Connect with us

Habib Rizieq Shihab disambut oleh ribuan massa di petamburan Jakarta

Politik

Analisis Sosiologis Tuntutan Jaksa Terhadap Tokoh Oposisi HRS, Shabri Lubis DKK

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang kecewa terhadap pemerintah, sehingga proses persidangannya di pengadilan banyak diikuti publik.

Publik Indonesia banyak mengikuti proses persidangan Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Setidaknya ada lima penyebabnya untuk dipahami. Pertama, HRS adalah seorang tokoh dan ulama yang memiliki banyak pendukung di seluruh Indonesia dan di banyak negara.

Kedua, HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Ketiga, HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang kecewa terhadap pemerintah, sehingga proses persidangannya di pengadilan banyak diikuti publik.

Keempat, para pendukung HRS sangat dibatasi kehadirannya di PN Jakarta Timur, karena pengamanan cukup ketat.

Kelima, tempat diadilinya HRS bukan di Pengadilan Negeri tempat terjadinya peristiwa yang dituduhkan kepadanya, tetapi di PN Jakarta Timur yang cukup jauh bagi mereka yang tinggal di Petamburan dan sekitarnya.

Oleh sebab itu, publik yang menjadi pendukung dan simpatisan HRS, hanya bisa mengikuti pemberitaan media dan media online. Maka semua tulisan di media online atau tayangan di Youtube dari para pakar selalu ramai yang membacanya atau menontonnya.

Tuntutan Jaksa

Jaksa selaku pengacara negara, pertama, menyebut Habib Rizieq Shihab mengganggu ketertiban umum dan bersikap tidak sopan selama persidangan. Pernyataan Jaksa pasti tidak bisa diterima para pendukung dan simpatisan HRS. Tidak ada bukti, HRS mengganggu ketertiban umum. Dalam persidangan yang diikuti publik melalui media dan fakta dipersidangan, Jaksa tidak bisa membuktikan bahwa HRS telah mrnciptakan gangguan ketertiban umum. Mereka yang datang di peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Petamburan begitu pula di Mega Mendung, sangat damai, tidak ada huru-hara, keributan apalagi konflik. Jaksa juga menyebut HRS tidak sopan dalam persidangan. Itu penilaian yang subyektif. Menurut saya, HRS sangat sopan. Dia menyebut hakim ketua dan hakim anggota dengan sebutan “yang mulia”.

“Kedua, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan COVID-19 bahkan memperburuk kedaruratan kesehatan masyarakat. Tuntutan Jaksa tersebut mengada-ada. HRS dalam banyak hal tidak sependapat dengan pemerintah, tetapi dalam masalah Covid, HRS sangat mendukung perlawanan dan pencegahan Covid-19. Kalaupun benar tuntutan Jaksa bahwa HRS tidak mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan Covid-19, siapapun yang tidak mendukung pemerintah dalam melawan Covid-19 tidak boleh dihukum, kecuali kalau mengganggu ketertiban umum. Fakta menunjukkan HRS mendukung perlawanan terhadap Covid -19, dan sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa HRS telah memperburuk kedaruratan kesehatan masyarakat. Pasca peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Petamburan dan ramainya massa yang berkumpul di Mega Mendung, tidak ada klaster Covid-19 di di Petamburan maupun di Mega Mendung.

Ketiga, Jaksa dalam tuntutannya menyebut HRS telah melakukan perbuatan mengganggu ketertiban umum serta mengakibatkan keresahan masyarakat. Tuduhan tersebut tidak ada buktinya dan tidak bisa dibuktikan di persidangan, bahwa HRS mengganggu ketertiban umum dan menciptakan keresahan masyarakat.

“Keempat, terdakwa tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberi keterangan di persidangan.” Pernyataan itu “ngawur.”

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa diharapkan dapat memperbaiki diri pada masa yang akan datang.”

Pernyataan yang sama sekali tidak tepat ialah: β€œDengan tetap taat asas dan prosedur sehingga kita bisa kembali fokus pada kerja-kerja pemberantasan korupsi.” Pernyataan tersebut tidak tepat, bias dan “ngawur.”

