Connect with us

Seorang anak kecil membawa bendera palestina dan foto masjid al-aqsa - IG rabbime.meftun

Politik

Israel Jajah Palestina: Kezaliman dan Kebiadaban Israel Sudah Luar Biasa

Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran dan Turki. Kekuatan persenjataan keempat negara tersebut, kalau mereka bersatu atau sendiri-sendiri membantu Palestina yang dimotori Hamas, Israel jajah Palestina bisa dikalahkan dalam perang Israel-Hamas sekarang ini.

Awal mula Israel jajah Palestina ketika David Ben Gurion memproklamasikan berdirinya negara Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948.

Sejak itu, bangsa Palestina diperangi, dibunuh, dipenjara, tanah-tanah mereka dirampas oleh pemerintah Israel dan orang-orang Yahudi.

Perang Arab-Israel tahun 1948, 1956, 1967, 1973 yang bertujuan untuk membela bangsa Palestina yang dijajah, semuanya dimenangkan oleh Israel. Pertanyaannya, mengapa perang Arab-Israel selalu dimenangkan Israel? Jawabannya hanya satu, yaitu berperang dengan Israel berarti berperang dengan Amerika Serikat.

Semua kekuatan Amerika Serikat, seperti angkatan perang, persenjataan, dana dan intelijen diberikan kepada Israel, dibantu Inggris dan negara-negara barat.

Pada saat itu, Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara adidaya di dunia, sehingga Amerika Serikat bisa mendikte dunia, dan memaksakan apa yang dikehendaki oleh Amerika Serikat.

Keadaan dunia saat ini telah terubah. Telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah dan di dunia. Selain Amerika Serikat, telah muncul kekuatan baru di Timur Tengah seperti Rusia, China, Iran dan Turki.

Kekuatan persenjataan keempat negara tersebut, kalau mereka bersatu atau sendiri-sendiri membantu Palestina yang dimotori Hamas, Israel bisa dikalahkan dalam perang Israel-Hamas sekarang ini.

Israel Jajah Palestina

Di atas kertas, Israel yang selalu dibantu oleh Amerika Serikat, unggul dan akan menang dalam perang melawan Palestina.

Setidaknya ada tiga alasan Israel unggul dan diatas kertas menang dalam perang melawan Palestina yang dimotori Hamas.

Pertama, Israel unggul secara militer. Israel Memiliki 170.000 personil tentara dan sangat terlatih serta 465 ribu personel cadangan.

Kedua, Israel memiliki kekuatan tempur udara dan drone bersenjata dan sistem intelijen yang canggih.

Ketiga, Amerika Serikat dan negara-negara barat pasti membela Israel.

Sementara Hamas, tidak ada yang tahu berapa kekuatan bersenjata yang dimiliki. Akan tetapi, mereka sangat terlatih dan berani. Mereka diduga mendapat latihan militer dari Iran. Selain itu, memiliki berbagai macam bersenjataan canggih, yang diselundupkan dari luar. Hanya saja Hamas yang diblokade di Gaza tidak memiliki angkatan udara.

Dalam perang melawan Israel, diduga para mujahidin dari Timur Tengah, seperti dari Iran dan Turki, besar kemungkinan akan terlibat membantu Hamas. Disamping itu, Hizbullah di Lebanon, sangat terbuka kemungkinan membantu Hamas dengan menggerakkan militer Hizbullah yang sangat terlatih dan berani.

Militer Amerika Serikat Melemah

Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah, semakin lama semakin berkurang. Dalam perang melawan rezim Bashar Al Asad sebagai contoh, Amerika Serikat, Israel dan kelompok bersenjata yang dibantu dan dibiayai, gagal menggulingkan Bashar Al Asad.

Bashar Al Asad mampu bertahan sebagai Presiden Suriah karena didukung dan dibantu oleh Iran, Hizbullah dan Rusia. Bahkan pasukan Houthi yang mengendalikan ibukota Yaman Sana’a, tidak mampu dilawan oleh koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi, yang didukung oleh Amerika Serikat.

Dari dua contoh tersebut di atas, dapat dikemukakan bahwa kekuatan Amerika Serikat sebagai negara super power, yang dari waktu ke waktu membela, melindungi dan membantu Israel, belum tentu mau mengerahkan pasukannya untuk bertempur membantu Israel.

Sebagai bukti, Amerika Serikat telah memanggil sejumlah warganya pulang, mengingat tingkat keamanan di Israel yang makin tidak stabil. Tidak hanya itu, Paman sam juga menarik 120 personnel mikiternya dari Tel Aviv pada Kamis (13/5).

Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah memerintahkan agar ratusan personil militernya itu diterbangkan kembali dari Israel.

Perang Melawan Kezaliman dan Kebiadaban

Negara zionis Israel yang menjajah dan menguasai Palestina, sudah diluar batas kemanusiaan dan kebiadaban. Bukan saja mereka berbuat zalim dan tidak adil terhadap bangsa Palestina di wilayah pendudukan yang dikuasai, tetapi dijalur Gaza yang dikuasai Hamas, diblokade berpuluh tahun lamanya, sehingga wiayah itu tak obahnya penjara besar di dunia.

Bangsa Palestina yang berada di Gaza, hidup dalam serba keterbatasan dan penderitaan karena semua dibatasi oleh Israel.

Dalam keadaan yang serba sulit, mereka bangkit dan berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan. Mereka menyadari perjuangan mewujudkan kemeredekaan melalui diplomasi seperti yang dilakukan pemimpin Palestina Yasser Arafat gagal mewujudkan kemerdekaan.

Israel tidak bisa ditaklukkan dengan diplomasi karena merasa Amerika Serikat dan negara barat dibelakangnya, maka satu-satunya cara yang bisa ditempuh ialah perang seperti yang dicontohkan Mehmed ll (Muhammad Al Fatih) di Turki, ketika menaklukkan Konstantinopel, ibukota kekaisaran Romawi Timur pada abad pertengahan, bukan dengan diplomasi tetapi dengan perjuangan bersenjata.

Hanya dengan persatuan, kepempinan yang kuat, militer yang terlatih dan berani serta bersenjataan yang hebat, bisa mengalahkan musuh. Allah pasti menolong hambanya yang berjuang melawan kezaliman dan kebiadaban.

Kita membela, mendukung dan mendoakan Hamas yang sedang berperang melawan penjajahan Israel di tanah Palestina adalah karena didorong oleh semangat kemanusian, persaudaraan, dan semangat melawan kezaliman dan kebiadaban yang sudah berpuluh tahun dilakukan oleh zionis Israel.

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

Politik

Bangsa Indonesia bersama bangsa Palestina melawan kekejaman dan penindasan tersebut tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mewujudkan perdamaian dunia. Indonesia bersama palestina demi...

Ramadhan 1443H

Arab Saudi adalah sebuah negara kerajaan yang sering juga disebut The Kingdom of Saudi Arabia. Negara ini tergolong kaya karena memiliki sumber daya alam...

Politik

kecaman terhadap Putin karena menginvasi Ukraina seharusnya juga diterapkan kepada Negara Israel atas perlakuannya terhadap warga Palestina.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan negara-negara lain sangat yakin bahwa Rusia bakal melakukan invasi di Ukraina. Walaupun Rusia sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...