Connect with us

Membaca alquran di dekat ka'bah di mekah - pixabay chzaib

Ramadan 1442H

Keagungan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan

Salah satu amalan ramadan yang sangat agung ialah mendalami isi, menghafal dan membaca Al-Qur’an.

Salah satu amalan ramadan yang sangat agung ialah mendalami isi, menghafal dan membaca Al-Qur’an.

Sehari-semalam, sebanyak 5 kali kita salat. Setiap salat rawatib dan salat sunat, kita membaca Al-Qur’an. Selain itu, usai salat rawatib (salat 5 waktu) dan salat sunat, pada bulan ramadan sangat mulia dan berlipat ganda pahalanya membaca, menghafal dan mendalami makna ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca.

Memperbanyak amalan ibadah di bulan suci Ramadan seperti puasa (shaum), salat Traweh, membaca, menghafal, mendalami isi Al-Qur’an dan amalan ramadan lainnya akan menjadi momentum untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah.

Keagungan Al-Qur’an

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipat-gandakan menjadi sepuluh kalinya.”

Pahala membaca Al-Qur’an semakin bertambah, apabila mampu membaca sebanyak 100 ayat. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad mengatakan: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.”

Dari hadis tersebut, kita ketahui betapa besarnya keagungan dan kemuliaan membaca Al-Qur’an. Apalagi jika diamalkan pada bulan Ramadan yang merupakan bulan yang penuh keberkahan, ampunan Allah serta bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Setidaknya ada 5 keagungan membaca, menghafal dan mendalami Al-Qur’an yaitu:

1. Pahala Berlipat Ganda

Umat Islam yang rutin membaca, apalagi menghafal dan mendalami makna ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca, akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah.

Dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda: “Yang mahir membaca Al-Qur’an bersama malaikat yang terhormat dan yang membaca Al-Qur’an sedangkan terbata-bata serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dapat Syafaat

Keagungan membaca, apalagi menghafal dan mendalami Al-Qur’an, mereka akan memperoleh kemuliaan di dunia dan di akhirat. Selain itu, Al-Qur’an akan menjadi penolong atau syafaat di akhirat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: ” Bacalah bait Al-Qur’an, karena sesungguhnya pada hari kiamat akan datang memberikan syafaat yang baik kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

3. Menjadi Obat

Keagungan Al-Qur’an bagi yang membaca dan mendalami isi, dapat menjadi obat dari penyakit hati dan fisik. Cara yang sering dilakukan masyarakat untuk mengobati diri dan orang yang sakit adalah dengan melakukan ruqyah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ

“Dan kami turunkan Al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Isra: 82).

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Q.S. ar-Ra’du: 28)

4. Rumah Jadi Bercahaya

Kalau kita rutin membaca Al-Qur’an apalagi menghafal dan mendalami makna Al-Qur’an di rumah, maka rumah kita akan bercahaya. Tidak hanya itu, tetapi rumah yang sering dibacakan Al-Qur’an akan terasa lebih tenang dan damai.

Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut, yang artinya:
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan at-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setan tidak akan masuk ke rumah yang dibaca di dalamnya Al-Qur’an.”

5. Dilindungi dari Setan

Mereka yang sering membaca, apalagi menghafal dan mendalami isi Al-Qur’an, akan dilindungi dari godaan setan yang terkutuk.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

Saya, Musni Umar berdoa dan berharap semoga keagungan, kemuliaan dan keberkahan membaca, menghafal dan mendalami isi Al-Qur’an, dapat bersama kita peroleh di bulan ramadan yang suci ini.

Baca Juga

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Covid-19

Sudah dua kali umat Islam Indonesia dan umat Islam diberbagai negara di dunia mengalami lebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Tahun ini lebaran...

DKI Jakarta

Jakarta adalah kota metropolitan yang sudah maju seperti berbagai kota metropolitan di dunia. Maka, saat dilarang mudik lebaran Idul Fitri 1442H, merupakan kesempatan yang...

Pendidikan

Salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya sekedar mencerdaskan bangsa, tetapi membawa seluruh bangsa Indonesia berilmu dan...

DKI Jakarta

10 Hari Terakhir Ramadan Dengan Transjakarta. Puncak kesibukan umat Islam menjelang lebaran idul Fitri, terutama mereka yang mau i'tikaf di Masjid atau belanja di...

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Politik

Islam diwahyukan oleh Allah kepada Muhammad SAW dengan kitab suci Al-Qur'an. Salah satu isi Al-Qur'an ialah hak asasi manusia. Prinsip Al-Qur'an tentang hak asasi...

Ramadan 1442H

Islam mengajarkan pentingnya damai. Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaaman yang berarti taat, tunduk, patuh, pasrah, berserah diri kepada Allah. Menurut etimologi, kata...