Connect with us

Bupati Halmahera Selatan saat berpidato dalam acara Tasyakuran. (26/5/2021) - twitter musniumar

Wisata

Kesultanan Islam Bacan Kerjasama Ekonomi Dan Mata Uang Dengan Belanda dan Masa Depan Islam

Pada pukul 11.00 WIT kami mengunjungi Istana Kesultanan Islam Bacan. Kesultanan Islam Bacan didirikan pada 1521 dan dibubarkan setelah Indonesia merdeka 1945. Kami diterima Muhtar Gani yang dalam struktur kekuasaan Kesultanan Bacan disebut sebagai Perdana Menteri. Sultan Bacan bernama Alhajj. Abdurrahim Muhammad Gary Ridwan Sjah, M.BA.

Pada 24 Mei 2021 pukul 22.00 malam, kami meninggalkan Kota Ternate menuju Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Tiba di pelabuhan Bacan pada pukul 04.00 Subuh.

Perjalanan laut dari Pulau Ternate ke pulau Bacan dengan menggunakan KM UKIRAYA berjalan lancar dalam suasana teduh tanpa gelombang.

Kami tiba di pelabuhan laut Babang, Kab. Halmahera Selatan pada Subuh hari 25 Mei 2021. Dari KM UKIRAYA sudah terdengar pengajian diberbagai Masjid yang disusul tarhim dan azan Subuh.

Sebagai sosiolog, saya memaknai ramainya pengajian di berbagai Masjid, pembacaan tarhim dan azan Subuh sebagai pertanda bahwa Islam sangat berakar kuat di kalangan masyarakat di Kesultanan Islam Bacan yang sebagian wilayah kekuasaan Kesultanan Islam Bacan telah menjadi Kabupaten Halmahera Selatan.

Setelah KM UKIRAYA sandar di pelabuhan laut Babang kami turun dan mobil sudah siap membawa kami di SKYE Hotei kira-kira 16 Kilometer. Kami tiba di hotel kemudian salat Subuh lalu istirahat sejenak. Sekitar pukul 08.00 kami sarapan pagi di dekat pantai dengan nasi kuning serta ikan tongkol yang masih terasa manis.

Silaturrahim Kesultanan Bacan

Pada pukul 11.00 WIT kami mengunjungi Istana Kesultanan Islam Bacan. Kesultanan Islam Bacan didirikan pada 1521 dan dibubarkan setelah Indonesia merdeka 1945.

Kami diterima Muhtar Gani yang dalam struktur kekuasaan Kesultanan Bacan disebut sebagai Perdana Menteri. Sultan Bacan bernama Alhajj. Abdurrahim Muhammad Gary Ridwan Sjah, M.BA.

Menurut Muhdar Gani, Perdana Menteri Kesultanan Islam Bacan, Kesultanan Bacan ikut berjuang mewujudkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Konsekuensinya, setelah Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, Kesultanan Islam Bacan meleburkan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hanya kata Muhdar Gani, Kesultanan Islam Bacan, mengalami nasib seperti kata pepatah “Habis manis sepah dibuang.”

Kerjasama Ekonomi

Kesultanan Islam Bacan beda pendekatan dengan Kesultanan Tidore dan Ternate dalam menghadapi Kolonialisme Portugis, Spanyol dan Belanda. Kedua saudara kandungnya itu lebih memilih perang dalam melawan kolonialisme penjajah ketimbang kooperatif.

Menurut Muhdar Gani, Kesultanan Islam Bacan memilih kerjasama dalam bidang ekonomi dengan Roterdam Belanda) yang dikenal sekarang dengan istilah investasi. Selain itu, antara Kesultanan Islam Bacan dengan Ratu Yuliana Belanda dilakukan kerjasama mata uang bersama. Jadi jauh sebelum ada mata uang bersama Eropa, antara Kesultanan Islam Bacan dengan Belanda, sudah ada kerjasama dalam bidang investasi dan mata uang bersama. Kerjasama tersebut dilakukan pada abad ke-17.

Analisis Sosiologis

Masyarakat Maluku Utara sangat kuat memeluk agama Islam, yang merupakan warisan yang luar biasa dari 4 Kesultanan Islam di Maluku seperti Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan.

