Connect with us

Musni Umar di kawasan Sudirman depan tugu sepeda yang sedang dibangun (11/4/2021) - twitter musniumar

DKI Jakarta

Kritik Tugu Sepeda: Indahnya Demokrasi Dan Pengingat Pentingnya Berolah Raga Untuk Kesehatan

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritik habis-habisan gegara proyek Tugu Sepeda. Keberadaan tugu sepeda itu dianggap tak penting.

Indahnya Demokrasi

Gubernur Anies dan Wagub Ahmad Riza Patria sudah mendengar kritikan dari sebagian warga. Bahkan Wagub Ariza sudah merespon kritik pembangunan Tugu Sepeda.

Menurut Saya sebagai sosiolog, dalam alam demokrasi, kritik itu wajar. Kritikan itu diperlukan untuk menyempurnakan pembangunan “Tugu Sepeda” supaya lebih efisien dan lebih efektif.

Dalam demokrasi, sejatinya rakyatlah yang berdaulat. Mereka yang setuju pembangunan “Tugu Sepeda” menyuarakan aspirasi mereka. Sebaliknya, rakyat yang tidak setuju pembangunan “Tugu Sepeda,” juga menyuarakan ketidak-setujuan mereka.

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Setiap proyek pembangunan yang berskala besar ataupun kecil, sebaiknya dikritik dan tidak masalah jika ada yang mendukung. Jangan sampai seperti proyek pembangunan Kereta Api Jakarta-Bandung. Proyek ini merupakan mega proyek kerjasama Indonesia-China tanpa penelitian yang dalam dan sepi dari kritik, akhirnya membengkak anggarannya.

Pentingnya Tugu Sepeda

Setidaknya ada lima alasan Tugu Sepeda itu, perlu dibangun di DKI Jakarta.

Pertama, untuk menyukseskan Indonesia emas 2045 dibutuhkan SDM mumpuni yang mampu bersaing dipentas nasional dan internasional. SDM mumpuni adalah SDM yang berpendidikan dan berkualitas serta sehat. Untuk mewujudkan SDM yang sehat, maka rakyat Indonesia harus rajin berolah raga.

Kedua, warga DKI Jakarta lagi Gandrung bersepeda saat ini. Gandrung bersepeda ini sangat penting disemangati dan diapresiasi. Salah satu bentuk menyemangati dan memberi apresiasi kepada pesepeda dengan membuat Tugu Sepeda.

Ketiga, pandemi Covid-19 telah menyadarkan warga DKI pada khususnya, betapa pentingnya berolah raga. Salah satu bentuk olah raga yang masif dilakukan ialah gowes sepeda. Pemerintah DKI Jakarta merespon tingginya animo warga DKI dengan menyediakan jalur khusus bagi pesepeda, dan membuat tugu sepeda sebagai pengingat masifnya penggunaan sepeda gara-gara pandemi Corona atau COVID-19.

Keempat, walaupun DKI dan hampir seluruh Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19, tetapi warga DKI pada khususnya nampak amat bahagia. Sangat tepat jargon kampanye Anies-Sandi dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 1997 “Maju Kotanya Bahagia Warganya.” Untuk memberi semangat dan apresiasi terhadap kebahagiaan yang dialami warga DKI pada khususnya adalah sangat wajar, jika dibuatkan tugu sepeda untuk mengenang semangat berolah raga gowes sepeda warga DKI Jakarta yang hampir setiap hari dilakukan. Puncak keramaian bersepeda pada hari libur nasional, sabtu dan ahad.

Kelima, pembuatan Tugu Sepeda di Jakarta, walaupun ada yang mengeritik sebagai tidak perlu karena masih banyak yang harus menjadi skala prioritas, tetapi sama sekali program utama Anies-Ariza dibidang pendidikan dan kesehatan serta bidang-bidang lainnya yang menjadi skala prioritas, terus digenjot sesuai janji politik Anies-Sandi dalam kampanye pemilihan Gubernur 2017. Apalagi biaya pembuatan tugu sepeda bukan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), tetapi dari pihak ketiga.

Keenam, pembuatan Tugu Sepeda, juga merupakan upaya Pemprov DKI memberi ruang bagi para pelaku seni untuk berkreasi demi memperindah Ibu Kota. Keindahan ibukota merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kampanye Anies-Sandi dalam pemilihan Gubernur DKI untuk menata kota Jakarta yang indah dan asri.

Kita berharap bersepeda di masa depan tidak hanya sebagai sarana olahraga dan sarana rekreasi, tetapi juga sebagai sarana transportasi untuk melengkapi sarana transportasi massal yang terintegrasi dengan layanan transportasi publik Transjakarta dengan branding “JakLingko.”

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

DKI Jakarta

Kedatangan warga negara asing di Indonesia untuk menyaksikan Balap Mobil Listrik Formula E merupakan salah satu target dari penyelenggaraan event international di Jakarta.

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya apresiasi dimulainya perayaan HUT DKI Jakarta ke-495 yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari pulau Bidadari, Kepulauan Seribu Jakarta...

DKI Jakarta

Saya bersyukur pasca pandemi Covid-19 di Jakarta, pada Car Free Day (22/5) saya dapat berpartisipasi olahraga jalan kaki dari Dukuh Atas Jalan Jenderal Sudirman...

DKI Jakarta

Untuk mempromosikan bahwa Jakarta dan Indonesia, pandemi Covid-19 sudah bisa dikendalikan, sehingga Balap Mobil Listrik Formula E bisa dilaksanakan di Jakarta.

DKI Jakarta

Pesan Anies itu disampaikan kepada mahasiswa doktoral yang sedang belajar di London, Inggris, ketika memberi kuliah kepada mereka, saat Anies melakukan kunjungan kerja di...

DKI Jakarta

Menurut saya, demi menjaga ketahanan pangan, warga lebih memerlukan tersedianya pangan murah bersubsidi, ketimbang mereka diberi Bantuan Tunai Langsung (BLT) dengan harga bahan pokok...

DKI Jakarta

Jakarta telah dicanangkan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sebagai global city (kota global). Jakarta Go Global, Jakarta mendunia harusnya dijadikan acuan, prime mover...

DKI Jakarta

Anies bersama Transjakarta berharap perjanjian kerjasama memperluas akses Transjakarta pada penyedia bus elektrik, tidak hanya lokal tapi juga dari belahan dunia lain, terutama Inggris....