Connect with us

10 hari menjelang Lebaran, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi bersama TNI/Polri melakukan pengendalian keramaian yang terjadi di Pasar Tanah Abang (2/5/2021) - IG aniesbaswedan

Covid-19

Anies Cegah Kerumunan Massa di Pasar Tanah Abang Dan Pentingnya Jaga Jakarta

Dalam upaya jaga jakarta dan mencegah berlanjutnya kerumunan massa untuk berbelanja di pasar Tanah Abang menjelang Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya telah telah melakukan berbagai langkah. Menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri dan Satpol PP menjadi 2500 orang yang bertugas di pasar Tanah Abang untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Dalam keadaan normal, semua pasti senang kalau pasar Tanah Abang membludak orang berbelanja menjelang lebaran Idul Fitri. Pedagang senang karena meraup keuntungan yang besar sekali dalam setahun. Selain itu, pembeli senang karena bisa membeli keperluan menjelang lebaran Idul Fitri. Tidak terkecuali PD Pasar Jaya sebagai pengelola pasar Tanah Abang dan pemerintah DKI Jakarta ikut senang jika ramai yang berbelanja karena ekonomi akan tumbuh. Dampaknya pasti pendapatan daerah meningkat.

Akan tetapi, Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia saat ini dalam keadaan tidak normal sebagai akibat dari Covid-19, yang telah mengakibatkan runtuhnya ekonomi Jakarta dan Indonesia. Banyak yang terinveksi Covid dan banyak pula yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, pemerintah dan pemerintah daerah sangat khawatir adanya kerumunan massa yang besar di pasar Tanah Abang pada khususnya sebab bisa terjadi klaster baru Covid.

Dalam keadaan tidak normal akibat Covid, yang merasa senang membludaknya masyarakat berbelanja, hanya pedang dan pembeli yang senang. Sementara Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya serta Satgas Covid ketar-ketir karena kerumunan massa di pasar Tanah Abang yang luar biasa, bisa menimbulkan klaster baru Covid di Jakarta.

Jaga Jakarta Dan Cegah Kerumunan Massa

Dalam upaya jaga jakarta dan mencegah berlanjutnya kerumunan massa untuk berbelanja di pasar Tanah Abang menjelang Idul Fitri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya telah telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, berkoordinasi dengan Direksi Kereta Api Indonesia agar kereta api tujuan stasiun Tanah Abang, untuk sementara waktu ditiadakan, karena mayoritas yang berbelanja di pasar Tanah Abang menggunakan moda transportasi kereta api.

Kedua, menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri dan Satpol PP menjadi 2500 orang yang bertugas di pasar Tanah Abang untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Sebelum ini, sudah ada 1.000 petugas di pasar Tanah Abang, tetapi mereka kewalahan sebab jumlah masyarakat yang menyerbu pasar Tanah Abang untuk berbelanja telah mencapai 100,000/hari.

Ketiga, menerapkan buka tutup pasar Tanah Abang pada jam yang ditetapkan. Hal tersebut untuk mencegah terulangnya kerumunan massa di pasar Tanah Abang.

Keempat, mengurangi pintu masuk bagi yang mau berbelanja di pasar Tanah Abang.

Kelima, terus menghimbau agar menghindari kerumunan massa saat berbelanja untuk keselamatan mereka yang berbelanja dan keluarga dirumah.

Budaya Lebaran

Setidaknya ada lima budaya yang sudah turun-temurun diamalkan masyarakat Muslim menjelang dan saat lebaran Idul Fitri.

Pertama, belanja di pasar menjelang lebaran untuk membeli baju baru dan keperluan lebaran Idul Fitri, sehingga pasar selalu membludak orang berbelanja.

Kedua, mudik atau pulang kampung. Budaya ini sangat sulit dihilangkan. Walaupun pemerintah tahun ini melarang mudik, tetapi rakyat masih mudik dengan meninggalkan Jakarta pada jam 03.00 pagi saat petugas tidur lelap.

Ketiga, silaturrahim atau halal bihalal dengan keluarga, teman atau sahabat.

Keempat, ziarah ke kubur menjelang Idul Fitri atau dalam suasana lebaran Idul Fitri.

Kelima, liburan bersama keluarga misalnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan dan berbagai tempat liburan.

Semua yang dikemukakan di atas, berpotensi menimbulkan klaster Covid, jika tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk mencegah dan menghindari kerumunan massa, karena walaupun memakai masker tetapi ditengah kerumunan massa, sangat berpotensi terjadi penyebaran wabah Covid.

Walaupun petugas disiapkan dalam jumlah besar untuk mengawasi terjadinya kerumunan massa, tetapi jumlah masyarakat yang berkerumun pasti lebih banyak dari petugas.

Oleh karena itu, solusi yang terbaik adalah menumbuhkan kesadaran untuk sementara waktu berpuasa tidak ke pasar menjelang lebaran Idul Fitri, tidak mudik, tidak bersiturrahim, tidak ziarah ke kubur dan tidak berlibur ditempat yang pasti mengundang kerumunan massa.

Baca Juga

DKI Jakarta

Buku yang diberi tajuk Maju Kotanya Bahagia Warganya merupakan reportase tentang pelaksanaan 23 janji Anies-Sandi setelah menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI...

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

DKI Jakarta

Dalam negara yang multi kultural, multi etnis, dan agama, apalagi dalam negara demokrasi, sangat wajar kalau kubu yang berbeda. Di dalam perbedaan, pasti banyak...

DKI Jakarta

Kebon Sirih tempat berkantornya anggota DPRD DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga untuk dukungan interpelasi dari PDIP-PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DKI Jakarta

Pertama kita panjatkan puji syukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bisa dikendalikan. Begitu pula Covid-19 di Jakarta.