Connect with us

Suasana di terminal bus Kampung Rambutan (1/5/2021) - IG #mudik2021

Covid-19

Mudik Fenomena Budaya Dibalut Kepercayaan Agama Yang Memiliki Dampak Ekonomi Tinggi

Mudik merupakan fenomena sosial budaya berlandaskan kepercayaan agama. Maka, walaupun mudik dilarang oleh pemerintah, masyarakat masih memaksakan untuk mudik dengan segala macam cara yang dilakukan untuk bisa mudik. Masyarakat masih nekat mudik dengan dengan cara mudik dini, sebelum larangan mudik mulai diberlakukan pada 6-17 Mei 2021. Mudik Fenomena Budaya.

Pemerintah telah melarang mudik lebaran Idul Fitri tahun 2021 yang mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Larangan tersebut disiasati oleh warga dengan mudik dini yaitu mudik sebelum tanggal yang ditetapkan oleh pemerintah. Diperkirakan ribuan kendaraan pribadi telah meninggalkan Jakarta menunju kampung halaman mereka.

Pertanyaannya mengapa mudik dilarang oleh pemerintah? Wiku Adisasmito, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa “Tidak ada libur panjang kasusnya turun, itu harus dimaknai penting, jangan sampai kita sudah satu tahun belajar nanti masih mengulangi hal yang sama, bukan hanya sekedar mengulang kembali lagi yang saya ingatkan (mudik) itu harganya nyawa .”

keputusan pelarangan mudik sebenarnya merupakan empirical based on data. Setiap kali selesai liburan panjang angka penularan covid-19 pasti meningkat signifikan.”

Dr. Wiku Adisasmito lebih lanjut mengemukakan, meski program vaksinasi nasional sudah dimulai, bukan berarti setiap warga bebas bepergian dari satu daerah ke daerah lain. Pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik apapun bentuknya.

Mudik Fenomena Budaya

Mudik merupakan fenomena sosial budaya berlandaskan kepercayaan agama. Maka, walaupun mudik dilarang oleh pemerintah, masyarakat masih memaksakan untuk mudik dengan nsegala macam cara yang dilakukan untuk bisa mudik.

Masyarakat masih nekat mudik dengan dengan cara mudik dini. Masyarakat menyiasati larangan mudik yang diberlakukan pemerintah dengan mudik sebelum larangan mudik mulai diberlakukan pada 6-17 Mei 2021.

Selain itu, masyarakat melakukan pula siasat dengan mudik pukul 03.00 pagi saat Satgas Covid-19 tidur lelap. Para pemudik menaiki kendaraan yang mereka sewa melewati jalan tikus yang hanya mereka yang mengetahui jalan itu.

Pertanyaannya, mengapa masyarakat sangat ngebet mudik atau pulang kampung. Setidaknya ada banyak alasan:

Pertama, lebaran Idul Fitri merupakan peristiwa budaya yang sudah dilakukan turun-temurun oleh mereka yang merantau. Ada perasaan “berdosa” kalau tidak mudik saat lebaran Idul Fitri.

Kedua, lebaran Idul Fitri merupakan momentum untuk silaturrahim dengan keluarga dikampung halaman. Lebaran Idul Fitri merupakan waktu yang paling tepat untuk silaturrahim.

Ketiga, silaturrahim merupakan perintah agama, yang sangat melekat dihati masyarakat. Walaupun silaturrahim bisa melalui dunia maya dengan aplikasi zoom misalnya, tetapi masyarakat memilih silaturrahim langsung seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Keempat, mudik merupakan sarana untuk melepas rindu. Selama satu tahun mereka hidup diperantauan, momentum Hari Raya Idul Fitri, mereka mudik untuk melepas rindu di kampung halaman.

Kelima, mudik dikampung halaman ada yang menjadikan sebagai sarana untuk pamer kepada keluarga, tetangga dan teman-teman sekampung halaman bahwa mereka telah sukses di perantauan.

