Connect with us

Bersama Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik (26/5/2021) - twitter musniumar

Opini

Memacu Kemajuan Kawasan Timur Indonesia Dengan Fokus Maluku Utara

Pada 23-27 Mei 2021, saya di Maluku Utara dalam rangka menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan di Sofifi, ibukota Maluku Utara. Saya menyaksikan dan merasakan betapa tidak mudahnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Maluku Utara. Semua pejabat dan ASN tinggal di Ternate, tetapi berkantor di Sofifi, kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara.

Pada 23-27 Mei 2021, saya di Maluku Utara dalam rangka menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan di Sofifi, ibukota Maluku Utara.

Saya menyaksikan dan merasakan betapa tidak mudahnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Maluku Utara. Semua pejabat dan ASN tinggal di Ternate, tetapi berkantor di Sofifi, kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara.

Dari Ternate ke Sofifi sekitar 1 jam dengan kapal cepat. Akan tetapi kalau musim barat atau timur, gelombang laut sangat tinggi, sehingga amat menyulitkan.

22 Tahun Belum Beres

Maluku Utara dibentuk menjadi provinsi tersendiri yang terpisah dari Provinsi Maluku pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie melalui UU Nomor 46 Tahun 1999 yang ditetapkan pada 4 Oktober 1999.

Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Sofifi adalah sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Akan tetapi, sudah 22 tahun provinsi itu berdiri semua SKPD masih berkantor di Kota Ternate sebagai bukota Provinsi Maluku Utara sementara. Pemindahan ibukota provinsi sejuta pulau itu tidak pernah tuntas.

Setelah 22 tahun provinsi itu dibentuk baru kantor Gubernur yang sudah dibangun. Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku sebagaimana yang direncanakan, tidak pernah tuntas dilaksanakan.

Tantangan yang Dihadapi

Pada 24 Mei 2021 saya menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan di kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Saya menyaksikan bangunan kantor 2 tingkat. Akan tetapi, belum dibangun kantor SKPD Provinsi di Sofifi. Akibatnya semua pejabat dan pegawai SKPD masih berkantor di Kota Ternate.

Selama saya di Sofifi, ibukota Maluku Utara, saya menyaksikan beratnya tantangan yang dihadapi Pemprov. Maluku Utara antara lain:

Pertama, faktor ketersediaan dana. Dampaknya pembangunan ibukota Maluku Utara tidak dilaksanakan secara simultan. Kantor Gubernur sudah dibangun, tetapi kantor SKPD tidak dibangun.

Kedua, perumahan pejabat dan karyawan tidak dibangun di Sofifi. Akibat tidak siapnya
sarana prasarana secara lengkap, maka Gubernur, Wakil Gubernur, para pejabat dan karyawan kantor Gubernur, masih bolak balik.” Tidak ada yang menetap di Sofifi. Pada hal dari Kota Ternate ke Sofifi, ibukota Maluku Utara
dengan kapal cepat sekitar 1 jam. Biayanya cukup besar sekali jalan Rp100.000. Dari pelabuhan kapal ke kantor Gubernur harus naik ojek. Kalau bolak balik berapa biaya yang harus dikeluarkan, belum makan siang.

Ketiga, kalau sedang musim barat dan timur, ombak sangat tinggi, sangat sulit dialami oleh pejabat dan karyawan.

Solusi yang Ditawarkan

Suka tidak suka dan mau tidak mau, harus segera dilakukan sebagai berikut.

Pertama, segera dilakukan pembangunan rumah Gubernur, Wakil Gubernur, kantor DPRD Provinsi, kantor seluruh SKPD, rumah Ketua dan para Wakil Ketua DPRD, pejabat dan seluruh karyawan segera pindah di Sofifi.

Kedua, mendesak Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pembentukan Kawasan Khusus Ibu Kota Sofifi, yang meliputi sebagian Kecamatan di Wilayah Kota Tidore yang terletak di pulau besar, dan sebagian Kecamatan di Halmahera Barat.

