Connect with us

Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat menjadi lokasi favorit para musisi - IG temantaman.jkt #TamanJakarta #PemprovDKI

Covid-19

Anies, Covid-19 dan Berkembangnya Ekonomi di Jakarta Bersama Transjakarta

Anies Baswedan dan seluruh warga DKI Jakarta menginginkan ekonomi di Jakarta segera pulih. Sejatinya juga seluruh rakyat Indonesia, bahkan semua masyarakat dunia menghendaki ekonomi segera pulih seperti sedia kala.

Anies Baswedan dan seluruh warga DKI Jakarta menginginkan ekonomi di Jakarta segera pulih. Sejatinya juga seluruh rakyat Indonesia, bahkan semua masyarakat dunia menghendaki ekonomi segera pulih seperti sedia kala.

Mengapa Anies sangat ingin ekonomi segera pulih di Jakarta. Pertama, Covid-19 telah menghantam ekonomi DKI. Dampak negatifnya, jumlah penerimaan pemerintah Provinsi DKI Jakarta merosot tajam, sehingga berkurang hampir 50% dari total penerimaan daerah sebelum Covid-19.

Kedua, meningkat jumlah orang miskin, karena banyak warga DKI yang kehilangan pekerjaan, kehilangan kegiatan usaha dan sebagainya.

Ketiga, Anies dan jajaran Pemprov. DKI Jakarta kehilangan penerimaan pajak yang besar karena banyak sektor usaha mengalami kesulitan, sehingga tidak bisa membayar pajak.

Keempat, program Anies sejahterakan warga DKI terhambat akibat krisis ekonomi sebagai dampak dari Covid-19

Akan tetapi, pulihnya ekonomi sangat berkaitan erat dengan kemampuan mengendalikan Covid-19. Semakin cepat Covid-19 bisa dikendalikan, semakin cepat ekonomi bisa rebound (melambung).

Disiplin Masyarakat

Saya menyaksikan warga DKI Jakarta semakin menyadari pentingnya disiplin 3 M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

Selain itu, dirasakan pula tidak cukup hanya 3M, tetapi 5M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dengan sabun atau hand sanitizer, juga Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Menurut saya, disiplin warga DKI Jakarta yang ditunjukkan dalam 3M sudah luar biasa. Kalau sudah disiplin jaga jarak, maka juga akan berimplikasi pada disiplin menjauhi kerumunan massa.

Setidaknya ada 3 indikator terbangunnya disiplin warga DKI Jakarta dalam melawan atau mencegah Covid-19 dan variannya.

Pertama, warga Jakarta yang berolah raga di Gelora Bung Karno (GBK) sangat disiplin 3M. Menjelang mau olah raga jalan kaki atau lari, tidak ada yang tidak mencuci tangan dengan sabun cair yang disediakan pengelola GBK. Begitu pula setelah olahraga, warga selalu mencuci tangan. Bukan hanya mencuci tangan, tetapi memakai masker dan menjaga jarak.

Kedua, warga juga cukup disiplin ketika mau naik Transjakarta dan MRT. Di terminal dan halte Transjakarta telah disediakan tempat cuci tangan dengan sabun cair. Begitu pula telah siap petugas mengukur suhu badan setiap calon penumpang Transjakarta. Penumpang wajib memakai masker dan menjaga jarak. Hal yang sama di MRT di setiap pemberhentian MRT, petugas telah siap mengukur suhu badan, juga tersedia hand sanitizer. Setiap warga wajib memakai masker, dan menjaga jarak di dalam transjakarta atau MRT.

Ketiga, warga sangat disiplin kalau ke Masjid atau ke Mal. Tidak ada jamaah Masjid yang tidak pakai masker. Tidak ada pula yang pergi ke Mal yang tidak pakai masker. Warga juga menjaga jarak saat salat Masjid dan juga saat makan di restoran atau antri di kasir saat berbelanja.

