Connect with us

Kita dan kota yang sudah berusia lebih dari 4 abad. Kita dan seluruh isi kota yang saling bertaut - twitter dkijakarta

Covid-19

Anies Tutup Sementara Tempat Wisata: Jakarta Kota Kolaborasi Lawan Covid-19

Menurut saya, yang mendesak dilakukan oleh pemerintah khususnya Satgas Covid. Pertama, mempartisipasikan seluruh rakyat Indonesia untuk ikut serta secara aktif mencegah dan lawan Covid-19. Kedua, kolaborasi dengan berbagai kekuatan sosial termasuk perguruan tinggi untuk terus-menerus menyadarkan rakyat pentingnya mencegah dan melawan Covid-19.

Warga Jakarta yang selama satu bulan penuh menjalankan puasa Ramadan, pada hari ke-2 pasca lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1442 H tanggal 13 Mei 2021 yaitu pada tgl 14 dan 15 Mei 2021, sangat ramai yang membanjiri Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Margasatwa (TM) Ragunan untuk berlibur.

Mereka yang selama ini sangat benci Anies, langsung menggonggong dengan sekeras-kerasnya dan langsung menuding Anies dengan segala macam tudingan yang negatif.

Untuk diketahui, menjelang Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, saya sempat menulis artikel di arahjaya-com dengan judul “Tidak Mudik: Lebaran Idul Fitri Keliling Jakarta Bersama Transjakarta.”

Setidaknya 10 obyek wisata favorit yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi pada saat libur panjang Idul Fitri diantaranya Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan. Ternyata ketiga obyek wisata tersebut sangat banyak yang mengunjunginya, sehingga menjadi viral di media sosial, dan para pembenci Anies menjadikan sebagai obyek untuk mem-bully. Pada hal baru selesai puasa Ramadan dan masih suasana lebaran Idul Fitri, sejatinya dijadikan sebagai momentum untuk saling bermaaf-maafan. Akan tetapi, justeru ramainya warga Jakarta yang berwisata di ketiga obyek wisata tersebut, dijadikan bahan untuk mengobarkan kebencian dan permusuhan.

Pengekangan Tidak Konsisten

Sudah dua lebaran Idul Fitri, umat Islam dan bangsa Indonesia mengalami pengekangan. Kita bersyukur Ramadan tahun ini tidak dilarang salat rawatib (salat lima waktu) dan salat Taraweh di Masjid.

Walaupun begitu, kita prihatin karena tidak ada konsistensi dalam menerapkan larangan. Misalnya larangan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal dan mudik.

Faktanya, hampir semua Masjid di Jakarta tetap menyelenggarakan salat Idul Fitri. Begitu juga mudik, sudah dilarang, tetapi masyarakat tetap banyak yang mudik.

Disamping itu, tidak ada larangan TKA China membanjiri Indonesia. Pada hal China khususnya Wuhan merupakan sumber Covid-19 dan sumber penyebaran ke Indonesia dan seluruh dunia.

Kalau kita larang rakyat Indonesia mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19, mengapa TKA China tidak dilarang masuk ke Indonesia? Pada hal China (Wuhan) merupakan sumber Covid-19 seperti dikemukakan diatas. Sangat adil, kita larang rakyat Indonesia, TKA China dan WNA yang negaranya mengalami pandemi Covid-19 dan variannya dilarang masuk ke Indonesia untuk melindungi rakyat Indonesia dari Covid-19.

Menurut saya berbagai larangan yang mengekang masyarakat, sebaiknya ditinjau kembali. Apalagi yang berkaitan dengan keyakinan agama seperti salat di Masjid, mudik lebaran, ziarah ke kubur, pengajian dan sebagainya.

Selain itu, sudah tepat akan dibukanya Mal, pasar rakyat, sejenisnya dan juga sudah saatnya sekolah dan perguruan tinggi dibolehkan untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka (offline). Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.

Disiplin Protokol Kesehatan

Menurut saya, yang sangat penting dilakukan bukan membuat berbagai larangan yang mengekang rakyat untuk bergerak, tetapi memastikan rakyat Indonesia mengamalkan protokol kesehatan.

Sebagai contoh, tidak masalah rakyat beribadah di Masjid, di Gereja, di Pura dan sebagainya. Yang dipermasalahkan kalau rakyat tidak memakai masker, tidak menjaga jarak dan tidak mencuci tangan.

Selama rakyat menggunakan 3M dengan penuh disiplin, tidak usah terlalu khawatir rakyat akan terserang Covid-19.

Selain itu, rakyat harus dipastikan tidak kelaparan, bisa makan, yang diharapkan makanan 4 sehat lima sempurna.

Disamping itu, rakyat harus didorong untuk berolah raga. Olah raga yang paling murah dan menyenangkan ialah jalan kaki.

Saya bergembira menyaksikan begitu banyak warga Jakarta yang naik sepeda dan jalan kaki terutama pada saat libur nasional, libur Sabtu dan Ahad.

Kolaborasi lawan Covid

Menurut saya, yang mendesak dilakukan oleh pemerintah khususnya Satgas Covid.

Pertama, mempartisipasikan seluruh rakyat Indonesia untuk ikut serta secara aktif mencegah dan lawan Covid-19.

Kedua, kolaborasi dengan berbagai kekuatan sosial termasuk perguruan tinggi untuk terus-menerus menyadarkan rakyat pentingnya mencegah dan melawan Covid-19.

Ketiga, mengajak ulama, pendeta, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjadi contoh teladan dalam mengamalkan protokol kesehatan.

Keempat, berkolaborasi dengan public figure seperti ulama, tokoh bangsa, artis, Youtuber, dan sebagainya untuk menyadarkan bangsa Indonesia pentingnya mencegah dan melawan Covid-19.

Kelima, menggunakan media sosial sperti facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain serta media elektronic seperti TV, radio dan media massa seperti koran untuk terus menyuarakan kebersamaan dan persatuan dalam melawan Covid-19.

Keenam, menggerakkan ekonomi dengan membuka pasar rakyat, mal, tempat berwisata, dan segala macam kegiatan bisnis, tetapi dengan disiplin yang amat ketat dalam mengamalkan 3M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

Kita harapkan penutupan sementara obyak wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan, pada tanggal 18 Mei sudah bisa dibuka kembali dan yang amat penting, mereka yang berwisata sehat dengan tes ukuran panas badan normal serta selalu mengamalkan 3M.

Baca Juga

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...

DKI Jakarta

Mereka yang berpikiran jernih dan rasional dari suku, agama, ras dan antar golongan, pasti mengakui bahwa berbagai kebijakan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta...

DKI Jakarta

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memberikan perhatian yang baik terhadap Jakarta dan Indonesia. Anies mengemukakan bahwa dia membahas kerja sama yang selama ini berlangsung...

DKI Jakarta

Adanya MRT, Transjakarta dan commuter sejatinya mengubah budaya masyarakat Jakarta dan sekitarnya dari malas jalan kaki menjadi rajin jalan kaki.