Connect with us

Sahabat TiJe, yuk simak gambar di atas untuk melihat hal - hal yang perlu diperhatikan selama pandemi Covid - 19 - twitter PT_Transjakarta

Covid-19

Perhatikan Hal-hal ini Sebelum Naik Transjakarta dan MRT di masa Pandemi Covid-19

Ada beberapa sektor yang masih dibolehkan karyawannya untuk tetap bekerja dan sebanyak 25% di setiap kantor pegawainya dibolehkan masuk kerja.

Kita aspresiasi dan dukung seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada warga Jakarta untuk bekerja dari rumah (Work From Home) guna menekan penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir ini meningkat secara signifikan.

Akan tetapi, ada beberapa sektor yang masih dibolehkan karyawannya untuk tetap bekerja dan sebanyak 25% di setiap kantor pegawainya dibolehkan masuk kerja. Selain itu, warga DKI Jakarta yang tidak mungkin tidak keluar rumah karena urusan pekerjaan dan urusan penting.

Mereka yang terpaksa harus keluar rumah, jangan pernah ragu apalagi takut untuk naik Transjakarta dan MRT Jakarta (Mass Rapid Transit) Jakarta dengan alasan takut tertular Covid-19.

Mengapa Covid-19 Meningkat?

Kita prihatin jumlah bangsa Indonesia yang terinfeksi Covid-19 meningkat drastis Di DKI Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kasus baru virus corona (Covid-19 ) di Indonesia kembali bertambah 20.575 orang, Kamis (24/6/2021). Ini merupakan rekor tertinggi dalam penambahan kasus baru dalam satu hari sejak pandemi melanda Indonesia.

Jumlah kasus baru tersebut membuat akumulasi kasus positif menjadi 2,053 juta orang. Hasil positif tersebut ditemukan dari 136.896 spesimen yang selesai diperiksa pada hari ini dan kemarin (CNBC Indonesia, 24 June 2021 16:33).

Peningkatan jumlah bangsa Indonesia yang terinfeksi Covid-19 setidaknya disebabkan 5 aspek.

Pertama, tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan. Hal tersebut masih ditemukan di berbagai tempat yang nongkrong dan ngobrol tidak menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak mencuci tangan.

Kedua, libur lebaran. Pemerintah telah melarang mudik menjelang dan saat lebaran Idul Fitri, tetapi banyak warga yang memaksakan untuk tetap mudik lebaran. Dampaknya, kita saksikan dan rasakan pasca mudik lebaran, meningkat jumlah warga yang terpapar Covid-19 Peningkatan jumlah warga yang terpapar Covid-19 saat ini menurut para pakar merupakan bukti bahwa mudik telah berkontribusi secara signifikan meningkatnya penyebaran Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.

ketiga, tidak percaya adanya Covid-19 Masih ada di dalam masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19 Jumlah mereka tidak banyak, tetapi tetap memberi pengaruh ke masyarakat dan berpotensi tertular dan menularkan Covid-19.

Keempat, adanya varian Covid-19 yang ganas seperti delta. Menurut epidemolog bahwa tingkat penularan varian Covid-19 ini cukup tinggi karena berpapasan saja dengan seseorang yang sudah terinfeksi delta, bisa menularkan.

Kelima, rendahnya ketahanan pisik disebabkan tidak olahraga, dan belum divaksin. Selain itu, suka bergadang dan makan tidak teratur.

Naik Transjakarta dan MRT di masa Pandemi

Walaupun terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19 secara signifikan, tetapi mereka yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan Transjakarta atau MRT, tidak perlu takut terinfeksi Covid-19.

Setidaknya lima alasan, naik Transjakarta atau MRT aman dari Covid-19.

Pertama, para calon penumpang yang akan naik Transjakarta atau MRT diukur terlebih dahulu suhu badannya oleh petugas. Kalau suhu badannya tinggi, tidak diperbolehkan Naik Transjakarta atau MRT.

Kedua, di terminal atau halte Transjakarta, begitu pula di setiap pemberhentian MRT, para calon penumpang diukur suhu badannya, tersedia pula hand sanitizer untuk cuci tangan.

Ketiga, di dalam Transjakarta sudah diatur dan ditetapkan tempat dengan jarak yang memadai, sehingga social distancing diterapkan. Termasuk jarak jika terpaksa harus berdiri. Demikian pula halnya di MRT sudah diberi tanda, kalau duduk mana yang boleh diduduki dan jika berdiri, mana yang boleh tempat berdiri.

Keempat, tidak boleh bercakap-cakap dengan teman atau dengan orang lain di Transjakarta maupun di MRT, termasuk dilarang bercakap-cakap melalui hand phone dengan pihak luar.

Kelima, petugas di Transjakarta maupun di MRT dengan santun akan menegur kepada setiap penumpang yang melanggar protokol kesehatan.

Amalkan Protokol Kesehatan

Walaupun Transjakarta dan MRT telah membuat aturan untuk melindungi seluruh penumpang agar terhindar dari Covid-19, tetapi para penumpang harus disiplin mengamalkan protokol kesehatan.

Pertama, disiplin memakai masker. Jika sudah diluar rumah wajib memakai masker. Masker yang dipakai harus steril. Jika sudah dipakai, jika masker terbuat dari kain, langsung dicuci. Jika masker bukan dari kain, langsung dibuang kalau sudah dipakai.

Kedua, cuci tangan. Sekarang diberbagai tempat banyak disiapkan tempat cuci tangan dengan sabun cair. Walaupun begitu, ada baiknya disiapkan juga di tas kecil hand sanitizer. Jika habis ambil uang di dompet, maka segera cuci tangan dengan hand sanitizer.

Ketiga, menjaga jarak. Setiap penumpang Transjakarta ataupun MRT harus selalu menjaga jarak. Biasakan menjaga jarak kalau duduk atau berdiri. Ini penting untuk menghindari penularan Covid-19.

Dengan disiplin mengamalkan protokol kesehatan, maka secara otomatis kita telah berpartisipasi memutus penyebaran Covid-19 dan berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas dari Covid-19.

Baca Juga

Covid-19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa Covid-19 belum selesai. Kalau positif rate bisa 5% insya Allah kita masuk zona aman.

Covid-19

PPKM Level 4 akan berakhir pemberlakuannya pada 2 Agustus 2021. Kita belum tahu apakah PPKM Level 4 akan dilanjutkan atau di stop, kita tunggu...

Covid-19

Tugas mulia yang kita harus emban saat ini dan di masa yang akan datang adalah mempertahankan prestasi yang dicapai dalam menurunkan penyebaran Covid-19, secara...

Covid-19

Setidaknya ada lima alasan pentingnya PPKM diperpanjang: Pertama, Covid-19 belum bisa dikendalikan. Jumlah yang meninggal masih sangat banyak.

DKI Jakarta

Melalui kolaborasi, yakin rakyat Indonesia dan warga DKI Jakarta dapat atasi Covid-19 yang semakin berbahaya.

Covid-19

Alhamdulilah DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria mencapai rekor kesembuhan tertinggi di Indonesia sebanyak 14.856 orang.

Covid-19

Dalam upaya demi keselamatan warga DKI Jakarta pada masa kondisi darurat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria telah membuat 6...

Covid-19

Budaya disiplin masih merupakan barang langka. Pandemi Covid-19 yang telah banyak merenggut nyawa anak bangsa Indonesia, kita dipaksa untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan,...