Berkembangnya Ekonomi

Gubernur Anies Baswedan, Wagub Ariza, jajaran Pemprov DKI dan warga DKI Jakarta sangat senang dan bahagia, mulai terkendalinya Covid-19 di Jakarta.

Dampak positif terkendalinya Covid-19 di DKI Jakarta, nampak fenomena ekonomi mulai menggeliat di Jakarta.

Pertama, berbagai ruas jalan di DKI Jakarta sudah padat pada pagi hari, siang hari dan sore hari sudah seperti sebelum Covid-19 menghantam Jakarta dan Indonesia.

Kedua, mal sudah ramai hampir seperti sebelum Jakarta dilanda Covid-19. Contoh, PIM sangat ramai walaupun bukan akhir pekan (Sabtu, Ahad) atau hari libur nasional.

Ketiga, berbagai restoran di Jakarta sudah ramai terutama pada siang hari waktu makan siang.

Dari tiga fenomena sosial yang saya saksikan di Jakarta sebagaimana dikemukakan di atas, dapat dikemukakan bahwa fenomena tersebut merupakan tanda-tanda ekonomi telah bangkit kembali di DKI Jakarta.

Bangkit Bersama Transjakarta

Ekonomi telah bangkit kembali di DKI Jakarta. Kebangkitan itu akan lebih cepat membawa kemajuan Jakarta bersama Transjakarta.

Pertama, bersama Transjakarta akan lebih cepat membawa warga Jakarta ke tempat kerja, tempat bisnis atau tempat berkegiatan karena bebas hambatan.

Kedua, biaya Transjakarta jauh dekat hanya Rp5.000 (Lima ribu rupiah). Dengan menggunakan Transjakarta bisa menghemat biaya.

Ketiga, aman dari kecopetan atau kecurian, aman dari tabrakan di jalan dan insya aman dari segalanya. Sebabnya untuk membayar biaya Transjakarta cukup menggunakan kartu tidak membayar dengan uang kontan. Selain itu, aman dari kecelakaan ketimbang mengendarai motor sendiri di jalan raya.

Keempat, bersama Transjakarta dalam melakukan kegiatan di luar rumah, telah berkontribusi mengurangi kepadatan lalulintas di Jakarta dan daerah-daerah penyangga Jakarta yang sering disebut Jabodetabek.

Kelima, bersama Transjakarta dalam melakukan perjalanan di Jakarta dan Jabodetabek, telah berperan dan berkontribusi dalam mengurangi polusi kendaraan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) karena Transjakarta telah beroperasi sampai di Jabodetabek.

Jangan lupa kunjungi tempat wisata edukasi Taman Ismail Marzuki menggunakan Transjakarta

Baca Juga

DKI Jakarta

DKI Jakarta sebagai kota jasa, sumber penerimaan yang amat signifikan adalah dari sektor jasa. Salah satu sektor yang sangat potensial ialah pariwisata (pelancongan).

DKI Jakarta

Buku yang diberi tajuk Maju Kotanya Bahagia Warganya merupakan reportase tentang pelaksanaan 23 janji Anies-Sandi setelah menerima amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI...

DKI Jakarta

Jakarta dibangun dengan kolaborasi semua pihak termasuk Transjakarta. Transjakarta melayani warga sebagai moda transportasi massal yang maju dan modern di ibukota negara Republik Indonesia.

DKI Jakarta

Bank memiliki peran yang sangat penting dan strategis di dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.

DKI Jakarta

Warga DKI Jakarta patut bersyukur kepada Allah karena berkat kolaborasi, pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, sehingga pelonggaran aktivitas masyarakat diberlakukan. Terjadi peningkatan penggunaan Transjakarta dan...

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog, saya amat bergembira menyaksikan mulai bangkitnya kembali ekonomi DKI Jakarta setelah terpuruk akibat hantaman Covid-19.

DKI Jakarta

Pertama kita bersyukur kepada Allah karena pandemi Covid-19 di DKI Jakarta dapat dikatakan sudah terkendali. Walaupun begitu, warga DKI Jakarta harus waspada dan ekstra...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.