Connect with us

Terima kasih @kemenhub151 telah ikut merayakan #HariSepedaSedunia dan mendukung sepeda sebagai alat transportasi. - twitter aniesbaswedan

DKI Jakarta

Anies Bersama Para Duta Besar Peringati Hari Sepeda Sedunia: Bersepeda Agar Sehat Melawan Covid-19

Hari Sepeda Sedunia di Jakarta diperingati oleh Gubernur DKI Jakarta dengan bersepeda dari kediamannya di Lebak Bulus Jakarta Selatan ke Balai Kota Jakarta Pusat sepanjang 19 KM, bersama para Duta Besar dan jajaran Pemprov. DKI Jakarta.

Setiap 3 Juni sejak 2018, masyarakat internasional selalu memperingati Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day.

Sejarah Hari Sepeda Sedunia di deklarasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2018, kemudian setiap 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia.

Perjuangan Leszek Sibilski dan dukungan Turkmenistan dan 56 negara lain untuk mengakui Hari Sepeda Dunia menghasilkan penciptaan dari hari tersebut. Banyak kegiatan diadakan di seluruh dunia pada hari ini, termasuk World Cycling Center (WCC) milik UCI di Aigle. Hari Sepeda Sedunia diciptakan untuk menghormati berbagai jenis pengendara sepeda yang ada di seluruh dunia.

Tahun ini, Hari Sepeda Sedunia diperingati dengan tema “Keunikan, keserbagunaan, dan umur panjang sepeda sebagai moda transportasi yang sederhana, berkelanjutan, ekonomis, dan andal.”

Hari Sepeda Sedunia di Jakarta diperingati oleh Gubernur DKI Jakarta dengan bersepeda dari kediamannya di Lebak Bulus Jakarta Selatan ke Balai Kota Jakarta Pusat sepanjang 19 KM, bersama para Duta Besar dan jajaran Pemprov. DKI Jakarta.

Semarak Bersepeda di Jakarta

Sejak Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta Oktober 2017, bersepeda digalakkan. Momentum bersepeda terjadi setelah Jakarta dan Indonesia dilanda Covid-19.

Sebagai sosiolog yang selalu mengikuti dinamika sosial dalam berbagai bidang teristimewa maraknya warga DKI Jakarta bersepeda pada hari libur nasional dan libur akhir pekan, saya sangat apresiasi dan berbangga.

Pertama, rintisan Gubernur Anies Baswedan untuk menggalakkan warga DKI Jakarta bersepeda berhasil dengan marak dan semaraknya warga DKI bersepeda.

Kedua, jargon Gubernur Anies dalam membangun DKI Jakarta “Maju Kotanya Bahagia Warganya” sukses. Warga DKI Jakarta nampak amat berbahagia khususnya pada hari libur nasional, libur akhir pekan dan bahkan sudah ada yang mengayuh sepeda ke kantor dan ke mal atau pasar.

Ketiga, meningkatnya kesehatan dan daya tahan warga DKI Jakarta dalam melawan Covid-19.

Keempat, booming sepeda dalam berbagai jenis karena para pesepeda tidak hanya memiliki satu sepeda, tetapi bisa sampai tiga sepeda dalam berbagai merk.

Kelima, Gubernur Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta telah membuat jalur khusus bagi pesepeda diantaranya di jalan Jenderal Sudirman Jakarta.

Manfaat Bersepeda dan Berolahraga

Warga DKI Jakarta telah menjadikan bersepeda sebagai lifestyle dalam hidup dan kehidupan di Jakarta. Dulu yang naik sepeda hanya pembantu atau pekerja miskin, sekarang hampir semua lapisan masyarakat bersepeda.

Mengapa hal itu dilakukan warga DKI Jakarta pada khususnya? Karena bersepeda memiliki banyak manfaat.

Pertama, bisa mewujudkan kesehatan yang luar biasa untuk semua kelompok umur. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, semakin penting bersepeda untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Kedua, terbangun persatuan karena melalui bersepeda terbangun kelompok-kelompok di dalam masyarakat yang secara rutin bersama-sama bersepeda untuk berolahraga dan bahkan untuk ke kantor.

Ketiga, bersepeda merupakan sarana untuk berolah raga guna menjaga, merawat dan meningkatkan ketahanan badan dalam melawan berbagai macam penyakit khususnya Covid-19.

Keempat, bersepeda telah menjadi moda transportasi yang lebih baik, terjangkau, ramah lingkungan, dan sehat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), “Infrastruktur yang aman untuk berjalan kaki dan bersepeda juga merupakan jalur untuk mencapai kesetaraan kesehatan yang lebih besar,” demikian seperti dikutip NDTV India.

Kelima, sepeda dikenal sederhana, murah, dan dapat diandalkan. Sepeda juga dikenal sebagai moda transportasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Keenam, sepeda tidak hanya membantu individu dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain tetapi juga dapat digunakan untuk mengangkut lebih dari sekedar penumpang.

Melawan Covid-19 & Variannya

Memperingati “Hari Sepeda Sedunia” tidak hanya menghormati pesepeda di seluruh dunia, tetapi juga mendorong negara-negara anggota untuk fokus pada kebijakan dan program yang melibatkan pesepeda dalam pembangunan nasional dan subnasional.

Selain itu, bersepeda sebagaimana dikemukakan adalah cara bertransportasi yang sederhana, murah, andal, dan bermanfaat bagi lingkungan, hemat BBM dan uang, ramah lingkungan serta dapat berfungsi sebagai alat pengembangan dan penguatan pribadi serta sarana mendapatkan akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, dan olahraga. Tidak kalah penting, bersepeda berkontribusi pada mitigasi emisi karbon dioksida karena memiliki nilai nol-emisi intrinsik.

Terakhir, bersepeda dapat berperan dalam melawan Covid-19 dan variannya, karena bersepeda menghadirkan kehidupan yang lebih sehat, mewujudkan peningkatan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan fleksibilitas serta meningkatkan mobilitas sendi dan membantu mengurangi tingkat stres.

Semoga tulisan ini semakin mendorong seluruh warga DKI Jakarta dan bangsa Indonesia untuk bersepeda. Dengan bersepeda, kita sehat, kuat, bersatu dan tidak stres.

Jakarta Bangkit! Ikuti Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2021


Baca Juga

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan pada saat meresmikan penggunaan bus listrik beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keberadaan bus listrik menjadi solusi terhadap dua masalah di Jakarta,...

DKI Jakarta

Mereka yang berpikiran jernih dan rasional dari suku, agama, ras dan antar golongan, pasti mengakui bahwa berbagai kebijakan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta...

DKI Jakarta

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memberikan perhatian yang baik terhadap Jakarta dan Indonesia. Anies mengemukakan bahwa dia membahas kerja sama yang selama ini berlangsung...

DKI Jakarta

Adanya MRT, Transjakarta dan commuter sejatinya mengubah budaya masyarakat Jakarta dan sekitarnya dari malas jalan kaki menjadi rajin jalan kaki.