Ketiga, pentingnya pemerintah memberi pemihakan kepada Maluku Utara, karena provinsi ini merupakan bagian dari Kawasan Timur Indonesia yang tergolong masih terkebelakang dengan tingginya jumlah orang miskin.

Dirinya berharap, pemanfaatan Sofifi sebagai Ibu Kota Maluku Utara dapat segera terealisasi secara baik.

Pacu Kemajuan Maluku Utara dan Kawasan Timur Indonesia

Provinsi Maluku Utara merupakan merupakan salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

Provinsi ini sering dijuluki sebagai provinsi sejuta pulau, saking banyaknya pulau di provinsi Maluku Utara.

Maluku Utara ini sangat kaya. Setidaknya ada dua perusahaan besar yang beroperasi di Maluku Utara yaitu PT Aneka Tambang (Pesero-TBK) dan satu lain perusahaan China yang mempekerjakan ribuan Tenaga kerja asing (TKA) asal China. Hampir setiap pulau memiliki sumberdaya alam di laut dan di darat.

Akan tetapi, masyarakat Maluku Utara pada khususnya dan masyarakat Kawasan Timur Indonesia pada umumnya masih miskin. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan untuk memacu kemajuan masyarakat Maluku Utara dan masyarakat Kawasan Timur Indonesia?

Berdasarkan pengalaman Jepang, Korea Selatan dan negara-negara lain dan pengalaman pribadi, saya berkeyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah masyarakat Maluku Utara dan masyarakat di Kawasan Indonesia Timur menjadi bangkit dan maju.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus mengalokasikan dana yang besar untuk memberi beasiswa kepada putera (i) Indonesia dari Maluku Utara dan dari Kawasan Timur Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Jawa dan luar negeri.

Selain itu, perusahaan BUMN dan swasta yang mengeksploitasi sumber daya alam di Maluku Utara dan di Kawasan Timur Indonesia agar “dipaksa” menyediakan anggaran yang cukup besar sebagai CSR untuk beasiswa bagi putera (i) Indonesia di Maluku Utara dan di Kawasan Indonesia Timur.

Berikut foto-foto kegiatan


Bersama Usman Sidik, Bupati Halmahera Selatan di kediamannya di Kota Ternate (23/5/2021)


Para pemimpin dari Kesultanan Islam Bacan, Maluku Utara


Bersama Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik


Acara Tasyakuran Bupati & Wakil Bupati Halmahera Selatan (25/5/2021)


Acara Tasyakuran Bupati & Wakil Bupati Halmahera Selatan (25/5/2021)


Di partai Halmahera Selatan

Baca Juga

Sosial

Sebagaimana provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia, tidak mudah bagi mereka yang hidup di Kawasan Indonesia Barat ataupun yang lahir dan hidup di Barat...

Wisata

Pada pukul 11.00 WIT kami mengunjungi Istana Kesultanan Islam Bacan. Kesultanan Islam Bacan didirikan pada 1521 dan dibubarkan setelah Indonesia merdeka 1945. Kami diterima...

Wisata

Alhamdulillah kami silaturrahim ke Keraton Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Awalnya, Pak Abu, sang sopir yang menjemput, kemudian membawa kami keliling kota...

Wisata

Di sebutkan bahwa kesultanan Islam yang pertama dan tertua di Nusantara adalah kesultanan Ternate, yang didirikan Murhum tahun 1257. Kesultanan Gapi atau yang lebih...

Wisata

Sahabat saya Usman Sidik, SH, Bupati Halmahera Selatan terpilih yang akan dilantik Gubernur Maluku Selatan tanggal 24 Mei 2021, mengundang saya, Edy Haryanto, Ketua...

Politik

Konflik sosial di Ambon tahun 1999 yang diakhiri dengan perjanjian damai di Malino, Sulawesi Selatan yang diprakarsai Wapres JK ternyata masih menyisahkan kesedihan dan...

Wisata

Pada 13 Juni 2019 sekitar pukul 09.30 WIT saya dan bang Akbar Tandjung tiba di pelabuhan laut Masohi dengan kapal cepat (speed boat). Kami...