Akan tetapi, Dr Hendra Dinatha, akademisi dan Wakil Rektor lll Universitas Jayabaya yang secara bersama menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan merasa aneh karena hasil pemilihan umum legislatif sama sekali tidak tercermin dalam perolehan suara partai-partai politik Islam di Maluku Utara.

Partai-partai politik Islam di Maluku Utara kalah telak dari PDIP. Partai politik pimpinan Megawati Soekarnoputri yang beraliran nasionalis sekuler meraih kemenangan besar dengan memenangkan kursi Malut I dan pemilihan legislatif. Dengan demikian Gubernur Maluku Utara dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara dipegang dari PDIP.

Pertanyaannya, mengapa partai-partai politik Islam kalah telak di daerah yang masyarakatnya sangat kuat Islam. Diperlukan penelitian yang mendalam dan bersifat independen untuk menguak penyebabnya.

Sebagai sosiolog, saya ingin memberi gambaran tentang rendahnya dukungan masyarakat Muslim terhadap partai-partai politik Islam.

Pertama, semakin tingginya pragmatisme politik dalam masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat yang masih miskin, dengan mudah ditaklukkan oleh politik uang. Dalam masyarakat yang masih miskin berlaku demokrasi warung. Siapa yang membeli barang, akan diberi barang yang dibutuhkan. Siapa membeli suara mereka, maka suaranya akan diberikan kepada siapapun tanpa peduli agama dan sebagainya.

Kedua, masyarakat Maluku Utara pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya adalah masyarakat yang paternalistik. Diorganisasi atau partai politik apapun sangat dipengaruhi oleh faktor ketokohan. Kelemahan partai politik Islam tidak memiliki tokoh yang kharismatik. Sudah lama dalam pendanaan politik, tidak lagi memiliki tokoh yang memiliki pengaruh di masyarakat.

Ketiga, sistem demokrasi yang dibangun adalah demokrasi oligarki. Mereka yang terpilih dalam pemilu, bisa dibungkam oleh para pemimpin oligarki yang bekerjasama dengan penguasa politik dan penguasa ekonomi. Dampaknya rakyat kecewa dan apatis karena hanya dijadikan alat untuk mendapatkan kursi. Setelah terpilih rakyat dilupakan.

Keempat, masih rendahnya pendidikan sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena pendidikan rendah, maka masyarakat mudah dibohongi. Apalagi daya ingat rendah dan mudah lupa. Selain itu, mayoritas masyarakat mudah memaafkan.

Kelima, mayoritas Muslim masih rendah pemahaman dan penghayatan agama. Masih banyak yang memahami Islam seolah hanya salat, puasa, zakat dan haji. Pada hal Islam sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk dalam politik, siapa yang boleh dipilih untuk menjadi pemimpin pemerintahan dan wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan mereka dalam mengurus kehidupan mereka dalam berbangsa dan bernegara, serta dalam menjaga agama mereka.

Berikut foto-foto kegiatan

Foto bersama Perdana Menteri Kesultanan Islam Bacan


Bupati Halmahera Selatan saat berpidato dalam acara Tasyakuran.


Berfoto dengan pemimpin kesultanan Islam Bacan pada Tasyakuran pelantikan Bupati & Wakil Bupati di kantor Bupati Halmahera Selatan


Foto bersama ibu-ibu yang sambut Bupati & Wakil Bupati Halmahera Selatan


Foto bersama Perdana Menteri Kesultanan Islam Bacan saat Tasyakuran dengan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan


Di depan kediaman Kesultanan Islam Bacan. Istana Bacan hancur dibom oleh sekutu dalam perang dunia kedua.


Istana Kesultanan Islam Bacan yang bangun kembali setelah di bom sekutu. Sekutu memiliki pangkalan udara di Morotai, Maluku Utara yang masih kukuh dan dipergunakan sampai saat ini.

Baca Juga

DKI Jakarta

Sarinah yang terletak di pusat jantung kota Jakarta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tahun 1962 di era Presiden Soekarno. BUMN...

Ramadhan 1443H

Salah satu spirit Idul Fitri 1 Syawal 1443 H ialah silaturahmi. Dalam rangka silaturahmi, puluhan juta umat Islam mudik di kampung halaman untuk silaturahmi,...

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Wisata

Pada 27-28 Januari 2022, saya dan keluarga berkunjung ke kota Bandung. Tujuan utama ke kota Bandung untuk besuk keluarga yang sedang dirawat di rumah...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....