakan kriteria Calon Wakil Presiden RI yang diharapkan untuk mendampinginya.