Connect with us

Tasbih dan Al-qur'an - pexels rodnae-prod

Ramadan 1442H

Ramadan Mubarak dan Keagungan Al-qur’an

Keagungan Al-qur’an tidak saja karena memuat segala macam ayat yang bisa dijadikan panduan, kompas dan petunjuk bagi manusia dan orang-orang yang bertakwa, tetapi tidak ada kitab suci di dunia yang dibaca dan dihafal begitu banyak orang. Di Indonesia diperkirakan puluhan ribu orang yang hafal Al-qur’an, dan ribuan anak-anak yang sedang menghafal Al-qur’an.

Ramadan Mubarak, maknanya Ramadan yang diberkati atau Ramadan yang bahagia telah datang.

Seluruh umat Islam menyambutnya dengan shaum (puasa), taraweh, membaca dan mendalami Al-qur’an, berinfak, bersadaqah, berzakat dan sebagainya.

Mereka yang mengamalkan shaum (puasa) Ramadan dengan iman dan berharap pahala dan ridha dari Allah, akan mendapat pahala yang berlipat ganda, dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

Setiap tahun ada 12 bulan. Satu bulan disebut syahru ramadhan (bulan ramadan), Allah menyediakan satu bulan sebagai sayyidus syuhur (bulan agung) tempat beribadah bagi para hambanya yang beriman dan bertakwa. Pahala bagi mereka yang beribadah pada bulan ramadan luar biasa. Tidak saja pahalanya yang berlipat ganda bagi mereka yang berpuasa dan mengamalkan amalan Ramadan, tetapi juga dosa-dosanya diampuni oleh Allah sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [رواه البخاري ومسلم

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang melakukan qiyam [di malam hari] Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Keagungan Al-qur’an

Al-qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril. Adapun isi kandungan Al-qur’an terdiri dari akidah, ibadah dan muamalah, hukum, sejarah, akhlak, dan ilmu pengetahuan.

Keagungan Al-qur’an tidak saja karena memuat segala macam ayat yang bisa dijadikan panduan, kompas dan petunjuk bagi manusia dan orang-orang yang bertakwa, tetapi tidak ada kitab suci di dunia yang dibaca dan dihafal begitu banyak orang. Di Indonesia diperkirakan puluhan ribu orang yang hafal Al-qur’an, dan ribuan anak-anak yang sedang menghafal Al-qur’an.

Keagungan Al-qur’an yang lain, tidak ada perbedaan walaupun satu ayat. Apa yang dibaca dan dihafal di Mesir, Iran, Turki, Indonesia, Amerika Serikat, Rusia dan dimanapun, semua sama-tidak ada yang beda sedikitpun.

Selain itu, keagungan Al-qur’an ialah Allah memelihara otentikasi dan orisinalitas (keaslian) Al-qur’an. Allah memelihara otentikasi dan orisinalitas (keaslian) Al-qur’an dari pemalsuan dan salah cetak, selain ada tim tashih sebelum Al-qur’an dicetak, di seluruh dunia sangat banyak penghafal (hafiz) Al-qur’an. Jumlah penghafal Al-qur’an di Indonesia mencapai 30 ribu orang. Arab Saudi memiliki 6.000 orang penghafal Al-qur’an.

Keagungan lain Al-qur’an ialah sebagai mu’jizat terbesar Nabi Muhammad saw yaitu dengan diksi dan gaya bahasa yang tidak akan ada yang mampu menandinginya meski pun satu ayat saja.

Setiap Rasul dan Nabi yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah mempunyai mu’jizat. Mu’jizat merupakan kejadian (peristiwa) luar biasa dan ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia.

Nabi Musa alaihissalam sebagai contoh, Allah memberikan 9 mu’jizat kepada beliau. Hal ini seperti dijelaskan di dalam Al-qur’an surah Al-Isra’ ayat 101:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

“Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir’aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir.”

Selain Nabi Musa, juga para Rasul dan Nabi diberi mu’jizat sebagai tanda, Allah telah mengangkat mereka sebagai Rasul dan Nabi untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya agar beriman kepada Allah yang esa, tidak menyekutukanNya, menyembah kepadaNya dan berbuat baik.

Baca Juga

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Covid-19

Sudah dua kali umat Islam Indonesia dan umat Islam diberbagai negara di dunia mengalami lebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Tahun ini lebaran...

DKI Jakarta

Jakarta adalah kota metropolitan yang sudah maju seperti berbagai kota metropolitan di dunia. Maka, saat dilarang mudik lebaran Idul Fitri 1442H, merupakan kesempatan yang...

Pendidikan

Salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya sekedar mencerdaskan bangsa, tetapi membawa seluruh bangsa Indonesia berilmu dan...

DKI Jakarta

10 Hari Terakhir Ramadan Dengan Transjakarta. Puncak kesibukan umat Islam menjelang lebaran idul Fitri, terutama mereka yang mau i'tikaf di Masjid atau belanja di...

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Politik

Islam diwahyukan oleh Allah kepada Muhammad SAW dengan kitab suci Al-Qur'an. Salah satu isi Al-Qur'an ialah hak asasi manusia. Prinsip Al-Qur'an tentang hak asasi...

Ramadan 1442H

Islam mengajarkan pentingnya damai. Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaaman yang berarti taat, tunduk, patuh, pasrah, berserah diri kepada Allah. Menurut etimologi, kata...