Habib Rizieq Shihab dituntut 2 tahun penjara terkait kerumunan Petamburan. Sementara mantan Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis dan teman-temannya dituntut 1,6 tahun.

Berdasarkan hasil persidangan HRS di PN Jakarta Timur, publik yakin tidak ada penghasutan. Faktanya, masyarakat yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan sangat aman, damai, dan tidak ada huru-hara.

Kelima, Jaksa dalam tuntutannya menyebut HRS telah melakukan perbuatan mengganggu ketertiban umum serta mengakibatkan keresahan masyarakat. Tuduhan tersebut tidak ada buktinya dan tidak bisa dibuktikan dalam persidangan di pengadilan, bahwa HRS mengganggu ketertiban umum dan menciptakan keresahan masyarakat. Masyarakat tidak ada yang resah. Fakta menunjukkan justeru masyarakat senang dan bahagia melihat apalagi bertemu HRS yang sudah lama hidup di pengasingan Arab Saudi

Keenam, tuntutan Jaksa bahwa HRS tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberi keterangan di persidangan, justeru sebaliknya. Sewaktu saya jadi saksi ahli di PN Jakarta Timur saya menyaksikan bahwa HRS sangat menjaga sopan santun. HRS selalu menyebut yang mulia, ketika mau berbicara. HRS sangat tegas dan membantah keras atas saksi ahli yang diajukan jaksa dengan argumentasi yang bernas kalau ada saksi yang dihadapkan jaksa, dalam kesaksianya ngawur seperti saksi ahli bahasa, tetapi ngelantur diluar bidang keahliannya.

Pernyataan Jaksa, hal yang meringankan tuntutan Habib Rizieq Shihab, yakni ia diharapakan bisa memperbaiki diri dikemudian hari.

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa diharapkan dapat memperbaiki diri pada masa yang akan datang.”

β€œDengan tetap taat asas dan prosedur sehingga kita bisa kembali fokus pada kerja-kerja pemberantasan korupsi.”

Menurut saya, tuntutan Jaksa terhadap HRS sangat dipaksakan dengan menuntut 2 tahun penjara terkait kerumunan Petamburan. Begitu pula menuntut mantan Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis dituntut 1,6 tahun ini bersama empat terdakwa lain dituntut 1 tahun 6 bulan penjara.

Habib Rizieq Shihab diyakini tidak melakukan penghasutan. Fakta di pengadilan, tidak ada bukti HRS telah menimbulkan kerumunan, karena kalau yang sering disebut kerumunan, pada umumnya suka menimbulkan huru-hara dan kerusuhan. Sementara kegiatan yang sering dilakukan Ibu-ibu, berlangsung damai dan aman, sehingga tidak bisa dianggap sebagai kegiatan yang melanggar aturan mengenai pandemi Covid-19.

Baca Juga

Opini

Salah satu bukti bahwa diabaikannya pelanggaran HAM ialah penolakan Indonesia atas resolusi PBB terkait pelaksanaan tanggung-jawab untuk melindungi atas kejahatan HAM di Palestina, Myanmar...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Publik tidak bisa disalahkan kalau mengatakan bahwa keadilan sosial dari pengamalan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh...

Politik

Islam diwahyukan oleh Allah kepada Muhammad SAW dengan kitab suci Al-Qur'an. Salah satu isi Al-Qur'an ialah hak asasi manusia. Prinsip Al-Qur'an tentang hak asasi...

Politik

Krisis politik di Myanmar adalah akibat kudeta militer yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan, yang diprotes rakyat Myanmar dengan berdemonstrasi yang dibalas oleh...

Ramadan 1442H

Salah satu amalan ramadan yang sangat agung ialah mendalami isi, menghafal dan membaca Al-Qur'an.

Ramadan 1442H

Keagungan Al-qur'an tidak saja karena memuat segala macam ayat yang bisa dijadikan panduan, kompas dan petunjuk bagi manusia dan orang-orang yang bertakwa, tetapi tidak...

Politik

Melihat posisi Wakil Presiden RI yang diatur dalam UUD 1945, sangat wajar jika tingkat kepuasan terhadap Wapres Ma'ruf Amin tidak tinggi. Sangat logis jika...