Keenam, mudik dikampung halaman pada saat Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk ziarah ke kubur orang tua, kakek, nenek dan keluarga. Tidak ada momentum yang paling pas kecuali sesudah puasa ramadan.

Dampak Ekonomi Mudik

Sudah banyak yang mengulas tentang besarnya dampak ekonomi pada saat masyarakat mudik di kampung halaman.

Pertama, mereka yang mudik akan membayar zakat fitrah, zakat harta, berinfak, dan bersedekah dikampung halaman mereka. Dampak nyata yang dialami masyarakat desa, ekonomi menggeliat karena masyarakat desa mendapat uang dan uang itu mereka belanjakan untuk membeli berbagai keperluan. Ekonomi di desa hidup dan bergerak.

Kedua, para pemudik pulang kampung, mereka membawa uang dan berbelanja untuk membeli berbagai keperluan. Dampaknya, ekonomi di desa benar-benar hidup pada saat lebaran Idul Fitri.

Ketiga, terjadi pemerataan. Pembangunan telah menghadirkan kemakmuran sebagian masyarakat. Pada umumnya yang menikmati kemakmuran itu adalah orang kota termasuk para perantau yang bekerja di berbagai sektor dan mereka yang berbisnis.

Pada saat lebaran Idul Fitri mereka mudik ke kampung halaman, tidak hanya mereka mengeluarkan zakat fitrah, zakat harta, infak dan sadaqah, tetapi juga mereka membantu pembangunan desa tempat mereka lahir. Dengan demikian mudik, menghadirkan pemerataan kesejahteraan dan pembangunan.

Keempat, mudik di kampung halaman mendorong kemajuan sumberdaya manusia dan ekonomi. Tidak sedikit para pemudik yang mengajak famili dikampung untuk merantau, memberi beasiswa, memotivasi masyarakat desa untuk berkembang maju. Bahkan banyak yang berinvestasi dikampung halaman untuk memajukan ekonomi di desa tempat mereka lahir dan besar atau dikampung halaman orang tua, kakek, nenek dan keluarga.

Kita mendoakan mereka yang mudik pulang kampung tahun ini, tetap sehat dan menjaga protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Dengan demikian, mereka yang pulang kampung tidak menghadirkan klaster baru covid-19 pada saat berada dikampung halaman ataupun sesudah pulang di kota tempat mereka tinggal dan beraktivitas.

Baca Juga

DKI Jakarta

Jakarta adalah kota metropolitan yang sudah maju seperti berbagai kota metropolitan di dunia. Maka, saat dilarang mudik lebaran Idul Fitri 1442H, merupakan kesempatan yang...

DKI Jakarta

10 Hari Terakhir Ramadan Dengan Transjakarta. Puncak kesibukan umat Islam menjelang lebaran idul Fitri, terutama mereka yang mau i'tikaf di Masjid atau belanja di...

Covid-19

Mereka yang antri dan berdesak-desakan memenuhi areal pemberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta Cingkarang, tujuannya untuk mudik atau pulang kampung.

Covid-19

Semua moda transportasi massal darat, udara dan laut di buka kembali di seluruh daerah, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi umumkan.

Ramadan 1440H

Mempertanyakan tanggung jawab para wakil rakyat yang duduk di DPR karena tiket pesawat mahal. Sejatinya wakil rakyat di DPR harus mendengar jeritan rakyat tentang...

Sosial

Masyarakat yang mau mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, tahun ini semua mengeluh dan memprotes akibat tiket pesawat mahal. Saya bukan...

Sosial

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai instansi pemerintah dan swasta telah menyelenggarakan mudik bareng gratis. Mudik bareng gratis ini sangat diapresiasi masyarakat ditengah melambungnya...

Sosial

Budaya mudik tapi tiket mahal menambah kesulitan masyarakat perantau. Mudik, walaupun penuh pengorbanan, banyak masyarakat yang memaksakan pulang kampung. Mudik telah menjadi bagian dari...