Connect with us

Deklarasi Partai Ummat (29/4/2021) - Youtube Amien Rais Official

Pemilu

Partai Ummat: Partai Harapan Rakyat Indonesia

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini didirikan oleh Prof Dr M. Amien Rais, Ketua Umum PP Muhammadiyah 1995-1998, Ketua MPR 1999-2004 dan Ketua Umum PAN 1998-2020.

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta.

Partai Ummat ini hebat dan menarik. Setidaknya ada 5 hal yang membuat Partai Ummat ini hebat dan menarik.

Pertama, didirikan oleh Prof Dr M. Amien Rais, Ketua Umum PP Muhammadiyah 1995-1998, Ketua MPR 1999-2004 dan Ketua Umum PAN 1998-2020.

Kedua, Partai Ummat dipimpin oleh seorang cendekiawan muda bergelar Ph.D pakar IT.

Ketiga, Partai Ummat diisi para politisi senior dari berbagai macam partai politik dan aktivis.

Keempat, Partai Ummat selalu viral di google dalam pemberitaan yang tidak terjadi pada partai politik manapun.

Kelima, Partai Ummat mendapat apresiasi dari publik di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Kondisi Sosial Ekonomi, Politik & Hukum

Kondisi sosial ekonomi, politik dan hukum di Indonesia masih memprihatinkan.

Pertama, masalah kemiskinan. Sebelum Covid-19 apalagi setelah Covid-19 melanda Indonesia, bertambah banyak orang miskin. Jumlah orang miskin sangat ditentukan garis kemiskinan yang dipergunakan. Kalau mengukur jumlah orang miskin dengan menggunakan garis kemiskinan US$ 1/hari atau sekitar 14.500/hari atau Rp 435.000/bulan, maka jumlah orang miskin di Indonesia sangat besar jumlahnya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah orang miskin saat ini sebanyak 27,55 juta jiwa atau meningkat 2,76 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Kalau mengukur jumlah orang miskin dengan menggunakan batas garis kemiskinan menurut Bank Dunia sebesar US$ 2/hari atau Rp 29.000/hari dengan kurs rupiah per 1 dolar Amerika Serikat sebesar 14.500 atau Rp 29.000/hari atau Rp 870.000/bulan, maka jumlah orang miskin di Indonesia sangat besar. Pada hal penghasilan sebesar itu, jauh dari cukup untuk hidup layak.

Selain itu, masalah kesenjangan sosial yang sangat lebar antara mayoritas bangsa Indonesia dengan sekelompok kecil dari bangsa Indonesia.

Kedua, masalah ekonomi. Dampak dari Covid-19, ekonomi Indonesia babak belur. Banyak sekali perusahaan yang mengalami kesulitan, sehingga kemampuan membayar pajak merosot tajam. Dampak lebih lanjut, penerimaan pemerintah untuk belanja negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merosot luar biasa. Untuk menopang APBN, pemerintah setiap tahun berutang dalam jumlah besar untuk menutup APBN.

Yang amat memprihatinkan, utang bertambah luar biasa, tetapi tidak beiringan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Ketiga, masalah korupsi. Walaupun Indonesia sedang dilanda Covid-19, korupsi tetap merajalela. Sebagai contoh, bantuan sosial (bansos) bagi orang miskin dikorupsi dalam jumlah yang luar biasa besar, sehingga Juliari Batubara, Menteri Sosial RI dan teman-temannya ditangkap KPK.

Keempat, masalah politik. Kebebasan semakin ditekan. Parlemen (DPR) tak obahnya seperti di masa Orde Baru, kaum intelektual di kampus diam, masyarakat madani memilih aman. Kalau kekuatan di masyarakat suka demo, tokohnya akan dicarikan kasus hukumnya untuk ditangkap.
Dampaknya indeks demokrasi kita melorot tajam.

Kelima, masalah hukum. Harus diakui penegakan hukum masih tajam ke bawah, tumpul ke atas. Tajam ke kiri tumpul ke kanan. Tidak ada kesamaan kedudukan di mata hukum. Keadilan sebagai instrumen yang utama dalam penehakan hukum masih jauh dari yang diharapkan.

Peluang Partai Umat

Kondisi sosial ekonomi, politik, hukum dan sebagainya yang memprihatinkan merupakan peluang bagi Partai Ummat dan partai-partai politik yang di luar pemerintah.

Partai Ummat menurut saya merupakan harapan rakyat Indonesia. Pertama, Partai Ummat memiliki patron yaitu Prof Dr M Amien Rais yang tidak diragukan kredibilitasnya, konsistensinya membela rakyat dan kepakarannya. Partai politik yang memiliki patron, dalam realitas sosial politik di Indonesia, mendapat dukungan suara yang besar dalam pbemilu.

Kedua, masyarakat yang mengalami banyak masalah, secara sosiologis akan berpaling memilih partai yang memberi harapan pada mereka.

Kepercayaan masyarakat akan hadirnya satrio piningit, ratu adil, imam mahdi dan sebagainya merupakan mimpi rakyat jelata (wong cilik) yang ingin pada suatu saat akan datang seseorang yang akan membawa keadilan dan kemakmuran bagi mereka. Bisa saja partai politik yang kemudian mendapat dukungan luas dari rakyat dalam pemilu karena memberi harapan kepada rakyat.

Ketiga, rakyat Indonesia sudah terpragmentasi sosial politik ke dalam dua kelompok. Pertama, mereka yang mendukung rezim. Kedua, mereka yang tidak puas dan tidak mendukung rezim.

Rakyat yang tidak puas dan tidak mendukung rezim, menurut pengamatan saya sangat banyak. Mereka itu, merupakan silence majority. Jika Partai Ummat bisa menunjukkan pemihakan dan pembelaan kepada mereka dengan Lawan Kezaliman Tegakkan Keadilan, maka dalam pemilu 2024, rakyat akan memilih Partai Ummat.

Baca Juga

Politik

Pada 6 Oktober 2021 saya bersilaturrahim dengan Prof. Dr. M. Amien Rais, Ketua Majelis Syura Partai Ummat di Kantor Partai Ummat, Jl. Tebet Timur...

Politik

Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Golkar pasca reformasi tahun 1998. Keadaan Golkar saat Itu sangat gawat, karena gelombang reformasi ikut menghantam Golkar.

Opini

Isu 3 periode bertambah ramai, setelah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mewacanakan amandemen UUD. Sontak publik ribut sebab mereka mengaitkan wacana 3 periode dengan...

Politik

Saya tidak sependapat kalau ada yang keberatan. Fakta menunjukkan bahwa sebelum, saat dan pasca reformasi, Pak Amien sangat menonjol. Sehingga amat wajar akan banyaknya...

Covid-19

Sudah dua kali umat Islam Indonesia dan umat Islam diberbagai negara di dunia mengalami lebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Tahun ini lebaran...

DKI Jakarta

Jakarta adalah kota metropolitan yang sudah maju seperti berbagai kota metropolitan di dunia. Maka, saat dilarang mudik lebaran Idul Fitri 1442H, merupakan kesempatan yang...

Pendidikan

Salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan hanya sekedar mencerdaskan bangsa, tetapi membawa seluruh bangsa Indonesia berilmu dan...

DKI Jakarta

10 Hari Terakhir Ramadan Dengan Transjakarta. Puncak kesibukan umat Islam menjelang lebaran idul Fitri, terutama mereka yang mau i'tikaf di Masjid atau belanja di...